Persebaya Lawan Madura United, Digelar pada Malam Takbiran

DIKAWAL: Gelandang Persebaya Manuchekhr Dzhalilov (kanan) mendapatkan pengawalan ketat dari gelandang Madura United Zulfiandi pada leg pertama babak perempat final Piala Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Angger Bondan/Jawa Pos

SURABAYA, SUMUTPOS.CO – Pertandingan Persebaya Surabaya kontra Madura United digelar tepat pada malam takbiran. Saat umat Islam menyongsong Hari Raya Idul Adha (Kurban). Hal itu sangat disayangkan Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman.

“Biasanya kan lebih banyak di masjid. Tapi, ini justru di lapangan,” ungkap Djanur, sapaan karib Djadjang Nurdjaman.

Ya, laga Persebaya melawan Madura United digelar pada 10 Agustus 2019, atau sehari sebelum Idul Adha yang jatuh pada 11 Agustus.

Sepanjang karirnya, baik sebagai pemain maupun pelatih, baru kali ini Djanur mengalami situasi seperti itu. Di malam takbiran, baik menjelang Idul Fitri maupun Idul Adha, kompetisi yang dijalaninya selalu istirahat.

Tapi, kali ini ternyata kondisinya berbeda. Djanur pun tidak mengerti mengapa operator kompetisi Liga 1 membuat jadwal seperti itu. “Jadwal sudah terbit dan tidak mungkin diubah. Sebagai pelaku di lapangan, ya kami jalankan. Meski ini tidak biasanya, bermain sepak bola di malam takbiran,” katanya.

Besar harapan ke depannya tidak ada lagi jadwal seperti yang akan dilakoni Persebaya dan Madura United. Operator kompetisi harus memperhatikan betul pengaturan jadwal. Mempertimbangkan segala hal. Termasuk terkait hari raya keagamaan. Sebab, hal tersebut jelas memengaruhi psikologis pemain di lapangan dan kehadiran penonton ke stadion. “Ya, mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi yang seperti ini,” pungkas Djanur. (jpc/saz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *