Perempuan Muda Diduga Tewas OD di Café Flower, Keluarga Korban Melapor, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

TEWAS: Detik-detik Ag menghembuskan nafas terakhirnya di RS Latersia, Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut kaget mendengar ada seorang pengujung Café Flower yang tewas karena mengonsumsi pil ekstasi. Diskotek itu berada di kawasan Binjai, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

“AH, kapan kejadiannya? Sesuai informasimu, ya kita lakukanlah (penyelidikan),” tegas Direktur Reserse Narkoba Poldasu, Kombes Hendri Marpaung, Minggu (11/8).

Begitu mendengar penjelasan Sumut Pos, Kombes Hendri mengaku akan meneruskan informasi itu ke Polrestabes Medan.

“Sarankan Pemda untuk ditutup (diskotek),” tandas mantan Kasubdit III Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri ini.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif menyatakan, keluarga korban melapor ke Mapolres Binjai.

“Keluarganya lapor. Ada laporan polisi. Yang namanya laporan ya wajib ditindaklanjuti,” kata Wirhan.

Menurut dia, saat ini masih dalam penyelidikan.

“Pulbaket, lagi kumpul bahan,” sambungnya.

Sejauh ini, menurut Kasat, hasil otopsi belum keluar.

“Kita harus mengecek kandungannya, penyebab kematian. Kita sudah amankan isi dalam perutnya, empedu dan lambung. Isi dalaman badannya itu dibawa ke Labfor,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pengunjung Café Flower berinisial Ag mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Latersia, Jalan Soekarno-Hatta Km 18, Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur, Jumat (9/8) dinihari. Kuat dugaaan, wanita muda berusia 21 tahun ini tewas karena over dosis pil ekstasi. Korban merupakan warga Dusun Banrejo, Desa Kwala Mencirim, Sei Bingai, Langkat.

Video pekerja salon daerah Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan, yang menukangi pasang bulu mata itu viral di media sosial facebook.

Akun medsos Fanii Ramadanii yang ditengarai sebagai teman korban dalam video berdurasi 10 detik ini yang meposting kabar duka tersebut.

Café Lower, tempat korban menyabung nyawa diketahui merupakan milik ST. Pria berdarah Karo ini juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) penyidik Tipidter Polda Sumut karena kasus pertambangan ilegal.

Café Flower sebelumnya bernama Titanic Frog. Belakangan, ST mengubahnya menjadi Café Flower tanpa alasan yang jelas.

Kejadian ini bukan kali pertama. Sebelumnya, kejadian serupa banyak terjadi di tempat yang diduga sebagai lapak menjual pil ekstasi itu.(ted/ala)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *