PLN UP3 Medan Perkuat Sistem Kelistrikan, Tanam Kabel Hingga Akhir Tahun

LINTAS: Kabel PLN yang diletak di pinggir jalan sebelum ditanam dalam tanah. Penanaman kabel ini dilakukan di beberapa ruas jalan di Kota Medan hingga Desember 2019.

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Medan mulai melakukan penanaman kabel Tegangan Menengah 20 kV di beberapa titik di Kota Medan mulai awal September. Ditargetkan penanaman ini selesai hingga Desember 2019.

Manager PLN UP3 Medan, Eko Prihandana, melalui Manager Bagian Konstruksi, Dwita Aswiyanti, mengatakan, pekerjaan tersebut merupakan upaya yang dilakukan PLN UP3 Medan dalam rangka memperkuat sistem kelistrikan yang ada di Kota Medan.

“Selain itu, pembangunan saluran kabel bawah tanah 20 kV ini juga termasuk pekerjaan rehabilitasi saluran udara tegangan menengah 20 kV, dalam rangka memperbaiki estetika Kota Medan karena kabel-kabel tegangan menengah di udara mulai berkurang memenuhi ruang udara tata Kota Medan yang ada,” ujar Dwita Aswiyanti, didampingi Manager Bagian Jaringan, Hasudungan Siahaan, Manager Pemasaran, Apridawati Harahap dan Manager Keuangan, Mery di Medan, Senin (9/9).

Dwita Aswiyanti menuturkan, PLN UP3 Medan membangun kabel SKTM 20 KV tahun ini sepanjang kurang lebih 29.14 KMS, dengan rincian 9.6 KMS untuk pembangungan penyulang baru, dan 19.54 KMS untuk rehabilitasi pemindahan saluran udara kabel tegangan menjadi kabel tanah 20 kV untuk estetika Kota Medan. Sehingga, lanjt dia, totalnya ada 15 penyulang untuk menghubungkan jaringan kelistrikan mulai dari Gardu Induk GIS Listrik, Gardu Induk Glugur, sekaligus Gardu Induk Titi Kuning, di mana masing-masing Gardu Induk tersebut terkoneksi juga dengan Gard Hubung-Gardu Hubung lain yang tersebar lokasinya di Kota Medan.

“Tujuan dari pembangunan kabel SKTM 20 KV dan GH 20 KV adalah mengantisipasi manuver apabila terjadi gangguan pada salah satu trafo daya 150 KV atau GI. Sehingga, beban dapat dialihkan ke Gardu Induk yang lain melalui GH 20 KV dan penyulang express 20 KV yang baru dibangun sehingga pemadaman akibat gangguan cepat teratasi,” paparnya.

Atas penanaman kabel bawah tanah, kata dia, tentunya sedikit mengganggu aktivitas masyarakat. “Galian tanah tentu membuat pengendara dan masyarakat tidak nyaman. Mohon maaf atas hal ini. Kami tetap mengedepankan keselamatan pengguna jalan, masyarakat maupun pekerja itu sendiri,” ucap Dwita Aswiyanti.

Namun demikian, lanjutnya, dipastikan bahwa PLN berupaya seminimal dan sesingkat mungkin waktu pelaksanaan pembangunan saluran kabel tanam 20 kV tersebut. “Jadi kalau kerja pada pagi harinya, malamnya harus sudah selesai walau tidak normal sekali namun sudah bisa untuk dilalui. Ada waktu dan proses yang harus dipenuhi untuk standarisasi pengaspalan sehingga tidak bisa langsung dilakukan pengaspalan,” kata dia.

Dipastikannya, pembangunan tersebut akan segera diselesaikan sebelum akhir tahun 2019 ini atau Desember 2019. “Dengan penguatan sistem kelistrikan ini, diharapkan keandalan pasokan listrik Kota Medan semakin meningkat sehingga kepercayaan investor akan semakin baik dan efeknya pembangunan kota Medan semakin berkembang,” harapnya. (ila/ram)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *