Pengeroyok Aktivis LSM Ditangkap, Korban Goda Cewek di Warung

TERSANGKA: KBO Reskrim Polres Dairi, Ipda HP Purba (kanan), serta Kanit Resum, Ipda Sumitro Manurung, mengapit 4 dari 5 tersangka pengeroyokan aktivis LSM, Dahlan Rudi Kartolo Purba, di Mapolres Dairi, Selasa (10/9).
Rudy Sitanggang/Sumut Pos

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Setelah sebelumnya menangkap 4 tersangka pelaku pengeroyokan seorang aktivis LSM hingga tewas, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Dairi berhasil meringkus 1 orang lagi tersangka pengeroyokan. Dia adalah M Sihotang, warga Desa Kalang Simbara.

“Sehari sebelumnya, 4 tersangka yang sudah diamakankan yakni Roy Aritonang, Medhi Lestari Aritonang, Raden Saragi, dan Niko Naibaho,” kata Kapolres Dairi, AKBP Erwin Wijaya Siahaan, melalui Kasubbag Humas Polres, Ipda Donni Saleh, Selasa (10/9).

Total terduga pelaku pengeroyokan Dahlan Rudi Kartolo Purba (46) hingga tewas, ada 6 orang. Karena 5 orang sudah ditangkap, saat ini tim tinggal mengejar 1 orang lagi, yakni tersangka berinisial RS.

Ipda Donni menyebut, pengungkapan kasus itu atas laporan masyarakat yang menyebutkan ada perkelahian di salahsatu warung di Dusun Pancuran Desa Kalang Simbara, Minggu (8/9) sekira pukul 23.00 Wib.

Petugas yang mendapat laporan langsung menuju lokasi, dan mendapati korban Dahlan, aktivis LSM yang tinggal di Dusun Pancuran Desa Kalang Simbara Kecamatan Sidikalang, sudah tewas tergeletak di pinggir jalan depan rumah korban.

Saat membawa jenazah korban ke RS, petugas mendapat informasi bahwa seorang pria dirawat di bagian instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Sidikalang, karena luka di bagian kaki. Setelah ditelusuri, korban ternyata salahsatu pelaku pengeroyokan, yakni Roy Aritonang, yang terkena tembakan senapan angin milik korban. Tersangka Roy Aritonang hingga kini masih dirawat di RSUD Sidikalang.

Hasil interogasi, Roy Aritonang mengakui ikut mengeroyok korban dan memberikan identitas semua pelaku. Berikutnya, petugas bergerak dan mengamankan 5 orang tersangka.

Sumber lain menyebutkan, perkelahian berawal dari cekcok di sebuah lapo (warung) tuak milik marga Saragi di Dusun Huta Baru Desa Bintang Mersada Sidikalang. Saat itu korban diduga menggoda seorang cewek bernama Medhi Lestari Aritonang (ikut jadi tersangka).

Ternyata si cewek tidak senang digoda. Pertengkaran terjadi.

Korban Dahlan Purba kemudian pergi meninggalkan warung. Namun tidak lama berselang, ia kembali datang membawa senapan angin.

Dari jalan di depan warung, Dahlan menembakkan senapan angin dua kali ke arah warung. Setelah menembakkan senapan anginnya, Dahlan melarikan diri menaiki sepeda motor.

Tak senang, 6 orang dari warung turun mengejar korban hingga ke depan kediamannya. Di sana, perkelahian terjadi, mengakibatkan korban meninggal dunia.

Pada perkelahian itu, korban sempat menembakkan senapan angin dan mengenai kaki Roy Aritonang. (mag-10)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *