Gelandang Serang PSMS ‘Gendut’, Natanael Bersaing ke Tim Inti

LEWATI: Natanael Siringo-ringo mencoba melewati pemain PSCS Cilacap di Stadion Teladan Medan, baru-baru ini.
Triadi wibowo/sumut pos

Seiring masuknya striker baru ke skuad PSMS Medan, posisi gelandang serang pun ‘gendut’. Hal ini menyebabkan Natanael Siringo-ringo, yang sempat jadi andalan di lini serang, harus bersaing masuk tim inti pada setiap laga yang bakal dilakoni Ayam Kinantan.

Ilham Fathoni yang kerap jadi duetnya di sektor serangan, pun kini harus mengisi posisi second striker. Mau tak mau, yang paling siap di antara mereka berdua, baru diturunkan oleh sang Pelatih Jafri Sastra, untuk memperkuat skuad. Dirasa tak siap, maka sang pemain pun harus rela hanya jadi penghangat kursi cadangan.

Ini terbukti, saat PSMS bentrok Blitar Bandung United di Bandung, Selasa (17/9) lalu. Natanael hanya duduk di bangku cadangan hingga laga usai. Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, saat meladeni PSCS Cilacap di Stadion Teladan Medan, Natanael diturunkan, meski sebagai pemain pengganti. Dan di 2 laga terakhir, sang pelatih memang lebih memilih Ilham untuk diturunkan sebagai second striker, yang dipasangkan dengan Tri Handoko.

Terkait hal ini, Natanael pun tetap optimistis bisa memberikan permainan terbaiknya jika kembali dipercaya pelatih. Namun dia mengaku, hal tersebut memang hak prerogatif pelatih, dan dia wajib mengikuti instruksi.

“Pasti ada persaingan, dan tentu yang terbaik diturunkan pelatih. Terpenting PSMS tetap bisa menghasilkan poin. Dan semoga tren positif ini bisa kami pertahankan,” tutur Natanael, Jumat (20/9).

“Saya akan terus berikan yang terbaik. Tapi itu semua keputusan pelatih, dan jika dipercaya, saya selalu siap untuk memberikan yang terbaik,” imbuhnya, seraya berharap, para pendukung PSMS, terus memberikan support, agar bisa meraih target terdekat, yakni lolos ke babak 8 besar.

Sementara itu, Pelatih PSMS, Jafri Sastra mengatakan, jika PSMS ingin lolos ke babak 8 besar, target awalnya harus masuk 4 besar klasemen Liga 2 2019 Wilayah Barat. “Kami masih optimis. Makanya di sisa 5 laga ini, kami harus benar-benar memanfaatkannya (meraih poin),” tegasnya.

Hal ini mengingat, persaingan poin tim-tim di Wilayah Barat, sangat ketat, khususnya di papan atas klasemen. Di posisi puncak Sriwijaya FC kokoh dengan 34 poin. Disusul Persita Tangerang dengan 31 poin di posisi kedua. Persiraja Banda Aceh mengamankan peringkat ketiga dengan 30 poin. Dan 4 besar dipungkasi PSCS Cilacap dengan 29 poin.

PSMS yang berada setingkat di bawah PSCS, masih mengoleksi 28 poin. Meski memiliki selisih 6 poin dari Sriwijaya, namun PSMS hanya berbeda satu poin dari PSCS. Artinya, posisi PSCS masih bisa digusur, tentunya dengan hasil-hasil positif dari laga sisa yang dilakoni Ayam Kinantan.

Seperti diketahui, di 5 laga sisa, PSMS masih punya 2 pertandingan kandang, dan 3 laga kandang. Semoga hasil positif terus direngkuh tim kebanggaan warga Kota Medan ini hingga akhir musim. (bbs/saz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *