300-an Warga Sumut Minta Pulang, Gubsu Minta Maaf Tak Bisa Fasilitasi Pesawat

KONDUSIF: Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw memantau suasana di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (8/10).

SUMUTPOS.CO – Pemulangan warga Sumut dari Wamena, Papua, sudah mulai dilakukan. Rabu (9/10) siang ini, sebanyak 38 warga Sumut terdampak kerusuhan di Wamena, dijadwalkan tiba di Kota Medan.

Mereka akan disambut Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi sekaligus dijamu makan siang di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan. Sebanyak 800-an lainnya masih di Papua, dan 300-an orang di antaranya minta pulang ke Sumut.

“Sebanyak 38 warga akan segera sampai ke sini. Dan kemudian akan menyusul 300 lebih warga yang akan datang dari Wamena,” ucapnya.

Sejauh ini, tim yang sudah diberangkatkan ke Wamena terus melakukan pendataan warga Sumut di sana. Selain mendata, tim juga berkomunikasi dengan warga, apakah mau dipulangkan atau pindah ke daerah lain. “Ya, sedang dikomunikasikan semua,” katanya.

Mantan Pangkostrad ini mengatakan, tim akan terus bekerja sampai seluruh warga Sumut berhasil dievakuasi ke daerah yang aman dan terhindar kerusuhan. Sebab, ratusan warga Sumut masih berada di posko-posko. “Sampai selesai tim ini bekerja. Dari 800-an warga kita di sana, 309 di antaranya minta pulang. Besok (hari ini, Red) 38 orang akan tiba di halaman kantor gubernur,” katanya.

Setelah warga sampai di Kota Medan akan langsung diarahkan ke kantor gubernur. Para warga akan diperiksa kesehatan dan kejiwaannya, agar tidak mengalami traumatik akibat kerusuhan itu. “Kita terima nanti di kantor gubernur, kita cek seluruh kesehatan mereka,” jelasnya seraya berharap bupati dan wali kota dapat bertangungjawab dan bekerjasama untuk selanjutnya mengurusi rakyatnya.

Terpisah, Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan, Pemprovsu telah menanggung biaya dan keperluan kepulangan 38 warga tersebut ke Medan, maka bupati dan wali kota terkait akan menanggungjawabi pemulangan mereka ke daerah masing-masing. Mereka antara lain akan pulang ke Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba Samosir, Tapanuli Tengah, Sibolga dan termasuk Medan.

“Dan memang sudah koordinasi kita dengan bupati dan wali kota terkait agar menanggungjawabi kepulangan warganya ke daerah masing-masing. Dan ini sudah oke semua, artinya warga pulang dengan baik ke daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Adapun 38 warga Sumut yang akan tiba dari Wamena itu terdiri dari 14 orang yang melalui kepulangan Surabaya, Sabtu (5/10) dan 24 orang melalui kepulangan Tanjung Priok, Senin (7/10). Riadil mengungkapkan, tidak semua juga warga Sumut yang eksodus atau meninggalkan Papua. Sebagian juga ada yang kembali ke Wamena. Selain ke Wamena, juga ada yang kembali ke Merauke, ke Jawa Timur, dan ke Makassar. “Pokoknya ke keluarga masing-masinglah,” katanya.

Namun Riadil belum dapat memastikan berapa jumlah warga yang kembali ke Wamena dan daerah lainnya itu. “Itu nggak kita data, nggak bisa kita data karena mereka mandiri,” sebutnya.

Mantan Kepala Bappeda Sumut itu lebih hanya memastikan, akan ada lagi kepulangan warga Sumut gelombang tiga sebanyak 8 orang yang akan berangkat dari Tanjung Priok. Rencananya berangkat besok pagi. Tidak hanya itu, juga akan berangkat dari Jayapura, Papua via kapal laut sekitar 100 orang (data konfirmasi awal) pada Jumat besok. “Kita besok membelikan tiketnya, ngambil tiket ke Pelni, mudah-mudahan gratis,” pungkasnya.

Kapolda Papua: Wamena Kondusif 100 Persen

Sementara kondisi terkini di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, sudah kondusif. Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw memastikan kondisi Wamena, sudah kembali kondusif 100 persen. Sehingga, dia meminta warga dan pengungsi untuk kembali ke rumahnya. Selain itu, dia meminta warga untuk kembali memulai aktivitasnya lagi secara normal.

Menurutnya, memang ada beberapa warga yang masih meragukan keamanan Jayawijaya. Namun, dengan adanya penebalan pasukan dari Brimob, TNI , Batalyon dan dari Kodam XVII/ Cenderawasih itu dipastikan keamanan bagi masyarakat Wamena akan berjalan dengan baik.

“Kami juga sudah mengimbau kepada pengungsi yang masih memiliki rumah untuk kembali menempati rumahnya, karena kami akan melakukan pengawalan dan tetap menjaga mereka,” kata Kapolda seperti dilansir Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group), Selasa (8/10).

Ia menyampaikan kepada pengungsi yang ke Jayapura, bahkan sudah ke kampung halamannya di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesidan Maluku harus tahu kalau keadaan Jayawijaya sudah aman dan hampir normal kembali. Hal ini bisa dilihat dari hilir mudik pengguna jalan, pertokoan , pasar sudah kembali melakukan aktifitas seperti biasa.

“Kondisi yang kondusif ini dibuktikan dengan diaktifkannya sekolah-sekolah yang ada di Jayawijaya, sehingga sudah kami yakinkan kepada anak-anak untuk kembali bersekolah seperti biasa, artinya memang ada recoveryyang sedang berjalan sehingga semua aktifitas semua terlihat kembali,” kata Paulus Waterpauw yang dua kali menjabat Kapolda Papua.

Meski situasi dan kondisi Jayawijaya hampir pulih, namun pihak kepolisian akan tetap menambah kekuatan. Kemarin ada 1 kompi lengkap yang berjumlah 100 orang satuan Brimob Nusantara dari Kalimantan Tengah untuk membantu pasukan Brimob yang sudah ada disini,

Paulus Waterpauw, juga memastikan kembali sekolah sudah beberapa yang melayani namun belum maksimal muridnya, mereka masihbersih bersih lingkungan sekolah. Ia juga berjumpa dengan kepala sekolah SMA Negeri 1, SMA PGRI, tempat yang dulu masalah kemudian juga guru-guru yang kembali masuk.

“Kita pastikan Guru guru juga sudah kembali normal pikiran dan perasaan tidak ada yang rasa takut dan khawatir. Beberapa anak anak yang sudah masuk juga terlihat gembira, ada yang bermain basket, duduk-duduk, cerita-cerita, baik sekali suasana kebatinannya.” pungkasnya. (prn/jpc)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *