Jelang Pemilu Serentak Tahun 2020, KPU Binjai Targetkan Pemilih Lebih 80%

COFFE MORNING: Ketua KPU Binjai Zulfan Effendi membuka acara coffee morning bersama insan pers dan relawan demokrasi, Selasa (8/10).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum Kota Binjai optimis tingkat partisipasi pemilih pada Pemilu tahun 2020 mendatang mencapai lebih dari 80 persen.

Hal itu disampaikan Komisioner KPU Kota Binjai, Robby Effendi pada acara coffee morning bersama relawan demokrasi dan insan pers di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Bandar Senembah, Binjai Barat, Selasa (8/10).

Dalam diskusi ringan dan santai tersebut, terungkap bahwa KPU Binjai menjadi barometer di Sumut, lantaran tingkat partisipasi pemilih mencapai target yang ditetapkan sebesar 77,5 persen. Dimana partisipasi pemilih yang diraih KPU Binjai pada Pemilu 2019 mencapai 80 persen lebih.

“Alhamdulillah, seluruh sistem dan metode sosialisasi yang kita jalankan pada Pemilu 2019 lalu terbukti cukup berhasil. Bahkan KPU Kota Binjai menjadi barometer bagi daerah lainnya di Sumatera Utara,” ujar Robby Effendi yang menjadi pemateri dalam pertemuan tersebut.

Karenanya, pada Pilkada Binjai 2020, KPU menargetkan tingkat partisipasi pemilih optimis mencapai lebih dari 80 persen.

Menurut Robby, pihaknya akan lebih mengoptimalkan proses sosialisasi bagi pemilih dengan tingkat keikutsertaan Pemilu yang dianggap masih relatif rendah, dan belum terakomodir maksimal oleh para relawan demokrasi, termasuk menyempurnakan metode sosialisasi yang telah diterapkan sebelumnya.

Dia menambahkan, KPU Binjai sudah menyusun agenda dan menyiapkan sejumlah program untuk lebih mendongkrak tingkat partisipasi masyarakat.

Ada 2 agenda pokok yang akan digelar KPU Kota Binjai dalam waktu dekat. Yakni, pelaksanaan Sayembara Maskot dan Jingle Pilkada Kota Binjai 2020 mulai Oktober 2019 ini, serta Launching Pilkada Kota Binjai 2020 pada November 2019 mendatang.

Khusus Sayembara Maskot dan Jingle Pilkada Kota Binjai 2020, dia menyebut, KPU Kota Binjai mengusung tema “Daulat Pemilih Daulat Daerah” dengan slogan “Suaramu Untuk Kota Binjai, Ayo Memilih Untuk Kota Binjai”.

“Dalam sayembara ini sendiri, semua pihak boleh ikutserta dan terbuka untuk seluruh masyarakat Sumatera Utara, terkecuali pegawai KPU dan jajaran penyelenggara pemilu, serta pihak-pihak yang berafiliasi dengan dewan juri,” terang Robby.

Selain itu, sambungnya, panitia pelaksana Sayembara Maskot dan Jingle Pilkada Kota Binjai 2020 tidak memungut biaya apapun dari peserta. Namun, setiap peserta hanya boleh mengikutsertakan satu sampel maskot dan jingle karyanya.

Mengenai syarat utama bentuk visual maskot dan jingle Pilkada Kota Binjai 2020, dia mengatakan, KPU Kota Binjai tidak menetapkan ketentuan khusus. Namun, maskot dan jingle harus mempertimbangkan kearifan lokal, terkesan ramah dan menghibur, serta memotivasi masyarakat untuk memberikan hak suaranya.

“Jadi, seluruh agenda sosialisasi ini kita laksanakan bukan hanya untuk memenuhi target partisipasi pemilih di atas 80 persen saja, tapi juga menekan angka surat suara tidak sah pada Pilkada Kota Binjai 2020,” seru Robby.

Sebelumnya, Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi membuka acara Coffee Morning Evaluasi Kegiatan Partisipasi Pemilih Pemilu 2019 dan Persiapan Kegiatan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020. “Berkaca dari Pemilu 2019 kemarin, sepertinya memenuhi target partisipasi pilih di atas 80 persen itu cukup rasional. Ya, minimal estimasinya meningkat sebesar 10 persen dibandingkan Pilkada 2015,” kata Zulfan.

Menurut Zulfan, target partisipasi pemilih sebesar 80 persen pada Pilkada Kota Binjai 2020 memang cukup realistis untuk dipenuhi. Pasalnya, pada pelaksanaan Pemilu 2019 lalu, tingkat partisipasi pemilih di Kota binjai mencapai 82,14 persen.

“Alhamdulillah, dari seluruh pemilih yang memberikan hak suaranya pada Pemilu 2019 kemarin, sebagian besarnya adalah mereka yang masih berusia produktif yakni antara 17 hingga 40 tahun, dengan estimasi pemilih berumur 17 hingga 20 tahun sebanyak 30 persen dan pemilih berumur 21 hingga 40 sebanyak 40 hingga 50 persen,” jelasnya.

Menurut Zulfan, ada dua faktor utama yang membuat tingkat partisipasi pemilih di Kota Binjai meningkat tajam jika dibandingkan pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya. Selain kesadaran berdemokrasi masyarakat Kota Binjai semakin tinggi, menurutnya, proses sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Binjai ke seluruh basis pemilih juga berjalan maksimal, terutama kepada para pemilih pemula maupun pemilih berusia produktif.

Sehingga dia menganggap, peningkatan pertisipasi pemilih bukan semata-mata didukung oleh program dan agenda dari KPU sendiri. Melainkan turut didukung oleh proses sosialisasi yang sistematis dan menyeluruh oleh para relawan demokrasi, serta pemberitaan melalui media massa. (ted/han)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *