Dipulangkan dengan Kapal Laut, 210 Warga Sumut Berangkat dari Wamena

SUAPI: Anggota Bhayangkari Polres Jayawijaya menyuapi seorang anak pengungsi di Kodim 1702 Jayawijaya, Wamena, Papua, Selasa (9/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemulangan warga Sumatera Utara dari Wamena, Papua terus berlangsung. Jumat (11/10), sebanyak 210 orang kembali dipulangkan via kapal laut dari Jayapura, Papua menuju Tanjung Priok, Jakarta.

“Tadi siang pukul 13.15 WIT, melalui kapal Doben Solo, kita menyiapkan tiket sekaligus asuransi untuk 262 orang. Dari 262 orang itu, berdasarkan data kami sebanyak 210 yang sudah diberangkatkan menuju Tanjung Priok,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis menjawab Sumut Pos, Jumat (11/10).

Usai dari Pelabuhan Tanjung Priok, mereka akan diberangkatkan lagi menuju Medan. Namun belum diputuskan apakah via kapal laut juga atau menggunakan bus seperti gelombang sebelumnya. “Ini yang masih akan kami matangkan berikutnya. Dan tadi sore, delapan orang lagi sudah sampai di Medan dari Tanjung Priok. Acara penyambutan dibuat di kantor saya,” tuturnya.

Tim Sumut Peduli Wamena sebelumnya sudah memulangkan 36 warga Sumut yang eksodus di daerah konflik tersebut, dan disambut langsung Gubernur Edy Rahmayadi di Aula Raja Inal kantor Gubsu, Rabu (9/10) sore. Dengan demikian, total warga yang berhasil dievakuasi ke Medan sampai sekarang sudah berjumlah 44 orang.

“Sebagian besar ada juga yang mandiri melalui pesawat komersil balik ke Wamena. Seperti semalam kita berangkatkan 44 orang ke Wamena naik Hercules. Nah, ini yang rombongan besar (210 orang) sedang dalam perjalanan di laut. Paling lama satu minggu sampai Tanjung Priok,” ungkap mantan Kepala Bappeda Sumut itu.

Ia menambahkan kepulangan semua warga difasilitasi Pemprovsu, dicek kesehatannya sebelum maupun sesudah berada di dalam kapal. Dan sampai kini belum ada warga yang dalam kondisi sakit saat ingin diberangkatkan.

“Kita masih cek ke PELNI apakah ada kapal dari Tanjung Priok ke Belawan. Karena infonya sedang doking (perbaikan kapal) di sana saat ini. Jadi kami mau ambil pilihannya seperti rombongan sebelumnya, yakni naik bus. Kami akan kirimkan staf untuk menjemput mereka di Pelabuhan Tanjung Priok,” katanya.

Pemprovsu sendiri, lanjut dia, akan memprioritaskan pendidikan dan kelanjutan hidup semua warga Sumut yang dipulangkan dari Wamena tersebut. Serta sudah berkoordinasi dengan kepala daerah terkait agar memerhatikan pendidikan anak-anak Sumut ini selanjutnya, dengan cara menyiapkan anggaran di masing-masing APBD-nya.

“Nantinya kalau sudah sampai rombongan yang besar itu ke Medan, mereka akan disambut lagi oleh bapak gubernur dan lalu difasilitasi oleh masing-masing bupati dan wali kota menuju tempat tinggal mereka. Jangan khawatir bahwa kami (pemerintah) akan menjamin kebutuhan hidup dan pendidikan anak-anak untuk masa depan mereka,” pungkasnya seraya menyebut masih ada lagi warga yang belum tentukan sikap akan pulang ke kampung halamannya. Sebagian lagi ada yang pindah ke provinsi-provinsi lain.

Apresiasi

Sejumlah kalangan memberi apresiasi atas kerja Gubsu dan Wagubsu, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah yang bergerak cepat mengevakuasi warga Sumut yang terkena bencana sosial di Tanah Papua beberapa waktu lalu.

“Kami, pengurus Karang Taruna Sumut sangat menghargai perhatian khusus Pemerintah Sumut, Bapak Gubernur H Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Bapak Musa Rajekshah untuk memulangkan masyarakat Sumut yang ada di Wamena. Ini tindakan sosial yang sangat luar biasa dari pemimpin daerah ini kepada rakyatnya yang sedang tertimpa masalah,” ucap Ketua Karang Taruna Sumut, Dedi Dermawan Milaya.

Kepulangan warga Sumut dari Wamena, lanjutnya, menjadi tanggung jawab bersama. Terutama dalam membuka kesempatan untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. Dengan demikian, mereka dapat tetap mandiri dan menjalankan kewajibannya menghidupi keluarga. Di mana secara tidak langsung juga membantu pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan.

“Kami, Karang Taruna Sumut juga akan berdampingan dengan Pemerintah Sumut untuk melatih mereka agar tetap mandiri. Sebagaimana tugas dan fungsi Karang Taruna itu sendiri,” tambahnya.

Dedi juga berharap kepada warga Sumut yang memutuskan menetap di Papua agar selalu dilindungi Tuhan Yang Maha Esa. Serta tetap bersemangat menjalani hari-harinya. Karena mereka memiliki pimpinan yang punya kepedulian tinggi terhadap rakyatnya.

Hal senada dikatakan akademisi Universitas Medan Area (UMA), Heri Kusmanto. “Dari peristiwa ini, saya melihat Pak Edy Rahmayadi sebagai sosok pemimpin yang benar-benar mengayomi dan peduli terhadap nasib warganya, di mana pun berada,” katanya.

Selain itu, kepada para pengungsi yang menjadi korban Wamena, menurutnya, Gubsu selalu berpesan agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Serta bersama-sama dengan penduduk setempat untuk menjaga agar suasana tetap kondusif. Tidak terpancing isu dan ajakan untuk membalas dendam atau tindakan anarkis lainnya. “Ini juga yang membuat kita salut,” ujarnya.

Sikap seperti ini, kata dia yang perlu dicontoh oleh pemimpin lainnya. Sehingga berbagai persoalan umat dapat ditangani dan diselesaikan dengan segera. “Jika semua pemimpin kita peduli seperti Pak Edy Rahmayadi, saya yakin berbagai persoalan di negeri ini akan dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya. (prn)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *