Dukung Pengembangan Ekowisata Mangrove, PLN UPK Belawan Salurkan CSR Semester II

Metropolis
RESMIKAN: Manajer PLN UPK Belawan Syahminan Siregar, bersama Direktur Yagasu Melinda Suriani Harefa, meresmikan Ekowisata Mangrove Sicanang.
FACHRIL/SUMUT POS
RESMIKAN: Manajer PLN UPK Belawan Syahminan Siregar, bersama Direktur Yagasu Melinda Suriani Harefa, meresmikan Ekowisata Mangrove Sicanang.
FACHRIL/SUMUT POS

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pengembangan ekowisata mangrove untuk jalur tracking dan sekolah alam di Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan Belawan, diresmikan, Senin (21/10).

Peresemian dilakukan Manajer PLN UPK Belawan Syahminan Siregar, bersama Direktur Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) Melinda Suriani Harefa, dan perwakilan Lantamal I Letkol Marinir Felix, serta utusan dari OPD lingkup Pemko Medan dan Pemprov Sumutn

Manajer PLN UPK Belawan Syahminan Siregar, dalam sambutannya mengatakan, dengan dibukanya jalur tracking ini, diharapkan dapat menarik minat warga Kota Medan, khususnya Kecamatan Medan Belawan, untuk dapat belajar tentang mangrove dan sadar lingkungan.


Dengan adanya bantuan melalui CSR PLN semeseter II, yang merupakan hasil dari laba perusahaan, pengembangan ekowisata mangrove ini diharapkan bisa lebih baik dari sebelumnya.

“Kami berikan ini untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, agar lebih baik. PLN punya komitmen membantu masyarakat. Tapi jika manajemen belum bisa memberi yang terbaik, kami akan terus berupaya,” tutur Syahminan.

Sementara Dinas Pariwisata Sumut, diwakili Rismawati, mengharapkan ekowisata mangrove ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Tentunya warga setempat juga akan dilibatkan, dalam mengembangkan wisata mangrove ini.

Di tempat yang sama, Direktur Yagasu, Melinda Suriani Harefa mengatakan, kawasan hutan mangrove sudah mereka bina sejak 2013 lalu. Dan juga sempat mengalami kerusakan di 2018 lalu. Namun, mereka tetap semangat terus membenahi pengembangan ekowisata mangrove tersebut. “Hari ini sudah kita lihat bersama, jalur tracking terbangun sepanjang 175 meter, dan rencananya akan diperpanjang sampai 400 meter. Begitu juga sekolah alam bagi masyarakat sekitar, agar bisa dimanfaatkan oleh anak-anak untuk belajar Bahasa Inggris,” jelasnya.

Program yang selama ini terlaksana di kawasan mangrove terbesar Kota Medan tersebut, lanjutnya, sudah dilakukan pembibitan sebanyak 1.100 ribu batang mangrove. Hal ini bisa terlaksana, berkat bantuan dan kerja sama dari PLN dan Pelindo 1. “Kami mengucapkan kepada seluruh pihak yang telah membantu, baik pemerintah dan perusahaan. Khususnya kepada PLN yang terus mendukung kami untuk mengembangkan ekowisata mangrove ini,” pungkas Melinda. (fac/saz)

loading...