Jadi Database Melihat Pergerakan Wisatawan di Danau Toba

Toba Smart Card Segera Meluncur

DAMRI: 
Toba Smart Card dapat digunakan para wisatawan untuk naik Damri berkeliling kawasan Wisata Danau Toba.
DAMRI: Toba Smart Card dapat digunakan para wisatawan untuk naik Damri berkeliling kawasan Wisata Danau Toba.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna meningkatkan pelayanan sistem pembayaran bagi wisatawan di kawasan Danau Toba, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut dan Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba (BOPDT) segera meluncurkan Toba Smart Card pada Bulan November ini. Selain alat pembayaran nontunai, Toba Smart Card ini juga akan dijadikan pemerintah untuk melihat pergerakan wisatawan yang berkunjung ke danau terbesar di Asia Tenggara ini.

“Kemarin saya rapat dengan Bank Indonesia. Mudah-mudahan kalau tidak ada perubahan, pertengahan November ini akan dilaunching Toba Smart Card,” kata Direktur Utama (Dirut) BOPDT, Arie Prasetyo kepada wartawan di Medan, Jumat (1/11).

Menurut Arie, Toba Smart Card ini merupakan alat pembayaran elektronik yang dapat digunakan wisatawan saat mereka tiba di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit, Tapanuli Utaran

Disebutnya, dengan menfungsikan kartu pintar ini, transportasi di Danau Toba akan terintegrasi. “Jadi, orang datang ke Bandara Silangit, dengan kartu ini bisa untuk naik Damri, Kapal Motor Ihan Batak, dan diharapkan ke depannya bisa digunakan untuk yang lain juga seperti membeli souvenir,” beber Arie.

Dengan adanya Toba Smart Card, sebut Arie, wisawatan tidak perlu lagi repot-repot membawa uang cash banyak-banyak saat berkunjung ke Danau Toba. Cukup dengan kartu tersebut saja, semua pembayaran dapat dilakukan.

“Kita juga dapat merapikan database wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba. Karena dengan ini, kita dapat data. Berapa penumpangnya dan akuntabel. Kita akan tahu, naik kapal yang banyak penumpangnya dan jam berapa banyak penumpangnya. Selama ini, kita agak susah tahu datanya itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara (Sumut), Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, penggunaan Toba Smart Card di kawasan wisata Danau Toba sebagai upaya untuk mendidik digitalisasi masyarakat. “Toba Smart Card ini satu cara pembayaran elektronik yang kita save, kita desain untuk transportasi pariwisata di sekitar Toba,” ujar Wiwiek, Kamis (31/10) lalu.

Ia menjelaskan, pihaknya mendesain kartu atau uang elektronik bagi semua transportasi dari Bandara Silangit ke Parapat, Ajibata, langsung masuk ke Samosir dan nanti di Samosir bisa berputar-putar dengan menggunakan bus pariwisata. “Kita sebut Toba Smart Card itu, sebab masyarakat juga tahu, Toba sebagai salah satu destinasi wisata yang sudah prioritas,” tambahnya.

Wisatawan domestik maupun asing yang turun di Silangit, saat menggunakan angkutan yang di sana, misalnya L300 ke Ajibata, Parapat, Bus Damri ke Samosir, ataupun bus pariwisata yang dimiliki oleh Kabupaten Samosir, maka semua kegiatan transaksinya itu sudah akan menggunakan kartu (Toba Smart Card). “Kita coba dengan menggunakan uang elektronik. Kita bekerjasama dengan salah satu bank pemerintah untuk mengembangkan ini, sudah persiapan final, kita sudah mencetak beberapa kartu, mesin EDC ditambahkan, dan kita bisa launch,” kata Wiwiek.

Diakuinya kartu ini juga bisa digunakan saat pembayaran transaksi dengan menggunakan kapal milik Pelni. Namun, belum bisa untuk kapal-kapal yang milik private di wilayah tersebut.

Pesan Wishnutama untuk Danau Toba

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio telah melakukan rapat dengan jajaran BPODT di Jakarta, baru-baru ini. Dalam rapat itu, Wishnutama menyampaikan beberapa pesan untuk pengembangan Danau Toba ke depan. “Kita sudah rapat , beliau (Wishnutama) arahkan tetap memprioritas 10 destinasi, terutama 5 destinasi prioritas,” ungkap Arie.

Arie mengungkapkan, salah satu pesan disampaikan Wishnutama adalah peningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pariwisata. Hal itu, untuk dipersiapkan menghadapi persaingan global industri pariwisata nantinya. “Beliau sangat serius pengembangan SDM Pariwisata dan pembenahan destinasi. Promosi tetap, ya. Kita menghadapi persaingan global. Kalau kita tidak mempersiapkan SDM, takutnya 3-4 tahun lagi yang bekerja di hotel-hotel Danau Toba orang-orang asing,” tutur Arie.

Dia juga menjelaskan, dalam rapat tersebut juga dibahas tentang promosikan Danau Toba kepada dunia. Kemenpar dan Ekonomi Kreatif akan berkordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Sedangkan, untuk event di salah satu danau vulkanik terbesar di dunia itu, ia yakin sosok Wishnutama akan mampu membuat event berkelas internasional.

“Untuk promosi akan berkordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Harapan saya, even-even di Danau Toba jauh lebih bagus, lebih paten. Beliau orang media, diharapkan mantap dengan kelas internasional,” kata Arie.

Arie mengatakan, pihak juga tengah melakukan penyusunan Kalender Event Danau Toba 2020. Kemudian, menyelesaikan Kalender Event Danau Toba 2019. Kini, ia juga mempersiapkan Festival Danau Toba (FDT) 2019 di Prapat Kabupaten Simalungun, pada 5, 6 dan 7 Desember 2019 mendatang.

“Kalender event Danau Toba 2020 sedang kita susun. Awal tahun kita launching. Banyak even-even akhir tahun kita eksekusi setiap minggu besar dan kecil. Baik tingkat Nasional dan Internasional. Untuk FDT, Mudah-mudah tahun ini, cuaca bagus. Tahun lalu, banyak longsor dan berjalan sukses,” pungkasnya. (gus)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *