Tantangan untuk Sumut, BI Harapkan Triwulan IV 2019 Tumbuh 5,6 Persen

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia  Sumut, Wiwiek Sisto Widayat.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Wiwiek Sisto Widayat. BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Indonesia (BI) terus mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) dengan baik. Meski Triwulan III tercatat tumbuh 5,11 persen. Kemudian, Triwulan II tumbuh 5,25 persen dan di Triwulan I tumbuh 5,3 persen.

Rata pertumbuhan ekonomi untuk di Sumut tumbuh tumbuh 5,22 persen.”Kalau hanya 5,3 persen artinya kita harus tumbuh di 5,6 persen untuk di Triwulan IV 2019,” sebut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan di Medan, Kamis (7/11).

Melihat hal tersebut, Wiwiek menilai pertumbuhan ini menjadi tantangan Sumut lantaran di tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Sumut tumbuh 5,18 persen. Makanya, di Triwulan IV tahun 2019 pertumbuhan ekonomi harus tubuh dengan baik dan signifikan.

Kemudian, Wiwiek menjelaskan dari 5,6 persen itu. Pertumbuhan ekonomi harus dilihat apa saja sumbernya. Belajar dari tiga bulan terakhir, ia mengungkapkan bahwa sumber pertumbuhan ekonomi Sumut bila dilihat dari sisi permintaannya selalu didorong konsumsi rumah tangga yang pangsanya 56 persen tumbuh cukup tinggi.

Ia mengatakan konsumsi rumah tangga tersebut, bisa dilihat seperti di Triwulan I, II dan III. Bahkan di Triwulan III tumbuh 4,9 persen dan ini cukup tinggi.

“Tetapi sumber-sumber lain masih di bawah rata-rata seperti misalnya investasi hanya 2,6 persen, ekspor dan impor hanya tumbuh 1 persen. Ini menjadi tantangan kita bagaimana kita meningkatkan investasi,” jelas Wiwiek.

Ia menambahkan bila sumber-sumber lain bisa tumbuh 8 persen di Triwulan I, II dan III maka kita bisa mengungkit pertumbuhan ekonomi Sumut di 2024. Bisa tumbuh di atas 5,4 hingga 5,5 persen.

“Lalu mendorong ekspor. Untuk investasi tentu arus ada investasi bentuk bangunan dan non bangunan. Karena pangsa investasi di Sumut cukup tinggi ada 33 persen pangsanya,” tandasnya. (gus/ram)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *