Ganti Rugi Proyek Jalan Tol Tanjung Morawa-Tebingtinggi

102 Warga Deliserdang Kompak Desak Usut Dugaan Pungli

DATANGI: Perwakilan 102 warga yang mengaku menjadi korban dugaan pungli ganti rugi lahan mendatangi kantor DPC PDIP Deliserdang.
DATANGI: Perwakilan 102 warga yang mengaku menjadi korban dugaan pungli ganti rugi lahan mendatangi kantor DPC PDIP Deliserdang.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Pembangunan jalan tol Tanjung Morawa-Tebingtinggi masih meninggalkan sejumlah persoalan. Meski sudah lama beroperasional, ganti rugi lahan untuk pembangunan jalan tol tersebut diduga menjadi ajang pungli terhadap sejumlah warga di Kabupaten Deliserdang.

Kasus itu saat ini sedang ditindaklanjuti Pemkab Deliserdang pasca adanya pengaduan warga ke Satgas Saber Pungli Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

Kabag Hukum Pemkab Deliserdang, Era Permatasari ketika dikonfirmasi, mengakui kalau Pemkab sudah tiga kali dipanggil oleh Satgas Saber Pungli Kantor Kemenpolhulkam. “Benar (ada warga yang mengadu). Kita sudah tiga kali dipanggil ke Kantor Menkopolhukam. Ada perkiraan dugaan pungli. Saat ini masih ditelaah dari Inspektorat dengan tim Saber Pungli,” jelas Era kepada wartawan seusai menghadiri upacara peringatan Hari Pahlawan di makam Pahlawan di Lubukpakam, Minggu (10/11).

“Yang dilakukan ya memeriksa, menelaah dokumen-dokumen yang sudah pernah dikeluarkan. Memang, enggak ada batas waktu untuk kita. Tapi nanti dilaporkan kembali ke sana dan mungkin nanti akan ada panggilan lagi untuk memastikan benar tidak tudingan itu (terjadi pungutan liar),” ungkapnya.

Sementara itu, informasi yang dihimpun, sebanyak 102 kepala keluarga yang mengaku menjadi korban pungli. Mereka sebelumnya memiliki lahan di 6 desa/kelurahan di dua Kecamatan.

Untuk di Kecamatan Tanjung Morawa, lokasi lahan berada di Desa Bangun Sari Baru, Buntu Bedimbar, Tanjungmorawa A, Tanjungmorawa B serta Desa Perdamean.

Sementara untuk Lubukpakam berada di Kelurahan Paluh Kemiri. Belum diketahui secara pasti, siapa yang diduga menjadi pelaku pungli tersebut.

Untuk diketahui, sebanyak 102 Kepala Keluarga dari enam desa/kelurahan di Kabupaten Deliserdang mendatangi kantor DPC PDIP, Selasa (5/11). Mereka mengaku sedang berjuang untuk mendapatkan keadilan atas pembayaran lahannya sejak tahun 2009 hingga 2011 silam.

Salah seorang warga yang diduga telah menjadi korban pungli adalah Masitah, warga Desa Tanjung Morawa A. Anaknya, Mandarintan Lubis mengatakan, bahwa lahan orangtuanya yang terkena dampak tol seluas 408 m2.

Sesuai kesepakatan, saat itu lahan orangtuanya itu harusnya mendapat ganti rugi sebesar Rp220 juta. Namun, pada kenyataannya, uang yang diterima masih Rp210.750.000.

Selain jumlah yang dibayar masih kurang, pembayarannya juga dilakukan secara mencicil. Menurut Mandarita, mereka sebelumnya juga sudah pernah melakukan aksi unjukrasa ke kantor Bupati dan DPRD Deliserdang. (bbs/ala)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *