Tren Fashion Indonesia, Viscose Bahan Ramah Lingkungan

Fashion Infotainment
BAHAN
Para Model saat berjalan di Catwalk pada acara Bali Fashion Trend Spring Summer 2020 menggunakan pakaian yang menggunakan bahan Viscone (rayon) yang ramah lingkungan.
BAHAN Para Model saat berjalan di Catwalk pada acara Bali Fashion Trend Spring Summer 2020 menggunakan pakaian yang menggunakan bahan Viscone (rayon) yang ramah lingkungan.

Tren saat ini menuntut fashion yang tidak hanya mengedepankan keindahan, tetapi juga kelestarian lingkungan. Bahan viscose atau rayon, menjadi salahsatu alternatif utama.

Bali Fashion Trend Spring Summer 2020 yang diselenggarakan pada 7-9 November 2019, menampilkan sejumlah karya dari 35 desainer ternama serta bazar yang diikuti oleh penggerak Fashion Indonesia. Dalam gelaran fashion show tersebut, sejumlah desainer anggota Indonesia Fashion Chamber (IFC), antara lain Sav Lavin dan Eny Ming, menampilkan 16 busana bercorak khas Indonesia yang terbuat dari viscose atau rayon.


Rayon tersebut produksi Asia Pacific Rayon (APR), perusahaan yang komit dalam pengembangan fashion yang berkelanjutan oleh UKM. Ajang kreasi desainer dalam negeri yang diselenggarakan oleh IFC tersebut mengangkat tema sustainable fashion, yang dituangkan ke dalam sejumlah karya terbuat dari kain rayon yang diproduksi secara berkelanjutan.

Direktur Asia Pacific Rayon (APR), Basrie Kamba, melihat konsep sustainable fashion dan “Everything Indonesia” akan memperkuat peluang industritekstil dalam negeri.

“Visscose ini sustaibability- nya plus-plus. Bukan cuma good look, namun juga ethics,’’ ungkap Basrie Kamba saat memberi sambutan di sela-sela acara.

Basrie mengajak pelaku industri tekstil termasuk para disainer, untuk memilih viscose. ‘’Viscose bisa dipadupadankan dengan poliyester, katun dan produk lainnya,’’ ungkap dia.

Basrie yakin, dengan mengoptimalisasikan bahan baku tekstil dalam negeri, dapat mempercepat target pemerintah dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Everything Indonesia” merupakan semangat untuk mendorong penggunaan produk lokal, di mana seluruh pihak diajak untuk menggunakan bahan baku yang berasal dan diproduksi di Indonesia serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat seperti serat rayon yang diproduksi APR.

“Konsep sustainable fashion menjadi perhatian dunia. Dengan sejumlah keunggulan seperti bersumber dari bumi sendiri, biodegradable, serta terbarukan, rayon bisa menjadi alternatif sekaligus masa depan bahan baku tekstil. Mimpi menjadikan Indonesia sebagai salahsatu kekuatan tekstil dan Fashion dunia bisa tercapai,” ujarnya.

National Chairman of Indonesia Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma, mengatakan tren saat ini menuntut feysen yang tidak hanya mengedepankan keindahan, tapi juga kelestarian lingkungan. Menurut dia, produk yang dihasilkan APR dapat menjadi jawaban bagi para desainer untuk berkarya dengan menggunakan bahan baku terbarukan yang sesuai dengan perkembangan dunia Fashion yang dinamis.

“Isu sustainable fashion menjadi perhatian utama di Eropa dan Amerika. Saat ini, viscose atau rayon menjadi salahsatu pilihan utama untuk mengembangkan busana dari bahan yang berkelanjutan bila dibandingkan dengan bahan baku lainnya,” ujar Ali Charisma, di sela-sela Bali Fashion Trend. (rel/mea)

Mengapa Memilih Viscose?

Asia Pacific Rayon (APR) adalah produsen rayon viscose pertama yang terintegrasi di Asia, dari perkebunan hingga viscose fibre. APR menghasilkan 100 persen rayon viscose, terbuat dari kayu selulosa terbarukan. Terdiri dari polimer berbasis tumbuhan alami, rayon viskosa dapat terurai secara alami ke dalam tanah.

“Kami ingin menjadi produsen rayon viskosa yang bertanggung jawab dan efisien berkelas dunia,” kata Basrie Kamba.

Viscose rayon memberikan manfaat ke dalam pakaian, kain rumah dan produk kebersihan yang digunakan orang setiap hari. Terbuat dari selulosa kayu, viscose rayon memiliki tampilan sutra dan nuansa kapas dengan sifat kenyamanan, breathability, dan daya serap yang sama.

Mudah diwarnai, viscose rayon ditenun atau dirajut untuk membuat pakaian dalam, pakaian bayi, rok, kemeja dan gaun yang lembut pada kulit. Di rumah, viscose rayon ini adalah kain yang ideal untuk seprai, handuk, taplak meja, serbet, sampul furnitur, tirai, dan tirai tinggi.

Pasokan kayu APR bersumber dari hutan yang ditanami secara berkelanjutan. Cellulose pulp dari perkebunan yang dikelola secara berkelanjutan dari pohon acacia dan eucalyptus yang tumbuh cepat juga menjadikan viscose rayon sebagai alternatif yang bagus untuk kapas, yang ditanam di lahan pertanian dengan menggunakan air dalam jumlah besar.

Permintaan viscose rayon semakin meningkat karena orang hanya menginginkan yang terbaik saat menyentuh kulit mereka. (rel/ram)

loading...