Pemko Medan Dianggap Tak Beri Perhatian, Honorer Mengadu ke DPRD Medan

Metropolis
MENGADU: Perwakilan Forum Honorer Indonesia Kota Medan mengadu ke DPRD Medan, diterima Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ihwan Ritonga. 
istimewa
MENGADU: Perwakilan Forum Honorer Indonesia Kota Medan mengadu ke DPRD Medan, diterima Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ihwan Ritonga. istimewa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mengeluhkan sikap Pemko Medan yang dinilai kurang memberi perhatian, perwakilan Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan mengadu ke DPRD Medan, kemarin. Mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ihwan Ritonga di ruang kerjanya.

Ketua FHI Kota Medan, Fahrul Lubis, mengatakan masih banyak permasalahan di tingkat guru honorer yang belum juga terselesaikan. Beberapa di antaranya bantuan Rp 15 miliar yang sudah dianggarkan oleh DPRD Medan sampai sekarang belum juga diterima hingga gaji guru honor hanya 3 bulan yang dibayarkan. “Padahal kami sudah tidak menerima gaji selama 5 bulan. Masa kami harus menunggu dana BOS yang berikutnya turun, pak,” ucapnya.


Fahrul dan para guru honor lainnya berharap ada upaya dari DPRD Medan untuk menyampaikan keluhan mereka ke Wali Kota Medan maupun Dinas Pendidikan Medan.

“Kami juga meminta pada Pak Ihwan menyuarakan isi hati kami ini juga. Stop penerimaan guru honor di sekolah-sekolah agar lebih sejahtera lagi. Kami juga berharap guru honor gajinya sesuai UMK, atau paling tidak sesuaikan dengan gaji honor di dinas-dinas,” pintanya seraya menjelaskan bahwa semua guru honor merupakan tamatan S1.

Menyikapi pengaduan itu Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga, mengatakan bahwa Dinas Pendidikan Medan sudah mendata seluruh guru honor penerima insentif dan memberikan data tersebut ke Pemko Medan. Hanya saja Pemko Medan yang belum juga menyalurkan dana tersebut.

“Kita paham kondisi guru-guru honor di Kota Medan yang terima gaji Rp 300 ribu – Rp 600 ribu per bulan. Tiap rapat kita sampaikan ke Disdik Medan supaya kesejahteraan guru honor di Medan diperhatikan. Makanya kemarin ada bantuan insentif yang Rp 15 miliar itu. Bagaimana teknisnya, kita serahkan ke Disdik pola pembagiannya,” jelasnya.

Ihwan menambahkan, secara tegas Fraksi Gerindra tiap tahun terus mendorong Pemko Medan supaya memperhatikan nasib guru-guru honor. Begitupun dirinya berharap semua guru bersabar. “Tahun 2020 juga akan kita anggarkan lagi insentif ke guru-guru honor. Ada ribuan guru honor kan? Jadi itu juga harus kita fikirkan,” ujarnya.

Kepada kepala sekolah, Ihwan menegaskan agar tidak menunda-nunda penyaluran dana BOS, di mana di dalamnya terdapat pembayaran gaji guru honor. “Pendapatan daerah kita di angka Rp 2,2 triliun per tahun. Kalau seluruh potensi bisa dikelola dengan baik, bisa mencapai Rp 4 triliun. Semua sektor bisa kita sejahterakan. Memang, tidak semuanya bisa dianggarkan Pemko Medan. Tapi bersabarlah, semua akan mengarah pada kesejahteraan,” pungkas Ihwan. (map/ila)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *