Buka Rute Nanning-Jakarta, Batik Air Permudah Wisman Cina ke Danau Toba

Ekonomi
Batik Air-Ilustrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Maskapai penerbangan Batik Air mempermudah wisatawan mancanegara (wisman) asal Cina ke 10 Bali Baru, salahsatunya Danau Toba, dengan membuka penerbangan langsung pulang-pergi (PP) dari Jakarta ke Nanning, China, mulai 16 November 2019. Dengan pembukaan rute ini, Nanning menjadi kota ketiga yang dilayani Batik Air di Tiongkok setelah Guilin dan Kunming.

Batik Air optimis, dengan tersedianya rute non-stop Indonesia dan Tiongkok akan memberikan dampak positif terhadap program pemerintah mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan asing.  “Hal tersebut ditandai akses mudah bagi wisatawan mancanegara khususnya dari Nanning yang berkunjung ke Indonesia melalui Jakarta,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie dalam keterangan pers yang diterima Sumut Pos, kemarin.


Rute Soekarno-Hatta – Nanning – Soekarno-Hatta oleh Batik Air dinilai bisa menyediakan kemudahan akses wisatawan mancanegara dalam mewujudkan keinginan mengunjungi berbagai destinasi di Indonesia terutama 10 Bali Baru dan 5 Super Prioritas.

Keseriusan Lion Air Group dalam mendukung program pemerintah 10 Bali Baru dan 5 Super Prioritas ini diwujudkan dengan mengakomodir wisatawan adanya akses penerbangan dan saling terkoneksi (connecting flight) bersama Lion Air Group.

Dari Jakarta, destinasi superprioritas Danau Toba, Sumatera Utara, misalnya, dapat dijangkau wisatawan dari Jakarta langsung ke Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII (DTB) Silangit. Atau via Jakarta-Medan-Silangit.

Danau Toba terbentuk akibat letusan gunung berapi yang membuat kawah semakin lama terisi oleh air. Selain itu, pada bulan-bulan tertentu ada ritual upacara tradisional oleh Suku Batak.

Selanjutnya, Tanjung Kelayang, Bangka melalui Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin (TJQ). Tanjung Lesung, Banten melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). Kepulauan Seribu, DKI Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). Candi Borobudur, Jawa Tengah melalui Bandar Udara Internasional Adisutjipto (JOG), Bandar Udara Internasional Yogyakarta Kulonprogo (YIA) dan Bandar Udara Internasional Adisoemarmo (SOC). Wakatobi (Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko), Sulawesi Tenggara melalui Bandar Udara Matahora (WNI). Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur melalui Bandar Udara Abdulrachman Saleh (MLG). Mandalika, Nusa Tenggara Barat melalui Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (LOP). Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur melalui Bandar Udara Komodo (LBJ). Dan Pulau Morotai, Maluku Utara melalui Bandar Udara Leo Wattimena (OTI).

Penerbangan ke Nanning, kata dia, adalah bagian pengembangan bisnis di Tiongkok sekaligus merupakan komitmen Batik Air dalam memperpendek jarak antardestinasi internasional sejalan memperkuat layanan dan jaringan operasional

Momen ini sekaligus menjadikan Batik Air sebagai satu-satunya maskapai yang melayani dengan frekuensi di tahap awal dua kali seminggu. Penerbangan bernomor ID-7623 setiap Selasa dan Sabtu lepas landas melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pukul 17.55 WIB (Waktu Indonesia Barat, GMT+7) dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Internasional Nanning Wuxu, pada 23.30 waktu setempat (Waktu Standar Tiongkok, GMT+8). Sedangkan rute kembali, dilayani pada hari berikutnya setiap Rabu dan Minggu.

Batik Air akan terbang dari Nanning pada 00.30 waktu setempat, menggunakan nomor ID-7622 dan diperkirakan mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pukul 04.20 WIB. Penerbangan pertama akan dioperasikan dengan armada terbaru Airbus A320-200 berkapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi yang dilengkapi inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi. (rel/mea)

loading...