Fathoni Lelang Kostum PSMS

Tergugah untuk Membantu Kondisi Ekonomi Keluarga Miskin

KUASAI BOLA:
Striker PSMS Medan Ilham Fathoni mendapat adangan dari pemain lawan pada laga di Stadion Teladan Medan, belum lama ini. Fathoni berniat melelang kostumnya, dan dana hasil lelang tersebut akan disumbangkan kepada keluarga miskin di kampung halamannya, Kabupaten Kampas, Riau.
KUASAI BOLA: Striker PSMS Medan Ilham Fathoni mendapat adangan dari pemain lawan pada laga di Stadion Teladan Medan, belum lama ini. Fathoni berniat melelang kostumnya, dan dana hasil lelang tersebut akan disumbangkan kepada keluarga miskin di kampung halamannya, Kabupaten Kampas, Riau.

SUMUTPOS.CO – Pemain muda PSMS Medan Ilham Fathoni, berniat melelang kostum pribadinya saat membela skuad Ayam Kinantan pada Liga 2 2019 lalu. Dan uang hasil lelang yang didapat, nantinya akan disumbangkan.

Hal ini tercetus, usai menyaksikan sendiri kondisi ekonomi satu keluarga miskin yang berada di kampung halaman Fathoni, Kabupaten Kampar, Riau. “Ada satu keluarga di kampung saya yang kondisi ekonominya cukup memprihatinkan. Kemarin dengar kabar dari orang kampung saya. Dan sudah saya lihat sendiri juga,” ungkap Fathoni, Jumat (29/11).

Tergugah, Fathoni pun mencari jalan untuk membantu perekonomian keluarga tersebut. Dan tercetus di benaknya, untuk menjual kostum yang dia kenakan di PSMS. “Seberapa yang didapat nanti dari hasil lelang, langsung aku sumbangkan dananya ke keluarga itu,” imbuhnya.

Dia pun menyiapkan satu kostum PSMS berwarna putih untuk dilelang. Kostum ini tinggal satu-satunya yang Fathoni simpan. Selebihnya sudah diberikan kepada ayah dan anggota keluarga lainnya. “Mungkin saya bisa membantu-bantu sedikit keuangan mereka, dengan cara menjual kostum saya di PSMS. Selagi bisa berbuat, saya ingin berguna untuk orang lain,” jelasnya. Dengan melakukan lelang kostum ini, Fathoni pun berharap, ada masyarakat yang tergerak hatinya untuk tak sekadar mendapatkan baju skuad kebanggaan masyarakat Kota Medan itu, namun juga ikut membantu perekonomian keluarga tersebut. “Mudah-mudahan ada yang mau membeli, karena ini juga sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga itu. Seberapa pun, akan berguna buat mereka,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, para pemain PSMS segera berstatus free agent, pada 20 Desember 2019 mendatang. Tak sigap, bukan tak mungkin manajemen bakal ditikung sejumlah klub yang sudah membidik penggawa-penggawa andalan Ayam Kinantan.

Dan meski kontrak para pemain baru berakhir Desember nanti, Fathoni mengaku sudah dihubungi sejumlah manajemen klub lain. “Ada beberapa klub Liga 1 dan Liga 2 yang menghubungi saya. Tapi saya belum berpikir ke sana. Karena saat ini masih berstatus pemain PSMS, dan saya akan menghargai kontrak itu sampai bulan depan,” bebernya, baru-baru ini. Fathoni pun mengaku, belum dihubungi Manajemen PSMS terkait kelanjutan kontraknya di klub.

“Belum tahu apakah kontrak saya bakal diperpanjang atau tidak. Kalau PSMS serius, saya pasti siap,” tegasnya. Di lain sisi, dia mengaku memilih fokus menggunakan waktu istirahat saat ini, untuk kumpul bersama keluarga, sembari mengembalikan kondisi fisiknya yang belum begitu fit. “Saat ini saya sudah di kampung (Kabupaten Kampar, Riau). Lebih fokus ke istirahat total, karena kondisi saya belum begitu fit. Di babak 8 besar kemarin, saya sempat terkena DBD dan tipes,” ujar Fathoni. (tmc/isc/saz)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *