PDIP Sumut: Percayakan kepada Ibu Mega

Politik

PAC se-Kota Medan Dukung Akhyar Jadi Calon Wali Kota

DUKUNG: Pengurus PAC PDIP se-Kota Medan menyatakan dukungannya kepada Akhyar Nasution menjadi calon Wali Kota Medan dari PDIP pada Pilkada serentak 2020, Selasa (7/1) lalu.
pran/sumut pos
DUKUNG: Pengurus PAC PDIP se-Kota Medan menyatakan dukungannya kepada Akhyar Nasution menjadi calon Wali Kota Medan dari PDIP pada Pilkada serentak 2020, Selasa (7/1) lalu. pran/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dukungan dari kader PDIP se-Kota Medan kepada Akhyar Nasution begitu kuat. Pengurus PAC PDIP se-Kota Medan menilai, status Akhyar sebagai kader tulen sangat pantas untuk diusung PDIP sebagai calon Wali Kota Medan pada Pilkada serentak 2020.

Namun begitu, DPD PDIP Sumut meminta kepada seluruh struktur partai untuk bersabar menunggu keputusan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, siapa sosok yang akan direkomendasikan sebagai calon Wali Kota Medan nanti.


“Seluruh komponen, baik itu masyarakat maupun struktur internal partai agar bersabar menunggu putusan dari ibu ketua umum. Kita percayakan semua mekanisme kepada Ibu Ketua Umum. Beliau pasti memutuskan orang yang terbaik, dan memang bisa membangun suatu daerah dan juga termasuk membangun Kota Medan,” kata Sekretaris PDIP Sumut, Soetarto menjawab Sumut Pos, menyikapi deklarasi Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP se-Kota Medan yang sepakat mendukung Akhyar Nasution menjadi calon Wali Kota Medan periode 2020-2024, Rabu (8/1).

Imbauan ini menurutnya tidak hanya berlaku di jajaran struktur partai tingkat Kota Medan, melainkan juga 22 struktur partai lain di Sumut yang bakal menghadapi Pilkada serentak 2020. “Kami akan tegak lurus, apapun nanti yang akan diputuskan Ibu Megawati selaku ketua umum. Sekali lagi, kepada struktur partai, saya imbau untuk menyerahkan sepenuhnya dan percaya kepada keputusan ketua umum. Itu sikap kita,” katanya.

Pihaknya belum berani menyatakan akan memberi prioritas, apakah memilih kader partai atau nonkader, mengingat dua sosok yakni Akhyar Nasution dan Bobby Afif Nasution digadang-gadang sebagai calon kuat yang bakal diusung PDI-P nantinya. “Saya kira balon-balon yang mendaftar ke PDIP dan sudah mengikuti penjaringan maupun penyaringan, adalah tokoh-tokoh terbaik. Karenanya ke-14 tokoh itu seperti Bung Akhyar, Bung Bobby, Ihwan Ritonga, Bang Maruli, dan lain-lain biarkan mereka mengikuti mekanisme itu. Dan kita harus sabar menunggu putusan dari DPP,” katanya.

PDIP Sumut pun belum mengetahui perkiraan putusan DPP, apakah rekomendasi yang dikeluarkan nanti, hanya menyebut satu nama atau justru sudah ada paketan. “Kita tunggu ya. Meski kami bisa mengusung sendiri untuk Medan, tetapi kami tetap melakukan komunikasi ataupun koalisi dengan partai-partai lain. Jadi kami belum tahu skemanya seperti apa. Kita serahkan kepada ibu untuk itu,” katanya.

Mengenai mekanisme penjaringan, diakui Soetarto sekarang ini sedang dilakukan survey internal oleh DPP partai terhadap seluruh bacalon. Di mana sebelumnya ditahap penjaringan dan penyaringan sudah diakomodir pada struktur partai tingkat satu dan dua. Dia menyebut keseluruhan hasil tersebut sudah dilaporkan ke DPP sembari berharap dalam waktu tidak akan lama ini, sudah diketahui siapa yang akan diusung pihaknya.

“Tentu kami berharap selambat-lambatnya Maret sudah ada rekomendasi, sehingga mesin partai mulai bisa bergerak untuk menyosialisasikan tokoh yang kita usung kepada masyarakat,” katanya.

DPC PDIP Kota Medan pun memberikan tanggapan atas dukungan dari sejumlah PAC tersebut. “Dukungan dalam bentuk deklarasi itu sah-sah saja, toh negara inikan negara demokrasi,” ucap Sekretaris DPC PDIP Medan, Robi Barus kepada Sumut Pos, Kamis (8/1).

Hal itu pun dianggap wajar oleh Robi, mengingat Akhyar yang memang merupakan kader murni PDIP sejak lama dan telah berpengalaman duduk di Pemerintahan Kota Medan. “Kita tidak bisa memungkiri bahwa memang Akhyar adalah kader murni PDIP, wajar saja kalau sejumlah kader PDIP di Kota Medan juga mendukungnya,” ujarnya.

Namun begitu, kata Robi, dukungan itu tidak bisa dijadikan sebuah sikap penolakan nyata kepada pencalonan Bobby Nasution. Sebab PDIP selalu terbuka dengan siapa pun, baik itu kader maupun non kader. “Kalau dibilang itu bentuk penolakan ya nggak juga, itu hanya bentuk sikap sebagian kader.

Berbeda pendapat itu kan bagian dari Demokrasi, jadi kalau ada penolakan yang datang dari perseorangan atau beberapa orang, maka itu tidak disimpulkan sebagai penolakan lembaga. Bisa saja di PAC atau DPC ada kader yang memilih sikap yang berbeda,” kata Robi.

Dijelaskan Robi, perbedaan itu tidak akan memecah belah internal PDIP, sebab PDIP sudah terbiasa dengan adanya perbedaan sikap. Sebab nantinya, keputusan tetap ada di tangan DPP dan setiap kader baik ditingkat pusat hingga kepengurusan daerah sekalipun wajib menjalankan keputusan yang telah ditetapkan oleh DPP.

Lantas, kapan DPP akan mengumumkan nama-nama yang akan diusung pada Pilkada serentak 2020? Robi mengatakan, belum mengetahui hal itu. Namun sebut Robi, kemungkinan besar hal itu akan dibahas dalam rapat kerja nasional (rakernas) PDIP yang akan dilaksanakan pada 10 Januari hingga 12 Januari 2020 mendatang. “Walaupun mungkin keputusannya bukan saat (rakernas) itu, tapi soal Pilkada sedikit banyaknya pasti akan dibahas,” pungkasnya.(prn/map)

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *