Polres Humbahas Segera Paparkan Kasus Kematian Maslin Sihombing & Video Edy Lumbangaol

Hukum & Kriminal
DIAMANKAN: Satu kasus yang belum terugkap, Maslin Sihombing, warga Dusun Pangkirapan Desa Pergaulan Kecamatan Lintong Nihuta ditemukan tewas dengan luka koyak di kepala.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Kasus kematian, Maslin Sihombing dan video Edy Lumbangaol (dugaan fee proyek) serta kasus larinya tahanan judi togel dari sel Polsek Parlilitan yang belum dapat diselesaikan oleh Kepolisian Resort Humbang Hasundutan akan terjawab sudah.

Disebutkan dalam sepekan ini, tim kepolisian dari satuan reserse kriminal akan menggelar gelar perkara terhadap perkembangan kasus yang ditinggalkan pejabat lama. Itu ditegaskan oleh, Kepala Kepolisian Resort Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono melalui WhatsApp, Minggu (12/1) sore.


Rudi menjelaskan, setelah diketahuinya ada beberapa kasus yang masih menunggak atau belum terselesaikan, telah menjadi perhatianya. Ia menegaskan, telah memerintahkan satuan reserse kriminalnya untuk segera melakukan gelar perkara.

Tujuan dari gelar perkara itu, kata dia, untuk mengetahui secara detail kendala-kendala apa saja yang dihadapi penyidik sehingga belum dapat terselesaikan.“ Jadi nanti selesai gelar, baru kita pastikan kendala-kendalanya,” kata Rudi.

Sekaitan langkanya gas elpiji berukuran 3 kilogram sejak dibulan Desember hingga awal tahun 2020, menurut Rudi, hal itu sudah dalam penyelidikan oleh pihaknya.

“ Untuk masalah gas elpiji masih proses lidik, sabar ya lae,” kata Rudi.

Perlu diketahui, , kasus yang masih menunggak, yakni kasus larinya , Freddy Barasa, tersangka judi togel dari sel tahanan Polsek Parlilitan pada bulan September tahun 2017 lalu. Hingga sampai saat ini, polisi belum berhasil menangkap , Freddy sejak melarikan diri dari sel tersebut.

Kemudian, kasus kematian Maslin Sihombing warga Dusun Pangkirapan Desa Pergaulan Kecamatan Lintong Nihuta dibulan January tahu 2018 lalu.

Maslin, ditemukan tewas didepan warung yang tak jauh dari rumah kedimannya.

Terdapat luka dibagian kepala Maslin, hingga diduga mengakibatkan kematian.

Selanjutnya, pada kasus dugaan korupsi,yakni video Edy Lumbangaol, PNS di Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat yang viral dimedia sosial yang menerima uang dari rekanan diduga terkait fee proyek.

Meski sudah melangkah jauh, semisal kasus kematian Maslin Sihombing yang sudah melakukan pemeriksaan terhadap 33 saksi. Kasus ini, belum ditemukan apa penyebabnya dan pihak penyidik masih menduga karena kecelakaan lalulintas.

Kemudian, kasus video Edy Lumbangaol. Kasus ini, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap Edy dan 3 orang saksi yang terlibat didalam video tersebut. Dan sudah mengirimkan asli rekaman video tersebut ke Polda Sumatera Utara bagian IT. (des/btr)

loading...