Bagi Warga Muhammadiyah Akhyar Nasution Sudah Lama Berbuat untuk Medan

Metropolis Sosok
DR H.Hasrat Effendi Samosir, MA

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Nama pelaksana tugas Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi terus menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat. Kalau bagi tetangga, Akhyar adalah sosok yang sederhana dan apa adanya, namun beda pula bagi warga Muhammadiyah.
Ditemui di tengah kesibukannya, DR H.Hasrat Effendi Samosir, MA menjelaskan, sosok Akhyar sudah tak asing bagi warga Muhammadiyah.

Apalagi, pria berdarah Mandailing Jawa itu sudah banyak berbuat bagi warga Medan khususnya warga Muhammdiyah sendiri.
“Sebenarnya beliau ini sudah cukup lama bergaul dan memahami kultur bagaimana Muhammadiyah itu. Secara khususnya, beliau ngaji di Kampung Dadap. Di sana ketika itu ada Ustad M Nuh Harahap, Kalimin Sunar tapi beliau lebih sering dengan Pak Yunus,” ungkap Hasrat ketika ditemui di Universitas Medan Area, Kamis (16/1/2020).


“Beliau sering dulu main di Masjid Taqwa Pulo Brayan Bengel, di Pulo Brayan Bengkel ini termasuk tempatnya bermain bola dan sebagainya. Inilah yang kita lihat. Beliau berteman baik dengan Pak Ermanto, Ketua Muhammadiyah Cabang Kampung Dadap, ini teman beliau cukup lama, sehingga beliau tahu dengan Muhammadiyah. Di samping itu, istri beliau juga alumni UMSU. Secara tak langsung, beliau sudah tak asing bagi warga Muhammadiyah,” jelas Sekretaris PDM Kota Medan itu.

“Secara umum, hubungan Bang Akhyar dengan warga Muhammadiyah sangat baik. Saat beliau masih muda, ketika menjadi legislatif dan hingga menjadi Wakil Walikota Medan, sosok Bang Akhyar tak asing bagi Muhammadiyah dan sudah banyak berbuat bagi warga Kota Medan, khususnya warga Muhammadiyah,” terangnya.

Bagi Hasrat sendiri, Akhyar termasuk orang yang sederhana dan tak terlalu formal. Bahkan, orangnya juga sangat wellcome.

“Inilah uniknya Bang Akhyar, kadang gak diundang secara formal, SMS atau WA, beliau selalu respon. Saya sangat simpati dengan Bang Akhyar, waktu itu saya khutbah di Kampung Dadap sholat gerhana matahari 2 tahun lalu. Ketika itu, sambil menunggu lamanya protokoler, beliau datang naik sepeda motor saja.

Selesai sholat beliau kecarian, apa yang hilang bang? sandal jepit. Jadi beliau pakai sandal jepit saja. Hilang sandal jepitnya, kemudia pulangnya kereta dibawa ajudan dan Bang Akhyar baru naik mobil. Saya kira itu suatu bentuk keteladan, kesederhanaan dan dia tidak pala marah-marah dengan ajudannya. Ajudannya sendiri yang risih dan malu,” ungkapnya.

Saking dekat Akhyar dengan warga Muhammadiyah, Akhyar juga tercatat memiliki nomor baku anggota Muhammadiyah (NKTAM) 1247299 yang diserahkan Sekretais Umum PP Muhammadiyah Dr Abd Mu’thi 3 tahun lalu saat milad Muhammadiyah Cabang Kampung Dadap dan launching ambulance ummat gratis.

“Dan itu tidak ada hubungannya dengan pemilu, karena masih jauh momen pilkada. Tapi karena murni beliau ngaji dulu dengan Ustad Yunus Imam Masjid Taqwa Kampung Dadap,” terangnya.

Di sisi lain, Akhyar juga banyak menghadiri kegiatan Muhammadiyah. Bahkan Akhyar pernah ngajak makan lontong bareng dengan seluruh pengurus PDM Kota Medan dan ketika itu masih kantor yang lama dan sering banjir dan bentuknya juga sangat sederhana serta masih banyak kekurangannya.

“Ketika itu kita sampaikan permohonan renovasi (gedung). Akhirnya beliau bilang mencoba untuk hibah. Dan juga berkat dorongan dari Fraksi PAN, Pak Bahrumsyah waktu itu, akhirnya kantor Muhammadiyah bisa direnovasi dengan dana hibah sebesar Rp 2 miliar. Tidak hanya difungsikan untuk perkantoran, tapi juga gedung dakwah, madrasaah aliyah, TK, pengajian MDA, gedungnya (sekarang) tidak lagi banjir, cantik dan modern,” bebernya.

Dengan jabatan Wakil Walikota Medan, lanjut dia, Akhyar sudah banyak berbuat dan maksimal. Sebab, selama 34 tahun, baru ini gedung PDM Kota Medan direnovasi total.

“Kita juga mengucapkan terimakasih atas atensi tadi kepada Bang Akhyar,” terangnya.

Dirinya juga menyebutkan, di Muhammadiyah Cabang Kampung Dadap juga tersedia ambulance. Hal ini juga berkat motivasi Akhyar, sehingga bisa terwujud. Artinya, dia menilai, kemampuan yang ada di dalam diri Akhyar dikerahkannya.

“Kan gak mungkin pula sesuatu yang gak ada, nanti ujung-ujungnya jadi menyimpang dan salah. Sama dengan bantuan untuk gedung dakwah, semua ditampung dalam bentuk hibah, ada payung hukumnya dari APBD dan dikerjakan oleh Pemko sendiri, kita nerima kunci, sehingga semua trasparan, dan warga Muhammadiyah sangat menyambut baik. Kegembiraan beliau di silaturahim syawal di Gedung Dakwah PDM, beliau datang dengan baju batik nasional Muhammadiyah sembari memberikan sambutan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, dirinya mengakui Akhyar banyak berbuat untuk masyarakat dan melakukan hal yang lebih baik. Apalagi Medan ini dulunya sering banjir, sampah dan harus ada upaya untuk lebih membangun kota ini ke depan.

“Medan kini semakin cantik dan indah, itu dirasakan masyarakat, dengan pengorekan drainase, kalaupun hujan lebat maka cepat air surut dalam beberapa waktu saja,” akunya.

Dirinya juga mengapresiasi kampanye penanggulangan sampah plastik yang tengah digadang-gadangkan Pemko Medan. Dia menilai ini sesuatu hal yang positif.

“Cuma di Medan ini kita harapkan taman-tamannya menjadi lebih bagus, kalau bisa kayak Surabaya. Kalau bisa sepanjang jalan protokoler itu ada bunga-bunga, cantik gitu. (Sehingga) mindsetnya Medan itu cantik, kita cinta Medan indah, banyak potensi terutama Medan ini kan kuliner dan jangan diabaikan Medan Utara.

Sebenarnya bisa dikembangkan wisata bahari. Kalau di Jakarta itu, malah rumah-rumah itu banyak di kawasan pantai indah kapuk kan. Harusnya kita juga di sana (Medan Utara_RED) rumah-rumah mewah juga, sehingga lebih indah dia. Apalagi di sana ada pelabuhan,” tandasnya.

Tak hanya itu, dirinya menyarankan agar Kota Medan bisa memiliki dan mengembangkan wisata sungai.

“Bagaimana Sungai Deli itu bisa menjadi ikon kebanggan. Saya lihat di beberapa tempat waktu saya ke Kalimantan, ada wisata sungainya di sana. Itu kan sungai itu bisa dijadikan objek juga,” sarannya.

Di sisi lain, dirinya berharap Kota Medan ini bisa membumihanguskan begal. Caranya, dengan menghidupkan kembali pos kamling.

“Kalau memang memungkinkan, dibiayai saja penyediaan WiFi gratis di pos kamling setiap kelurahan, sehingga banyak anak muda yang nongkrong di pos kamling dan membuat para pelaku kejahatan mengurungkan niatnya,” tutupnya. (adz)

loading...