Dokter The Clinic Beautylosophy Edukasi Anak TK Jabal Rahmah Mulia

Metropolis

Idealnya, 6 Bulan Sekali Anak Kontrol Gigi

EDUKASI: Anak-anak TK Jabal Rahmah Mulia , diedukasi dokter gigi tentang pentingnya perawatan gigi untuk mencegah lubang pada gigi, yang digelar di The Clinic Beautylosophy Jalan Sekip, Medan, Kamis (14/2).
EDUKASI: Anak-anak TK Jabal Rahmah Mulia , diedukasi dokter gigi tentang pentingnya perawatan gigi untuk mencegah lubang pada gigi, yang digelar di The Clinic Beautylosophy Jalan Sekip, Medan, Kamis (14/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tahapan atau fase gigi bercampur merupakan salah satu tahapan penting pada tumbuh kembang anak usia dini. Karenanya, para orangtua perlu melakukan perawatan pada gigi untuk mencegah gigi berlubang pada anak.

Dokter gigi (drg) Aflah Triana mengungkapkan, ketika anak sudah tumbuh gigi cukup banyak maka orangtua bisa mengenalkan kepada mereka untuk ke dokter gigi guna perawatan gigi. Sebab, pada masa pertumbuhan gigi tersebut merupakan fase gigi bercampur yang rentan menimbulkan gigi berlubang.


“Dalam fase gigi bercampur mulai tumbuh gigi susu dan gigi permanen pada anak usia dini, khususnya yang berusia lima tahun. Untuk itu, pada fase ini perlu tindakan guna mencegah terjadinya lubang gigi dengan membawa ke dokter gigi,” ungkap Aflah seusai mengedukasi perawatan gigi kepada puluhan anak dari TK Jabal Rahmah Mulia di The Clinic Beautylosophy Jalan Sekip, Medan, Rabu (13/2).

Menurut Aflah, anak usia 3 hingga 5 tahun sebenarnya sudah bisa dibawa ke dokter gigi sebagai diedukasi. Nantinya, akan dilakukan tindakan-tindakan untuk mencegah gigi berlubang dikarenakan gigi susu dan gigi permanen telah bercampur.

“Edukasi kepada anak-anak usia dini dengan memperkenalkan mereka ke dokter gigi sudah seharusnya dilakukan para orangtua. Idealnya, bisa dilakukan perawatan gigi enam bulan sekali, sama seperti orang dewasa,” kata Aflah yang didampingi drg Suwita dan drg Andri Prayuga.

Sementara, drg Suwita menuturkan, ketika membawa anak ke dokter gigi jangan dipaksa apalagi sampai dipukul. Selain itu, jangan buat seolah-olah dokter gigi itu menakutkan. “Edukasi kepada anak-anak bahwa ke dokter gigi itu penting 6 bulan sekali, hal ini untuk mencegah gigi berlubang,” tuturnya.

Diutarakan Suwita, ada trik-trik khusus dalam melayani pasien anak-anak. Artinya, memberi pelayanan kepada jangan seperti orang dewasa. “Melayani pasien anak-anak ajak dulu mereka bermain. Ketika suasana hati mereka senang dan gembira, tentu mau membuka mulutnya,” papart Suwita.

Lebih lanjut Suwita mengatakan, gigi berlubang banyak risiko yang bisa ditimbulkan, misalnya penyakit sinus. Sedangkan, bagi wanita yang sedang hamil, bakterinya bisa ke janin. Maka dari itu, sangat penting mengontrol gigi. “Terkadang untuk gigi berlubang ada yang perlu kita cabut, namun ada yang perlu ditambal. Akan tetapi, yang terpenting tidak perlu takut untuk ke dokter gigi,” jelas Suwita.

Terpisah, Kepala Sekolah TK Jabal Rahmah Mulia, Astari Anastasia menuturkan, kedatangan mereka ke The Clinic sendiri dalam rangka mengenalkan kepada siswa-siswi tentang perawatan gigi. “Kita bukan hanya ke sini saja, kita juga bawa anak-anak ke Dinas Pemadam Kebakaran. Kita mengenalkan mereka tentang profesi, karena cita-cita anak-anak ini kan banyak,” sebut Astari didampingi guru TK, Desi Maya Sari.

Ia berharap, dari edukasi perawatan gigi ini siswa-siswi tidak takut lagi untuk datang ke dokter gigi. “Ke dokter gigi itu bagi anak-anak, agar gigi mereka tetap terawat dengan baik,” ujarnya. (ris/ila)

loading...