Kerusuhan Rutan Kabanjahe: 15 Napi Jadi Tersangka Onar

Berita Foto2 Sumatera Utara
TERSANGKA Petugas menggiring sejumlah napi pascaaksi kerusuhan di Rutan Klas II B Kabanjahe, Kamis (13/2). Sebanyak 15 napi ditetapkan sebagai tersangka provokator, onar, dan pembakaran rutan.
TERSANGKA Petugas menggiring sejumlah napi pascaaksi kerusuhan di Rutan Klas II B Kabanjahe, Kamis (13/2). Sebanyak 15 napi ditetapkan sebagai tersangka provokator, onar, dan pembakaran rutan.

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO – Aksi amuk ratusan napi dengan membakar Rutan Klas II B Kabanjahe, Rabu (12/2) berbuntut penetapan tersangka. Sehari pascakerusuhan, penyidik Polres Tanah Karo menetapkan 15 orang warga binaan sebagai tersangka provokasi, onar, dan dugaan pembakaran.

“YANG diperiksa sudah 20 orang. Sebanyak 15 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Sastrawan Tarigan saat dikonfirmasi , Kamis (13/2) sore.

Jumlah ini lebih banyak dari jumlah tersangka yang siang harinya masih 4 tersangka, sesuai penjelasan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin kepada wartawan, Kamis (13/2) siang. Saat itu menurut Kapoldasu, keempat tersangka yang ditetapkan merupakan napi kasus narkotika.


“Empat napi yang ditetapkan sebagai tersangka aktor intelektual semuanya napi narkotika. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka, karena memulai memicu perlawanan kepada sipir, merusak, dan membakar Rutan,” ungkap Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin diwawancarai wartawan di gedung DPRD Sumut, Medan.

Menurut Martuani, kerusuhan yang terjadi awalnya dipicu karena ada perselisihan antara napi dengan sipir. Keempat napi kasus narkotika itu tidak terima dihukum oleh petugas sipir. “Keempatnya disanksi tidak mau dan melawan. Akibatnya, memprovokasi dan menimbulkan perlawanan dari napi kasus narkotika yang lain, sehingga terjadi kerusuhan dan pembakaran,” ujarnya.

Martuani menyebutkan, keempat napi yang ditetapkan tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun. Namun ia tidak menyebutkan identitas keempat napi tersebut dan apa kasusnya. “Kondisi di sana sudah kondusif. Semua napi bisa dievakuasi secara bertahap dengan selamat. Semuanya berjumlah 410 orang, dengan rincian 380 laki-laki dan 30 perempuan,” bebernya.

Kapolda mengakui, kondisi Rutan Klas II B Kabanjahe telah over kapasitas. “Rutan itu hanya bisa menampung 140 orang. Tetapi dimasukkan sampai 410 orang,” pungkas Martuani.

Pada Kamis sore kemarin, jumlah tersangka bertambah menjadi 15 orang. Dengan dugaan provokasi, onar, dan pembakaran.

Kasat Reskrim Polres Karo, AKP Sastrawan Tarigan, mengatakan pasca kerusuhan para warga binaan yang telah menerima vonis telah dipindahkan ke 4 rutan yang tersebar di Sumut. “Sementara napi yang belum menjalani sidang, untuk sementara ditempatkan di tahanan Polres Tanah Karo dan Polsek sejajaran,” katanya.

Kepala Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara (Kemenkumham Sumut), Sutrisman, yang meninjau Lapas Kabanjahe, Kamis (13/2) mengatakan, para napi yang sudah menjalani sidang atau vonis hakim diungsikan ke rumah binaan Tanjung Gusta, Binjai, Langkat, dan Sidikalang. Sementara untuk tahanan wanita ditempatkan di Rutan wanita.

“Semalam ratusan warga binaan, kategori napi yang sudah menjalani vonis hukuman hakim udah dipindahkan. Ada yang ke Lapas Tanjung Gusta, Sidikalang, Langkat, dan Binjai. Warga binaan perempuan juga sudah dipindahkan semua. Tahanan yang masih proses sidang atau masih titipan sudah dibagi ke jajaran Polsek dan Polres Tanah Karo. Untuk sementara, layanan kunjungan masih kita tutup hingga nanti situasi kembali pulih,” ungkap Sutrisman.

Sutrisman menyatakan, warga binaan yang masih sedang dalam proses persidangan, akan dikembalikan ke blok tahanan di Rutan Kabanjahe karena kondisi blok masih utuh. Pihaknya telah menyediakan layanan informasi untuk masyarakat, di halaman Rutan Kabanjahe. Guna mempermudah informasi pemindahan lokasi warga binaan, sehingga pihak keluarga dapat melihat informasi yang telah ditempel di dinding bagian luar.

Jumlah napi yang mengalami vonis dan dipindahkan ke Rutan Tanjung Gusta, yakni 4 napi pria dan 16 napi wanita. Binjai 61 napi, Sidikalang 34 napi, Langkat 75 napi.

Sementara di 8 Polsek jajaran Polres Tanah Karo, seperti Polsek Berastagi 10 napi, Simpang Empat, 10 napi, Juhar 20 napi, Tigabinanga 5 napi, Payung 5 napi, Munteb 5 napi, Tigapanah 20 napi, dan Polsek Barusjahe 5 napi.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri bersama Unit Identifikasi Polres Tanah Karo, telah melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) Rutan Klas IIB Kabanjahe. Olah TKP dilakukan diberapa ruang kantor, guna mengetahui asal muasal api.

Pihak Labfor juga mengambil berapa sampel di lokasi. Hingga sampai sekarang garis polisi masih terlihat terpajang di lokasi Rutan. Meski sudah digaris polisi, namun warga yang penasaran tetap berduyun-duyun datang ke lokasi.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, menambahkan napi telah dipindahkan dan dititipkan ke Rumah Tahanan Polisi Mapolres Tanah Karo dan Mapolsek jajaran sebanyak 218 orang. Proses pemindahan dilakukan malam hingga dini hari dengan pengamanan ketat. “Ada 1 orang napi diopname karena sakit di RSUD Kabanjahe,” ucapnya.

Kemenkumham Sebut Karena Razia Hp

Terpisah, Kementerian Hukum dan HAM Sumut mengatakanm penyebab kerusuhan napi di Rutan Klas IIB Kabanjahe dipicu razia handphone (hape).

“Kerusuhan bukan karena perselisihan antara napi dengan sipir. Tetapi karena razia hape. Razia itu ‘kan program kita. Itu tetap ada. Mereka (para napi) tidak senang dirazia, mungkin terusik atau gimana. Tapi itu ‘kan tugas dan kewajiban kita,” kata Humas Kemenkumham Sumut, Josua Ginting, saat dikonfirmasi di kantornya, Kamis (13/2).

Untuk mengamankan para napi, kata dia, Kemenkumham Sumut memindahkan ratusan napi di Rutan Kabanjahe ke berbagai rutan di Sumut. Sebanyak 4 napi dipindahkan ke Lapas Kelas I Medan, Lapas Binjai 61 orang, Lapas Pemuda di Kabupaten Langkat sebanyak 76 orang, Rutan Sidikalang 34 orang, dan Lapas Wanita Medan sebanyak 16 orang.

“Napi tahanan yang sedang disidik Polres dan Polda Sumut sebanyak 20 orang. Sementara, 198 tahanan akan dipindahkan ke Polsek sekitar. Satu orang yang diduga korban dari kebakaran sedang dirawat di RSU Kabanjahe,” katanya.

Adapun kerusakan di rutan akibat kerusuhan akan secepatnya dibenahi. “Kita akan membenahi peralatan kantor yang terbakar. Setelah dibenahi, para tahanan yang dititipkan di Polres-polres akan dikembalikan,” jelasnya.

Akibat kebakaran, Rutan Kabanjahe mengalami kerusakan fasilitas sebesar 50 persen. Jumlah kerugian materil belum bisa dipastikan. “Yang rusak umumnya bagian perkantoran. Kalau untuk hunian, hanya blok wanita yang kena. Selebihnya tidak,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Kabanjahe, Kabupaten Karo, mengamuk. Mereka membakar sejumlah fasilitas di Rutan tersebut. Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun 75 persen bangunan Rutan ludes dilalap api. Sekitar 410 warga binaan dievakuasi ke tahanan Polres Karo.

Peristiwa ini terjadi saat para warga binaan tengah makan siang, Rabu (12/2) siang sekira pukul 12.00 WIB. Entah siapa yang memulai, kerusuhan tiba-tiba terjadi. Dari dalam, warga binaan melempari batu ke luar Rutan. Mereka juga sempat dua kali menembakkan gas air mata milik Rutan yang berhasil mereka rampas.

Tak lama berselang, asap hitam membumbung tinggi dari atas. Api membara dan melalap bagian depan bangunan tua tersebut. Kobaran api sontak membuat suasana di Rutan kian tak terkendali. Para petugas sipir terlihat kocar-kacir menyelamatkan diri.

Tak lama berselang, 10 unit pemadam kebakaran tiba di lokasi. Karena akses masuk sempit, truk pemadam terpaksa bergantian masuk untuk memadamkan api.

Karena api terus membara, ratusan personel Polres Karo dan Yonif 125/125 Simbisa yang terjun ke lokasi, memilih mengevakuasi satu persatu petugas sipir dan warga binaan yang terjebak di Rutan. Mereka dievakuasi menggunakan tangga dari tembok samping. Ratusan polisi juga mengepung sekeliling Rutan untuk mencegah kaburnya warga binaan.

Salah seorang tahanan berinisial T mengaku kerusuhan terjadi karena ada lima orang rekan mereka yang dirantai. “Awalnya ada kawan kami yang dirantai. Makanya kami enggak terima,” ujar napi berinisial T, saat akan dimasukkan ke mobil tahanan.

Dia mengungkapkan, kelima rekannya itu sudah dirantai selama tiga hari. Tak jelas secara pasti apa penyebab rekannya tersebut diperlakukan seperti itu.

Napi lain bernama Doni Pardede justru mengaku kerusuhan terjadi karena salah satu napi tak diizinkan sipir buang air besar. “Keributan dipicu akibat salah satu napi bebas tampung (Bestam) di Blok I B mengalami sakit perut. Saat itu dia melapor pada sipir ingin buang air besar. Tapi tidak diberi izin. Sementara dia sudah tidak tahan, dan kotoran sudah ke luar di ruangan tersebut,” ungkapnya.

Doni yang tersandung kasus narkoba ini mengaku tak tahu persis siapa napi yang dilarang membuang air besar itu, karena beda sel. Tapi tak lama setelah selesai makan siang, warga binaan tiba-tiba mengamuk dan kebakaran terjadi. “Kami yang berada di dalam sel, menyelamatkan diri dengan membuka sel dibantu sesama napi,” pungkasnya.

Info lain yang diterima di lapangan, kericuhan terjadi karena para napi terlalu dikekang dan tersiksa dengan ketatnya peraturan di Rutan. Di mana hak mereka dicuri, seperti makanan dibawa keluarga yang selayaknya bisa diterima justru dibatasi. Para napi juga diwajibkan membeli kebutuhan mereka di kantin Rutan yang dikelola pihak ketiga dengan sewa Rp240 juta per tahun.

Tidak itu saja, para napi juga yang berkeinginan menelepon, dikenakan biaya Rp10 ribu untuk berapa menit saja. Peraturan ketat penuh dengan pengeluaran biaya membuat napi berontak.

Rutan Sidikalang Terima 34 Napi

Pascakerusuhan napi di Rutan Kabanjahe, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidikalang di jalan Rimo Bunga Drsa Sitinjo 2 Kecamatan Sitinjo Kabuoaten Dairi, menerima kiriman 34 narapidana (napi).

“Ke-34 napi yang kami terima semuanya laki-laki. Mereka diterima pada Rabu (13/2) sekira pukul 23.00 Wib, diantar petugas Rutan Kabanjahe dikawal Brimob,” kata Ka Rutan Kelas IIB Sidikalang, Jhon Manurung, kepada wartawan, Kamis (13/2).

Semua napi dalam keadaan sehat. Napi kiriman ditempatkan di blok Sisingamangaraja, 17 orang satu kamar. Semua napi kiriman mendapat hukuman 3 tahun ke bawah, dengan kasus dominan narkoba dan kriminal.

Penambahan napi itu menyebabkan Rutan Sidikalang semakin over kapasitas. Sebelum menerima kiriman napi dari Kabanjahe, warga binaan di Rutan Sidikalang sudah 532. Padahal kapasitas normal hanya 250 orang. Ditambah pengiriman dari Kabanjahe, menjadi 566. “Over 110 %,” sebut Jhon.

Di Lubukpakam, mengantisipasi aksi kerusuhan serupa seperti kerusuhan napi di Rutan Kabanjahe, Polresta Deliserdang langsung berkoordinasi dengan pihak Lapas Kelas II B Lubuk Pakam, Kamis (13/2).

“Rencana awal, koordinasi langsung dengan Kepala Lapas Lubukpakam. Namun karena seluruh KaLapas se wilayah Kanwil Kemenkumham Sumut sedang Rapat di Kantor Kanwil Kemenkumham Sumut, maka Kalapas diwakili oleh pejabat KPLP Lapas Chandra S Tarigan,” kata Kabag ops Polresta Deliserdang, Kompol Bambang Rubianto, kemarin.

Menurutnya, kordinasi itu merupakan atensi langsung dari Kapolda Sumut melalui Kapolresta Deliserdang. Tujuannya, agar kerusuhan di Lapas Kabanjahe dijadikan pembelajaran agar tidak terjadi di Lapas Lubukpakam. “Agar masalah kecil tidak berkembang dan secepatnya diselesaikan. Bila ada kejadian di Lapas, agar cepat berkordinasi dengan pihak TNI-POLRI dan instansi terkait,” katanya.

Saat koordinasi, Kompol Bambang Rubianto meminta kepada pihak Lapas IIB Lubukpakam, agar secepatnya menggelar rapat kordinasi dengan Polresta Deliserdang dan instansi terkait lainnya. Juga agar digelar kegiatan simulasi/pelatihan tentang cara mengantisipasi kerusuhan di Lapas. “Yakni dengan cara melatihkan peranan TNI-Polri, Damkar, dan instansi terkait lainnya dalam mengatasi kerusuhan,” katanya.

Giat koordinasi berlangsung aman dan lancar. KPLP Lapas Kelas II B Lubuk Pakam berjanji untuk menindaklanjuti hasil koordinasi secepatnya. (deo/ris/man/rud/btr)

loading...