Sebut Virus Corona Masuk ke Medan, RSUP HAM: Hoaks

Berita Foto2 Metropolis
SEBAR HOAX: Pria penyebar hoaks lewat video melalui media sosial.
SEBAR HOAX: Pria penyebar hoaks lewat video melalui media sosial.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di Medan, warganet dihebohkan dengan beredarnya sebuah video, yang menyebut virus corona sudah masuk ke Kota Medan.

Dalam video berdurasi 49 detik itu, seorang laki-laki yang mengenakan kemeja hitam dan masker abu-abu, duduk di dalam mobil kursi depan samping sopir, mengaku mendapatkan informasi dari rekannya yang bekerja sebagai tenaga medis, bahwa ada pasien yang terjangkit corona tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) Medan.


“Saya mendapat informasi dari rekan medis bahwa penyakit corona sudah masuk ke wilayah Medan, Sumatera Utara. Tepatnya, pasien tersebut sedang dirawat di Rumah Sakit Adam Malik. Buat seluruh teman-teman yang mendengarkan pesan ini, tolong keluar rumah tetap waspada dengan menggunakan masker,” ujar pria yang mengenakan cincin di jari manis kiri itu.

Pria itu juga mengatakan, kurangi kontak fisik disaat menjenguk orang yang dirawat di rumah sakit. Selain itu, kurangi juga kontak fisik disaat bertegur sapa dengan teman-teman, baik itu yang berkunjung ke rumah maupun bertemu di tengah jalan. “Dan, paling penting adalah utamakan dengan mengingat Ketuhanan Yang Maha Esa agar dilindungi dari penyakit yang mencekam dan marabahaya,” ujar laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu.

Menanggapi video itu, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM), Medan, Kassubag Humas RSUP HAM Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) membantah keras. Ia menyatakan, sampai sejauh ini rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut belum ada merawat pasien suspect COVID-19 (corona).

“Hoaks, tidak benar kabar tersebut. Kami juga telah mengklarifikasi di media sosial facebook dan lainnya,” ujar Rosa.

Ia meminta kepada siapapun agar tidak menyebarkan berita hoaks karena dapat meresahkan dan menimbulkan kepanikan di masyarakat. “Bagi pihak-pihak yang sering menyebarkan hoaks terkait virus corona, kami minta untuk berhenti menyebarkan informasi tidak benar yang dapat meresahkan dan menimbulkan kepanikan di masyarakat,” tukasnya.

Senada disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah. Kata Aris, yang disampaikan seorang pria dalam video itu adalah berita bohong. “Sampai saat ini belum ada satupun kasus COVID-19 yang ditemukan di wilayah Sumut,” tegasnya.

Disebutkan Aris, untuk di luar China, sejauh ini hanya ada satu kasus kematian saja, yakni di Filipina. “Jadi, untuk Indonesia termasuk Sumut, sejauh ini belum ada satupun kasus konfirmasinya,” tandas dia. (ris)

loading...