Jelang Musda, Golkar Binjai Dukung Kader

Politik

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumut akan menggelar musyawarah daerah (musda) sekaligus pemilihan ketua dalam waktu dekat. Sejauh ini, dua nama muncul untuk merebut kursi Ketua DPD Partai Golkar Sumut.

Adalah Yasir Ridho Lubis (Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut) dan Musa Rajekshah (Wakil Gubernur Sumut). Menyikapi soal pilihan yang sudah muncul, DPD Partai Golkar Binjai menegaskan mendukung kader untuk merebut kursi Ketua DPD Partai Golkar Sumut.


“Dari 2 orang itu, siapa yang kader?” tanya wartawan Sumut Pos. “Yasir Ridho Lubis,” jawab Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Binjai, H Noor Sri Syah Alam di Gedung Sementara DPRD Binjai, Rabu (19/2). Meski demikian, Ketua DPRD Binjai ini menjelaskan, DPD tingkat II belum ada melakukan pembahasan atau musyawarah secara internal. “Belum ada memang melakukan musyawarah,” jelas dia.

“Pada intinya, Partai Golkar itu partai yang taat aturan AD/ART dan Peraturan Organisasi. Semua mengikuti Juklak dan Juknis, dan semuanya mengacu itu,” sambung pria yang akrab disapa H Kires ini.

Lazimnya, kata dia, DPD Tingkat II seperti di Binjai juga akan melakukan pleno untuk memberi dukungan kepada calon ketua yang bakal maju nanti. Memang sejauh ini, baru 2 nama yang muncul.

“Kami akan mendukung kader terbaik. Dan pleno dilakukan jelang musda. Kami akan mendukung calon yang merupakan kader. Sementara untuk Musda kami, dilakukan setelah tingkat I,” tukasnya.

Dua nama calon Ketua DPD Partai Golkar Sumut yang muncul dinilai menjadi bagian dari acuan untuk menunjukkan solidnya kader partai berlambang pohon beringin tersebut. Diketahui, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah atau Ijeck menegaskan dirinya siap ikut bursa pencalonan ketua DPD Golkar Sumut melalui musyawarah daerah (Musda) X partai yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Namun, rencana Ijeck tersebut menuai polemik di tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Amas Muda Siregar menilai, Ijeck tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025. Alasannya, Ijeck tidak pernah menjadi kader aktif di Golkar, dan pengurus minimal dalam lima tahun atau satu periode.

“Seperti orang kalau mau jadi imam salat, dia itukan mesti paling rendah tamat alif-alif. Dia becakap ada tajwidnya, pandai baca Alquran, jangan asal-asal saja mau jadi imam salat, begitulah contohnya. Jadi kalau di Golkar itu, pernahlah dia jadi pengurus, aktif sebagai kader, ada lagi istilahnya ikut pengkaderan dan lain sebagainya. Memangnya di Golkar itu suka-sukanya, tak bisa. Ada syaratnya. Namanya partai besar, masak suka-sukanya mau jadi pimpinan,” katanya.

Kata Amas di Golkar Sumut banyak kader hebat dan mumpuni dari sisi pengalaman berorganisasi. “Kalau calon pemimpin banyak di Golkar tidak perlu dropping dari luar, gak ada itu,” pungkasnya. (ted/azw)

loading...