Laka Maut di Binjai, Sopir Truk BG Terancam Tersangka

Hukum & Kriminal
TABRAKAN: Dam truk fuso menabrak sesama dam truk  fuso, naas salah satu truk itu menimpah kendaran odong -odong menyebabkan puluhan anak-anak luka-luka dan seorang meninggal dunia.
TABRAKAN: Dam truk fuso menabrak sesama dam truk fuso, naas salah satu truk itu menimpah kendaran odong -odong menyebabkan puluhan anak-anak luka-luka dan seorang meninggal dunia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Binjai mendalami kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera Binjai-Stabat persisnya depan Mesjid Al Fallah, Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Jati Utomo, Binjai Utara, Minggu (23/2). Hasil pemeriksaan sementara, sopir Truk BG yang belum diketahui identitasnya dan masih dirawat di Klinik Asia Medica Tandam terancam menyandang status tersangka.

“Hasil sementara setelah cek dan olah TKP, pengemudi yang dari Binjai Truk berplat BG terancam tersangka,” kata Kepala Unit Laka Polres Binjai, Ipda M Ramadhan ketika dikonfirmasi.


Kecelakaan dimaksud, dam truk Fuso dengan nomor polisi alias Plat BG 8831 E yang melintas dari arah Binjai menuju Stabat ‘laga kambing’ dengan kendaraan serupa plat BB 8749 FB yang datang dari arah berlawanan. Truk BG membawa muatan batu koral yang diduga melebihi tonase.

Buntutnya, truk BG tersebut buang ke kiri yang saat itu ada odong-odong sepeda motor Honda Supra BK 5666 GW. Ketepatan odong-odong tersebut membawa 17 penumpang.

Sejauh ini, kata Kanit, sopir odong-odong atas nama Nuriadi (41) yang mengalami luka ringan sudah diambil keterangannya. “Besok kedua sopir dilakukan pemeriksaan. Mengingat saat ini mereka masih sakit dan harus mendapat perawatan medis di rumah sakit. Rasa kemanusiaan, makanya besok (hari ini) baru diperiksa,” sambung mantan Kanit Reskrim Polsek Binjai Barat ini.

Akibat kejadian ini, seorang bocah berusia 8 tahun berinisial RA warga Jalan Sukaramai, Dusun I, Desa Tandam Hulu II, Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang yang duduk di gerbong belakang meninggal dunia. Sementara, 13 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Terkait sopir Plat BG yang terancam tersangka, tambah dia, karena yang bersangkutan diduga lalai. Sebelum kejadian, cerita dia, ketepatan saat itu selepas Salat Isya.

Sang sopir plat BG diduga tak sabar. Padahal saat itu, sudah ada juru parkir yang mengatur arus lalu lintas.

“Dia (sopir plat BG) ingin mendahului. Sudah diberhentikan tukang parkir dan juga ada dua sepeda motor di depan yang sudah berhenti. Namun yang bersangkutan tidak berhenti dan malah mendahului,” beber dia.

Alhasil, truk dengan warna serupa yang datang dari arah sebaliknya tidak dapat menghindar. Diduga truk plat BB juga tidak mau melambatkan laju kendaraannya. Tak ayal, kecelakaan tak terhindarkan. Imbasnya, truk plat BG buang ke kiri karena diduga muatan yang dibawanya melebihi tonase.

“Besok kami akan ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan terhadap kedua sopir,” ujar dia.

Sementara, dalam pemeriksaan kepada penyidik bahwa sopir odong-odong membawa penumpang dari kediamannya. Kepada polisi, Nuriadi menjelaskan, 17 penumpangnya tersebut dikenalnya.

Kejadian tersebut mengundang kemacetan. Pasalnya, warga sekitar dan pengendara yang ketepatan melintas memadati lokasi kejadian, Sabtu (22/2) malam.

Tak ayal, kemacetan mengular panjang sekitar 5 km. Berdasarkan pantauan, dua unit truk yang mengalami kontra dan odong-odong sudah di Unit Laka Mapolres Binjai guna penyidikan lebih lanjut.

Jasad RA yang tutup usia dalam laka maut tersebut tidak lagi berbentuk. Pasalnya, korban yang sudah ketimpa bak truk juga dihantam muatan batu koral.

Saat kejadian, korban bersama sang kakak, Nadia. “Tak berbentuk lagi tubuhnya. Hancur semua. Isi kepala dan perutnya keluar. Saat ini, tim medis sedang berusaha menjahit yang terburai,” sebut salah seorang tim medis di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham. (ted/btr)

loading...