Pemkab Dairi Fasilitasi Pengobatan 4 Anak Disabilitas

Sumatera Utara
DIABADIKAN: Bupati Dairi,  Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Sekda,  Leonardus Sihotang menerima kunjungan keluarga Ual Sagala dan Nurlina boru Sitorus, orangtua 4 anak penyandang disabilitas di Dusun IV Huta Buttul Desa Lae Hole Kecamatan Parbuluan.
DIABADIKAN: Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Sekda, Leonardus Sihotang menerima kunjungan keluarga Ual Sagala dan Nurlina boru Sitorus, orangtua 4 anak penyandang disabilitas di Dusun IV Huta Buttul Desa Lae Hole Kecamatan Parbuluan.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi memfasilitasi lanjutan pengobatan 4 orang anak penyandang disabilitas.

Keempat anak penyandang disabilitas tersebut merupakan anak dari pasangan suami istri Ual Sagala (50) dan Nurlina boru Sitorus (45), warga Dusun IV Huta Buttul, Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan.


“Keempat anak itu akan dibawa ke Rumah Sakit Haji Adam Malik Medan sebagai tindaklanjut pemeriksaan dan pengobatan yang telah dimulai di Rumah Sakit Umum Sidikalang,”kata Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu saat menerima kunjungan orangtua penyandang disabilitas, Ual Sagala dan Nurlina boru Sitorus di ruang rapat bupati, Kamis (27/2).

Bupati Eddy KA Berutu didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), Leonardus Sihotang, menyampaikan, keempat anak tersebut diberangkatkan ke RSUP Adam Malik guna mendapat perawatan dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

Bupati mengapresiasi atensi semua pihak yang mengungkap dan menaruh perhatian terhadap keempat anak penyandang disabilitas tersebut.

Pemkab Dairi mempersiapkan 4 unit ambulance untuk mengantar dan menjemput keempat anak tersebut. “Kami juga menyiapkan tempat tinggal sementara untuk kedua orangtua penyandang disabilitas di mes Pemkab Dairi di Medan,”sambung Eddy.

Eddy KA Berutu juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah membantu dan menaruh perhatian terhadap keluarga Ual Sagala dan Nurlina boru Sagala.

Seperti disiarkan sebelumnya, 4 dari 5 bersaudara anak Ual Sagala dan Nurlina boru Sitorus menyandang disabilitas. Keluarga ini tinggal di rumah sederhana dan selama ini mereka terkesan kurang mendapat perhatian dari progam bantuan sosial (Bansos) Pemerintah. (rud/han)

loading...