Rujukan Se-Sumut Disiagakan, Rujukan Utama Infeksi Corona Tetap RSUP Adam Malik

Headlines Sumatera Utara
RUANG ISOLASI: Petugas medis di RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi, mempersiapkan ruang isolasi untuk pasien suspek virus corona atau Covid 19, beberapa hari lalu. Sebagai upaya antisipasi, seluruh rumah sakit di Sumut diminta menyediakan ruang isolasi. rudy sitangggang/sumut pos
RUANG ISOLASI: Petugas medis di RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi, mempersiapkan ruang isolasi untuk pasien suspek virus corona atau Covid 19, beberapa hari lalu. Sebagai upaya antisipasi, seluruh rumah sakit di Sumut diminta menyediakan ruang isolasi.
Rudy sitangggang/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascakepastian dua orang Indonesia positif virus Covid-19, Sumatera Utara ikut aktif melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona. Pemprovsu telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh kabupaten/kota untuk mengantisipasi pencegahan penyebaran virus ini. Seluruh rumah sakit juga diminta ikut siaga, dengan menyiapkan ruangan isolasi.

PERINTAH untuk siaga itu disampaikan Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah alias Ijeck, saat memimpin rapat koordinasi upaya pencegahan penyebaran virus corona di Sumatera Utara, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubsu, Selasa (3/3).


Ijeck didampingi Sekdaprov Sumut, R Sabrina, dan Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan, meminta seluruh jajaran Forkompinda sigap meminimalisir pencegahan penularan virus. Terutama terhadap kedatangan wisatawan lokal dan mancanegara. “Semua pihak hatus cepat, tanggap dan sigap menindaklanjuti dan mensterilkan jika ada pasien apabila terdampak virus,” kata Ijeck.

Ijeck menyebutkan, saat ini beberapa RS di Sumut sudah menyiapkan ruang isolasi.

Adapun RS Adam Malik sudah menyiapkan 11 ruangan. Selain itu juga memiliki 200 alat pelindung diri untuk mencegah penyebaran virus corona. Sedangkan RS USU menyiapkan sembilan ruang isolasi. “Kita harapkan jangan ada masyarakat Sumut terkena ataupun tertular virus ini dengan menjaga kesehatan bersama,” pungkasnya.

Kepala Dinkes Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan meminta rumah sakit di Sumut bisa menangani pasien suspek atau diduga terinfeksi virus tersebut. “Rumah sakit harus siap jika nantinya ada pasien yang suspek virus Corona. Namun demikian, dalam penanganan wabah global ini rujukannya tetap ke RSUP Haji Adam Malik (HAM) apabila pasien tersebut positif,” kata dr Alwi Mujahit Hasibuan.

Akan tetapi, kata Alwi, sampai sekarang belum ada di Sumut yang positif Covid-19. Ia pun berharap jangan sampai ada yang terinfeksi. Menurut Alwi, dalam pengawasan wabah virus itu sebelumnya pemeriksaan ketat dilakukan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang datang ke Indonesia baik itu lewat bandara ataupun pelabuhan. Namun, karena sudah ada WNI yang positif corona maka saat ini pemeriksaan tersebut juga dilakukan terhadap WNI atau kedatangan dalam negeri.

Ia menyatakan, saat ini selain RSUP HAM ada beberapa rumah sakit telah ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi alternatif terkait persoalan corona ini. Di antaranya, RSU Kabanjahe, RSU Pematang Siantar, RSU Tarutung, dan RSU Padangsidimpuan. Pun begitu, sambung Alwi, diharapkan nantinya tidak hanya RSUP HAM yang menjadi rujukan pasien suspect corona. Artinya, seluruh rumah sakit pemerintah dapat menjadi rujukan.

“Selain dari 5 rumah sakit yang sudah siap ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, ada sejumlah rumah sakit yang menyatakan juga siap. Yaitu, RS USU, RS Bhayangkara Medan, RSU Haji dan RSU Lubukpakam. Hal ini untuk mengantisipasi jika 5 rumah sakit tersebut kamar pasiennya penuh,” sebut Alwi.

Dengan kesiapan ini, tambah Alwi, diharapkan pula masyarakat tenang dan tidak panik karena rumah sakit sudah siaga. “Situasi sekarang masyarakat panik. Ada yang memborong kebutuhan pangan dan masker. Itu membuktikan kepanikan,” cetusnya.

Lebih lanjut Alwi menjelaskan, dengan menyiagakan sejumlah rumah sakit itu, diharapkan mampu mengurangi tingkat kepanikan masyarakat terhadap virus COVID-19 ini. Meski dari segi keganasan, sebenarnya virus corona lebih rendah dibandingkan dengan virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan flu burung.

“Tetapi kepanikan terhadap COVID-19 ini lebih luar biasa, karena sekarang sudah zaman media sosial (medsos). Untuk itu, dengan menambahkan kesiapan tim kita, paling tidak bisa mengurangi kepanikan yang ada,” tukasnya.

RSU Kabanjahe Siap

Manajemen RSU Kabanjahe mengaku siap menampung pasien jika ada yang terinfeksi virus Corona (Covid 19). Sebagai langkah kesiapsiagaan, Direktur RSU Kabanjahe, dr Arjuna Wijaya SpP mengaku telah melakukan langkah-langkah sesuai instruksi Kemenkes RI. Langkah-langkah tersebut meliputi, menggalang koordinasi semua lintas sektoral, termasuk dengan Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara, Dinas Kesehatan Karo dan Puskesmas-puskesmas yang tersebar di Bumi Turang.

Selain itu, pihaknya tetap mengikuti perkembangan kasus Covid 19 ini melalui Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI. Dimana pihak RSU Kabanjahe bisa langsung berkomunikasi dengan khusus penanganan Penyakit Infeksi Emerging (PIE).

Langkah lain, lanjut Arjuna, mereview kembali kesiapan penerimaan pasien Covid 19 dengan semaksimal mungkin termasuk sarana prasarana, peralatan, SDM, alur layanan dan SOP. Termasuk melakukan surveilance dan melaporkan setiap kejadian pasien dalam pengawasan secara cepat dan tepat, pastikan pengambilan sampel/swab sudah sesuai prosedur.

“Jadi pasien yang dengan kriteria diduga (suspek) kita catat sebagai Pasien Dengan Pengawasan (PDP) akan segera mendapat penanganan khusus jika datang/dirujuk ke RSU Kabanjahe,” paparnya. Bahkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya warga yang terpapar, pihak RSU Kabanjahe juga sudah menyiapkan 3 ruangan isolasi di belakang rumah sakit.

“Ruang isolasi dan laboratorium sudah kita siapkan untuk warga yang terindikasi. Peralatan dan SOP penanganan pasien, seperti sepatu boots, mantel dan masker juga sudah ada,” tambah Humas RSU Kabanjahe, Tati Anggraini.

Sebagai bentuk antisipasi dan kesiagaan, pihak rumah sakit juga melengkapi petugas medis, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan masker.

“Jika ada warga yang terindikasi, kita akan tetap menerima pasien tersebut dan menanganinya sesuai SOP yang diinstruksikan Kemenkes RI. Jika positif, sebagai penanganan lanjutan si pasien akan kita rujuk ke RSU Adam Malik Medan. Sampai hari ini belum ada pasien yang terindikasi Corona yang kita rawat,” katanya.

Sebagai bentuk pencegahan, dia mengimbau warga tetap menerapkan pola hidup sehat da bersih. Selalu cuci menggunakan sabun dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan berolahraga dan memperbanyak mengonsumsi vitamin C. Dia juga menyarankan warga mengurangi berinteraksi dengan orang asing dan kurangi aktifitas di tempat umum. Dinas Kesehatan Karo tetap melakukan sosialisasi agar masyarakat paham dan bisa menangkal virus tersebut.

Kapsul Transport

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan telah menyiapkan kapsul transport dalam rangka siaga virus Corona di Sumut. Kapsul ini disiagakan di Bandara Kualanamu dan Pelabuhan Belawan. “Kita punya kapsul transport bertekanan negatif di bandara dan pelabuhan,” ujar Kepala KKP Kelas I Medan, Pri Agung AB.

Kapsul transport ini nantinya digunakan untuk membawa pasien yang suspect corona dari pelabuhan dan bandara ke RS rujukan. KKP juga sudah terlebih dahulu memasang scanner suhu tubuh di bandara dan pelabuhan. Selain itu ruang isolasi juga sudah disiapkan jika ada orang masuk ke Sumut dan dinyatakan suspect corona.

Pri Agung menambahkan, akan ada isolasi RS jika terdapat warga yang suspect corona. “Kalau ada yang suspect atau terpapar, kita bisa melakukan karantina rumah bahkan karantina wilayah. Bisa juga pembatasan orang berkumpul dalam skala besar, itu ada dalam UU,” katanya.

Kesempatan itu pihaknya mengonfirmasi bahwa 84 orang di yang dikarantina rumah di Medan, dipastikan negatif Covid-19. Mereka sebelumnya dikarantina 14 hari dan tidak terjangkit virus corona serta sudah pulang ke rumah masing-masing. “Pertama kali melakukan karantina rumah itu adalah Sumut, di daerah lain belum ada sebelumnya. Dan kita melakukannya dengan benar. Jadi kita tak perlu ragu,” ujarnya.

Pemeriksaan saat ini, ungkapnya, semakin intensif dilakukan menyusul ditemukan dua pasien positif corona di Jakarta. “Dan kita Imigrasi kalau yang tak mau dikarantina, kita suruh pulang, tak boleh masuk Sumut,” ujarnya.

Penghentian Bebas Visa Diperpanjang

Terpisah, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut melalui Divisi Keimigrasian, memperpanjang penghentian sementara pemberian bebas visa kunjungan bagi Warga Negara (WN) Tiongkok. Penghentian sementara ini, untuk mengantisipasi wabah virus corona di Sumut. Peraturan itu tertuang dalam Permenkumham Nomor 7 Tahun 2020, tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal dalam Upaya Pencegahan Masuknya Virus Corona.

Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian TPI Medan, M Akbar Adi Nugroho mengatakan, permen ini bersifat universal karena penyebaran virus tersebut sudah menjangkit bukan hanya Republik Rakyat Tiongkok saja. “Ini karena negara sumber inkubasi konflik ini bukan hanya dari Tiongkok, tapi udah dari beberapa negara, maka permenkumham ini bersikap lebih universal terhadap setiap negara,” ucapnya kepada Sumut Pos, Selasa (3/3).

Menurut Akbar, Permenkumham Nomor 7 tahun 2020 ini menggantikan tentang pembatasan visa kunjungan sementara tempo hari. “Kalau tidak ada batas waktunya, maka peraturan akan berakhir dengan peraturan yang baru yang disusun terkait permasalahan yang sama dan peraturannya yang baru tersebut secara jelas mencabut peraturan yang sebelumnya,” terangnya.

“Jadi selama belum ada peraturannya yang baru maka peraturan tersebut akan tetap berlaku,” sambungnya.

Dalam pasal 3, bagi WNA yang ingin perpanjangan bebas visa, dapat memohon kepada pejabat dinas luar negeri yang ada di Indonesia. “Di pasal 3 sama, visa kunjungan dan visa tinggal berbatas dapat diberikan kepada orang yang memohon kepada pejabat dinas luar negeri di Indonesia,” jelasnya.

“Namun Pemohon harus memenuhi syarat, harus memiliki surat bebas terjangkit virus corona dari otoritas kesehatan setempat, dalam bahasa Inggris. Berada 14 hari di wilayah Republik Rakyat Tiongkok yang bebas terjangkit wabah corona. Masuk karantina selama 14 hari, yang di sediakan Republik Indonesia, atau singgah selama 14 hari di negara lain yang tidak terjangkit virus corona sebelum masuk wilayah Republik Indonesia,” tambahnya. Ia kembali menegaskan, peraturan ini bukan hanya untuk Cina daratan namun seluruh negara yang sudah terjangkit virus corona.

Sementara katanya, dia belum bisa memastikan berapa WN Tiongkok yang berdomisili sementara di Medan. Namun pada awal Januari hingga Februari lalu, Medan beberapa kali kedatangan WNA dari Tiongkok. “Yang sudah mengajukan permohon Izin Tinggal Dalam Keadaan Terpaksa sebanyak 18 orang,” pungkas Akbar.

RSUD Sidikalang Siapkan Ruang Isolasi

Sementara, Pemkab Dairi melakukan sosialisasi dan menyiapkan ruang isolasi di RSUD Sidikalang, bilamana ada yang dicurigai terjangkit virus Corona. Menurut Wakil Bupati Dairi, Jimmy Andrea Lukita Sihombing, sosialisasi dilakukan berupa penyuluhan pola hidup sehat bersih di masyarakat. “Untuk penanganan secara teknis terkait sosialisasi serta penyediaan ruang isolasi dan penyiapan tenaga medis bisa ditanyakan langsung kepada Dinas Kesehatan,” ucap Jimmy.

Terpisah Plt Kadis Kesehatan Dairi, Jonny Hutasoit mengaku sudah menyurati semua Puskemas dan menghimbau warga agar tidak panik. Dinkes juga sudah melakukan survei lapangan terhadap tenaga kerja asing (TKA) di PT Dairi Prima Mineral (DPM).

“Kami telah survei atau melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 73 orang TKA asal China dan TKI yang tersebar di tiga lokasi yakni di Parongil, Sopo Komil Kecamatan Silima Pungga-Pungga dan Sidiangkat Kecamatan Sidikalang. Pemeriksaan kita lakukan bukan hanya kepada TKA, tetapi kepada TKI yang berinteraksi dengan TKA. Karena penyebaran virus bisa dari keringat, berkomunikasi, tidur sama dan satu rumah,” bebernya.

Sementara, di RSUD Sidikalang telah disiapkan satu kamar isolasi atau ruangan tertutup yang tidak dicampur dengan ruangan lain. “Ruangan itu akan terisolasi bilamana digunakan. Peralatan dan tenaga dokter penanganan dini telah disiapkan,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan, jika ada yang terdeteksi terjangkit virus corona, Pemkab Dairi akan membentuk tim karena tidak bisa menangani sendiri. “Di samping itu, rumah sakit kita bukan rujukan penyakit virus corona. Kami dapat informasi, hanya 5 rumah sakit rujukan virus corona di Sumut yang ditetapkan Kementerian Kesehatan yakni RSUP Haji Adam Malik Medan, RSU Kabanjahe, RSU Siantar, RSU Tarutung dan RSU Padangsidempuan,” ucap Jonny. (prn/ris/deo/man/rud)

loading...