Peserta Tabligh Akbar di Malaysia Terjangkit Corona, Dinkes Lacak 350 Pserta Asal Sumut

Headlines Nasional

SUMUTPOS.CO – Acara tabligh akbar di Masjid Petaling Kualalumpur, Malaysia selama tiga hari, mulai 28 Februari hingga 1 Maret 2020, menjadi perhatian sejumlah negara, termasuk Indonesia. Pasalnya, usai pertemuan keagamaan yang melibatkan 10 ribu orang dari sejumlah negara itu, belasan peserta dikonfirmasi positif terjangkit virus corona. Peserta dari Indonesia mencapai 696 orang. Ratusan di antaranya datang dari Sumatera Utara.

“SAAT INI KITA sedang melacak keberadaan peserta asal Sumut yang mengikuti kegiatan tabligh akbar di Kuala Lumpur itu. Informasi diperoleh, ada 350 warga Sumut yang ikut. Mulai dari Kota Medan dan Binjai, dan lainnya. Sampai sekarang, mereka masih dilacak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Sumut), dr Alwi Mujahit Hasibuan, saat dihubungi via seluler, Jumat (13/3) sore.


Pelacakan itu, lanjutnya, harus dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Disebutkan Alwi, 350 warga Sumut yang dilacak tersebut akan masuk pada kategori orang dalam pemantauan, hingga dia terbukti sakit. Pemantauan dilakukan selama 14 hari, terhitung sejak mengalami kontak dengan orang diduga positif Covid-19.

“Seandainya aman dalam 14 hari itu, berarti sehat. Namun, untuk sekarang masih berpotensi jatuh dalam pasien untuk pengamatan,” sebutnyan

Alwi menegaskan, hingga kini Sumut masih aman terhadap virus corona. Pun demikian, kondisi tersebut masih sangat dinamis, karena situasinya akan berkembang terus. “Sebenarnya yang bisa mengamankan kita bila rantai penularannya (Covid-19) bisa kita dapatkan dan diputus,” ucapnya.

Cara memutus rantai penularan, menurutnya, ialah dengan melakukan pemantauan. Apabila sakit, maka akan masuk dalam pasien dalam pengawasan. “Akan diobati dan akan kita periksa dalam laboratorium, apakah masuk Covid-19 atau bukan,” tandasnya.

Kasubbag Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa) mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 11 ruang isolasi untuk pasien sucpect Covid-19.

“RS Adam Malik sudah jauh-jauh hari telah siap untuk menerima dan menangani pasien Covid-19,” pungkasnya.

Berdasarkan kesepakatan dengan Dinkes Sumut, terdapat 4 rumah sakit lainnya yang akan membantu apabila nantinya terjadi over kapasitas pasien. Keempat rumah sakit tersebut, yakni Rumah Sakit Umum (RSU) Haji, RSU Universitas Sumatera Utara (USU), RSU Bhayangkara Tingkat II Medan, dan RSU Lubuk Pakam.

KBRI Cari Informasi

Selain Dinkes, Kedutaan Besar RI Kuala Lumpur di Malaysia juga mengumpulkan data warga negara Indonesia yang mengikuti acara tabligh akbar di Malaysia. “KBRI masih terus mengumpulkan informasi siapa saja yang hadiri acara tersebut,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah, Jumat (13/3).

Dilansir dari SCMP, sekitar 10.000 orang dari 27 negara yang menghadiri tabligh akbar tersebut. Selain Malaysia, ada juga peserta dari Indonesia (696), Filipina (215), Thailand (132), Vietnam (130), Singapura (95).

Lalu, Kamboja (79), Brunei Darusalam (74), China (35), India (18), Bangladesh (9), Myanmar (6), Aljazira (6), Tunisia (5), Jordan (5), Afrika Selatan (4), Australia (4), Arab Saudi (3). Dan juga Korea Selatan (2), Gambia (2), Kanada (1), Selandia Baru (1), Jerman (1), Mesir (1), Tanzania (1) dan Jepang (1).

Pascapertemuan, Kementerian Kesehatan Malaysia mengumumkan 12 kasus positif virus corona terkait tabligh akbar. Saat ini, Malaysia sedang mencari 5 ribu warganya yang hadir dalam acara tersebut. Sejumlah negara bagian pun meminta warga yang datang ke acara tersebut memeriksakan diri dengan sukarela.

Karena banyaknya jemaah yang mengikuti Tabligh Akbar ini, Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Adham Baba mendesak semua peserta untuk tampil dan diuji untuk mencegah penularan Covid-19 ke masyarakat.

“Kami telah diberi tahu bahwa Covid-19 telah menjadi pandemi. Namun, situasinya masih terkendali di Malaysia. Masyarakat disarankan untuk mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah penularan virus,” ujar Adham.

Setelah adanya kasus ini, Adham mengungkapkan, Masjid Sri Petaling akan ditutup sementara untuk proses pembersihan dan sanitasi.

Sementara itu, 11 orang Brunei dikabarkan terinfeksi virus corona. Beberapa di antaranya terkait dengan pertemuan tersebut. Kasus ini merupakan pengembangan dari pasien corona di Brunei, seorang pria berusia 53 tahun menderita gejala Cocid-19, setelah 4 hari pulang dari tabligh akbar di Malaysia.

Lapas Cek Suhu Tubuh Pengunjung

Sementara, untuk mengantisipasi masuknya virus corona (Covid-19) di lingkungan lapas, Lembaga Pemasyarakatan Klas I Medan mulai memeriksa suhu tubuh seluruh pengunjung dan pegawai dengan alat pendeteksi. “Lapas Klas 1 Medan telah membuat kebijakan, dengan kita menyosialisasikan kepada seluruh pengunjung lapas, baik masyarakat ataupun pegawai, sebelum masuk ke dalam lapas kita akan melakukan pengecekan dengan alat pendeteksi suhu tubuh untuk antisipasi virus corona,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Lapas Klas I Medan, Peristiwa Sembiring, Jumat (13/3).

Dikatakannya, apabila saat dideteksi ditemukan suhu tubuh pengunjung di atas 37 derajat celcius, maka pengunjung tersebut tidak diperbolehkan masuk area lapas. Walaupun, lanjut Peristiwa, pihaknya tidak bisa memastikan itu adalah corona atau tidak. “Tapi kita ingin memastikan yang masuk ke dalam setidaknya berbadan sehat. Kita mengantisipasi 3000 warga binaan jangan sampai tertular. Sebab, banyaknya jumlah warga binaan yang menghuni di lapas sehingga terjadi over kapasitas, apabila terkena satu akan kewalahan untuk mencegahnya dan mengobatinya,” jelasnya.

Peristiwa menambahkan, selain penerapan deteksi suhu tubuh, Lapas Medan juga membagikan sarung tangan dan masker kepada pengunjung. Selain itu, menyediakan sanitizer dan westafel di ruang kunjungan dan ruang tunggu masuk. “Jadi penerapan antisipasi ini, sudah berjalan hampir10 hari telah diberlakukan. Westafel juga sedang dikerjakan dan hampir rampung. Antisipasi ini dilakukan juga atas arahan Kalapas Medan,” sebutnya.

7 Perintah Pemkab Karo

Sementara, Pemkab Karo mengeluarkan tujuh perintah kepada jajaran untuk menghadapi ancaman Virus Corona (Covid-19). Adapun ketujuh instruksi Bupati Karo tersebut, pertama menyebarluaskan imbauan kepada masyarakat melalui Dinas Komunikasi dan Informasi agar tetap bersikap tenang, tidak panik, tidak berlebihan membeli kebutuhan dan tidak menimbun bahan kebutuhan pokok serta berperilaku hidup sehat, bersih dan menjaga kesehatan diri.

Kedua, membentuk Tim Terpadu Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Karo dan kecamatan masing -masing dengan melibatkan Forkopimda dan instansi terkait. Ketiga, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pengendalian risiko penularan infeksi Covid-19 di wilayah Kabupaten Karo dan kecamatan. Keempat membuat dan melaksanakan kebijakan teknis peningkatan kewaspadaan risiko penularan infeksi Covid-19 beserta pencegahan dan pengendaliannya.

Kelima, menyusun rencana kontinjensi bersama Dinas Kesehatan, TNl/Polri, rumah sakit dan seluruh perangkat daerah terkait. Keenam, meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit rujukan untuk penanganan infeksi Covid-19, termasuk penambahan jumlah tempat tidur, tenaga medis dan peralatan medis.

Dan ketujuh, melalui tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Perindustrian dan perdagangan meningkatkan inspeksi dan pemantauan ke pasar dan gudang dalam rangka mencegah potensi penimbunan barang dan harga kebutuhan pokok, termasuk peningkatan koordinasi bersama asosiasi pedagang dalam rangka memastikan ketersediaan kebutuhan pokok yang memadai dan harga yang terjangkau.

Kepala Dinas Kesehatan Karo Irna Safrina Meliala mengimbau masyarakat agar berprilaku hidup sehat dan menjaga daya tahan tubuh. Irna menganjurkan kepada warga yang alami demam dengan suhu 38 derajat Celcius, batuk dan sesak napas agar memeriksakan diri. “Jika mengalami demam (dengan suhu badan) lebih dari 38 derajat Celcius, batuk, sakit tenggorokan , sesak napas, kenakan masker, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat yang disediakan pemerintah,” kata Irna.

dr Truli Pardede SpP, dari RSUD Kabanjahe menekankan kepada masyarakat pentingnya mencuci tangan dalam mengantisipasi Virus Corona. “Yang perlu kita ingat untuk pencegahan Virus Corona, cara mencuci tangan dan penggunaan masker yang benar. Pemakaian masker tidak boleh berulang ulang dipakai, minimal satu hari masker 4 jam digunakan, setelah itu harus dibuang dan penggunaan masker hanya bagi orang terindikasi sakit, sedangkan tidak sakit tidak perlu pakai masker,” tegasnya. (ris/kps/man/deo)

loading...