Isu Pasar Tradisional di Tebingtinggi Tutup Seminggu, Disperindag: Berita Hoaks

Sumatera Utara
TINJAU: Kadis Perdagangan meninjau pasar tradisional Gambir Kota Tebingtinggi, Senin (23/3).
TINJAU: Kadis Perdagangan meninjau pasar tradisional Gambir Kota Tebingtinggi, Senin (23/3).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Perdagangan Kota Tebingtinggi menampik adanya isu ke sejumlah pedagang pasar tradisional ditutup selama seminggu terkait penyebaran Covid-19 atau virus Corona.

“Itu berita hoax. Pedagang pasar tradisional yang ada di Kota Tebingtinggi ini tetap buka seperti biasa, dan melakukan aktivitas jual beli,”ujar Kadis Perdagangan, Gul Bakhri Siregar MSI saat dihubungi Sumut Pos, Senin (23/3).


Isu yang beredar di sejumlah pedagang, pemerintah menghentikan aktivitas pasar tradisonal di Kota Tebingtinggi terhitung mulai tanggal 20 sampai 27 Maret mendatang.

“Jangan percaya dengan berita berita yang tidak benar, pedagang seharusnya bertanya kepada pihak Dinas Perdagangan,” jelas Gul Bakhri.

Gul Bakhri mengimbau kepada seluruh pedagang pasar tradisional untuk terus berjualan, dan menjaga kebersihan tempatnya berdagang.

“Diharapkan kepada pedagang untuk mengikuti maklumat yang telah disampaikan oleh Wali Kota Tebingtinggi dalam penanganan penyebaran Covid-19,” pintanya.

Kabar pasar tradisonal di Kota Tebingtinggi tutup selama seminggu, sempat membuat sejumlah pedagang mengeluh. Salah satunya pedagang ayam potong yang berada di Pasar Gambir Kota Tebingtinggi. Dikatakannya, kabar pedagang dilarang berjualan gara-gara Covid-19.

“Rupanya cuma isu saja. Tetapi selama Covid-19 dan ada yang meninggal, pedagang merugi karena konsumen takut berbelanja ke pasar,”kata seorang pedagang yang enggan namanya dicatut di koran. (ian/han)

loading...