9 Positif Covid-19 di Sumut, Pejabat Meninggal PDP, Anggota DPRD Positif

Headlines Sumatera Utara
Walking Through Disinfection PT Angkasa Pura 2 Bandara Kualanamu menyediakan fasilitas Walking Through Disinfection (ruang sterilisasi) bagi pengguna jasa bandara yang datang dan berangkat.
Walking Through Disinfection PT Angkasa Pura 2 Bandara Kualanamu menyediakan fasilitas Walking Through Disinfection (ruang sterilisasi) bagi pengguna jasa bandara yang datang dan berangkat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah orang yang positif virus corona atau Covid-19 di Sumatera Utara bertambah. Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut per 25 Maret, tercatat 9 orang positif corona, dengan rincian 8 dirawat dan 1 meninggal dunia. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 55 orang, 2 di antaranya meninggal. Salahsatu di antara pasien positif adalah anggota DPRD Sumut. Sementara seorang pejabat di Pemko Medan, meninggal sebagai PDP non hasil laboratorium.

ANGGOTA DPRD Sumut yang positif COVID-19 adalah M Aulia Rizky Aqsa, dari fraksi Gerindra. Kebenaran tentang informasi positif corona disampaikan sendiri oleh Aulia Rizky, yang tersebar ke grup-grup WhatsApp wartawan, Selasa (24/3) malam.


“Selamat sore rekan-rekan dan senior fraksi Gerindra. Saya sudah keluar hasil dan dinyatakan positif corona. Saya berharap senior fraksi Gerindra memeriksakan diri ke rumah sakit Adam Malik, karena saya secara fisik sehat tetapi dinyatakan positif Corona. Terutama pak Dachi @Thomas Dhacin, karena saya mulai sakit ketemu pak Dachi di bandara di Jakartan

Semoga bisa secepatnya senior-senior dapat memeriksakan dirinya,” bunyi pesan dari Aulia Rizky.

Sementara itu, seorang pejabat di Pemko Medan meninggal di RSUP Adam Malik Medan sebagai Pasien Dalam Pengawasan, Rabu (25/3) sekira pukul 17.00 Wib. Asisten Pemerintahan Setdako Medan, Musaddad Nasution, meninggal dunia di usia 60 tahun.

Informasi diperoleh dari akun Whatsapp Bagian Humas Setdako Medan, almarhum sempat diopname di RSU Adam Malik Medan karena mengalami demam, batuk, dan sesak nafas.

“Masuk rumah sakit sesuai info yang didapat hari Senin tanggal 23 Maret 2020. Diopname di rumah sakit Adam Malik,” katanya.

Namun belum diketahui pasti apakah yang bersangkutan positif corona. Tidak ada penjelasan detail dari petugas berwenang. Termasuk berapa lama dia diopname di rumah sakit tersebut. Beberapa pejabat lingkungan Pemko Medan hanya mengakui, Musaddad meninggal.

“Iya Pak Musaddad meninggal tadi. Untuk lanjutnya saya tidak tahu,” ungkap Kabag Umum Setdako Medan M Andi Syahputra.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah, Suherman juga membenarkan. “Benar, meninggal dunia sore tadi. Sekitar jam 4 lewat,” ucap Suherman.

Kasatpol PP Muhammad Sofyan turut membenarkan informasi ini. “Benar, Pak Musaddad meninggal dunia,” kata Sofyan.

Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa), saat dikonfirmasi membenarkan, Musadad berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Mengenai positif atau negatif Covid-19, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium Balitbangkes di Jakarta. “Masuknya (dirawat) sejak Senin (23/3). Kurang tahu apa profesinya tapi ya benar meninggal, status PDP,” ujar Rosa singkat yang dikonfirmasi via pesan whatsapp, Rabu malam.

Informasi di lapangan, almarhum sebelumnya berangkat ke Jakarta untuk keperluan dinas. Sebelum menjabat Asisten Pemerintahan, almarhum menjabat jabatan penting seperti, Kasat Pol PP, Plt Kadis Perdagangan, dan lainnya.

Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Komplek TVRI.

Selain kedua pasien di atas, isu corona juga menerpa lingkungan Pemprovsu. Disebut-sebut, ajudan pribadi (ADC) Wagubsu, Musa Rajekshah bernama Qori, positif terinfeksi Covid-19, setelah pemeriksaan yang dilakukan pada Selasa sore. “Positif katanya. Tadi sore keluar hasil tesnya,” tutur sumber Sumut Pos di lingkungan Pemprovsu.

Kabar dimaksud semakin kuat setelah dikonfirmasi ke orang-orang disekeliling Wagub. Namun tak satupun yang berani memastikan, sebab mereka belu melihat langsung hasil tesnya. “Bagusan infonya dari Gugus Tugas saja, Bang. Karena aku pun tidak melihat hasil tesnya,” kata sumber itu.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi baik dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut maupun pihak Pemprovsu, belum berhasil didapatkan. Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Riadil Akhir Lubis, belum bersedia memberi klarifikasi.

Begitupun Kadinkes Sumut Alwi Mujahit, yang juga tergabung di gugus tugas, tidak berani mengeluarkan statemen. “Saya tidak berhak mengeluarkan pernyataan. Hubungi ketua Gugus Tugas Covid-19 Sumut,” katanya.

Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Hendra Dermawan pun mengaku belum mengetahui ihwal kabar tersebut. “Saya belum monitor,” kata singkat.

loading...