Di Sumut: 55 PDP Corona

Headlines Sumatera Utara
DISEMPROT: Petugas kesehatan menyemprot tiap ruangan di Mapoldasu.
DISEMPROT: Petugas kesehatan menyemprot tiap ruangan di Mapoldasu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut per 25 Maret 2020, tercatat 9 orang positif COVID-19 di Sumut, dengan rincian 8 dirawat dan 1 meninggal dunia. Jumlah ini seimbang dengan yang negatif sebanyak 9 orang, dengan 6 masih dirawat di rumah sakit dan 3 orang pulang.

Jumlah 9 orang yang positif meningkat drastis dari dua hari sebelumnya, Senin dan Selasa (23-24/3). Pada Senin, kasus positif Covid-19 hanya berjumlah 2 orang. Sedangkan Selasa meningkat menjadi 8 kasus. Sementara kasus yang negatif pada Senin terdapat 6 orang dan Selasa menjadi 8 orang.


“Positif Covid-19 berjumlah 9 orang, 1 meninggal dan 8 dirawat. Sedangkan negatif 9 orang juga, 6 masih dirawat dan 3 sudah pulang,” ujar Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis dalam keterangan pers melalui video streaming, Rabu (25/3) sore.

Riadil menyatakan, saat ini sudah ada 3 orang meninggal dunia akibat kasus Covid-19, yaitu 1 orang yang positif dan 2 orang lagi status PDP non hasil laboratorium.

“Untuk jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) sebanyak 55 orang yang dirawat di 24 rumah sakit kawasan Medan, Deliserdang, Pematangsiantar, Sergai dan Langkat. Jumlah PDP ini juga meningkat (Selasa 53 PDP, Senin 50 PDP),” kata dia.

Disebutkan Riadil, peningkatan juga terjadi pada jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang saat ini berjumlah 1.976 orang. Sementara pada Selasa berjumlah 1.391 orang, dan Senin 763 orang.

“Para ODP itu hampir ada di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Namun, tercatat yang paling banyak di Medan, Deliserdang, Pematangsiantar, Asahan, Binjai, Pakpak Bharat, dan seterusnya,” bebernya.

Ia mengaku, dari hampir total ODP tersebut, masih terus dilakukan tracing (pelacakan) oleh Dinas Kesehatan terhadap kontak erat. Karena itu, diminta kepada para ODP dan kontak erat mohon kerja samanya untuk patuh mengikuti anjuran pemerintah dengan memberikan data diri serta karantina rumah. Hal ini untuk memutus mata rantai penularan.

“Kalau tidak patuh, maka ini menimbulkan dampak yang tidak seperti kita duga. Virus ini akan menyebar lebih cepat,” sebut Riadil.

loading...