Ikuti Imbauan Pemerintah untuk Social Distancing, Fraksi PKS DPRD Medan Tunda Sosialisasi Perda

Metropolis Politik
KETERANGAN:  Sekretaris Fraksi PKS DPRD Medan, Syaiful Ramadhan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung DPRD Medan, Rabu (24/3).
KETERANGAN: Sekretaris Fraksi PKS DPRD Medan, Syaiful Ramadhan saat memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung DPRD Medan, Rabu (24/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Medan mengikuti imbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan kontak sosial (social distancing) dengan menunda pelaksanaan Sosialisasi Perda (Sosper) untuk bulan Maret 2020 ini.

“Ini sudah menjadi kesepakatan bersama di Fraksi PKS DPRD Medan, untuk Maret ini kami menunda pelaksanaan Sosialisasi Perda. Kesepakatan ini kami ambil merujuk kepada anjuran pemerintah soal pembatasan sosial serta maklumat Kapolri,” ujar Sekretaris Fraksi PKS DPRD Medan, Syaiful Ramadhan kepada wartawan di Gedung DPRD Medan, Rabu (24/3).


Syaiful menerangkan, setiap sosialisasi Perda biasanya menghadirkan 200 hingga 300 masyarakat setempat. Untuk itulah, Fraksi PKS mengambil opsi menunda sementara pelaksanaan sosper ini. “Banyak pertimbangan yang kami ambil yang pada akhirnya berkeputusan menunda sementara pelaksanaan Sosper ini,” ujarnya.

Politisi Muda asal Medan Maimun ini menerangkan, pelaksanaan Sosper nantinya akan melibatkan warga dalam jumlah yang cukup banyak. Pihaknya pun khawatir, sosialisasi Perda malah tidak membawa manfaat, justru menjadi sarana penyebaran virus Corona. “Kita ingin setiap kegiatan yang kita laksanakan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat, bukan malah sebaliknya,” tegasnya. Terkait pelaksanaan Sosper diwaktu yang akan datang, Syaiful menerangkan pihaknya akan menunggu arahan pemerintah dan partainya di pusat atau DPP. “Kita tunggu arahan pemerintah dan partai, kita sangat berharap persoalan wabah corona ini bisa segera dituntaskan,” terangnya.

Syaiful pun turut mengajak masyarakat Kota Medan untuk mengikuti imbauan pemerintah agar melakukan social distancing.

“Kita harus berpartisipasi dalam memutus mata rantai virus ini dengan tidak beranjak dari rumah bila tidak ada keperluan yang sangat penting. Di rumah, masyarakat tetap bisa beraktivitas positif sembari terus bermunajat agar Allah SWT menyelamatkan Indonesia dari wabah ini,” pungkasnya. (map/ila)

loading...