Insentif Dokter & Tenaga Medis yang Menangani Covid-19

Metropolis
BERSIAP: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3). Mulai hari ini, Senin (23/3), Wisma Atlet siap dipakai sebagai RS darurat pasien COVID-19.
BERSIAP: Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan untuk membersihkan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting, meminta Pemprovsu memberi perhatian kesejahteraan dan keselamatan para dokter/tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.

“Perlu ada perhatian khusus dari pemda kepada para dokter dan perawat agar semangat mereka tidak kendor melaksanakan tugasnya,” ujarnya, Rabu (25/3).


Diakuinya, melayani kesehatan dan memberi pertolongan bagi masyarakat baik yang positif Covid-19, sudah merupakan tugas para dokter dan paramedis. Tapi tugas mereka saat ini sangat berat dan beresiko tinggi, sehingga perlu ada perhatian khusus dari pemda.

“Kalau perlu para dokter dan perawat yang menangani pasien virus corona diasuransikan atau diberi insentif, sebab merekalah ujung tombak dalam menghadapi virus berbahaya ini,” tegasnya.

Pihaknya juga mengingatkan agar Pemprovsu menyediakan APD. “Kalau paramedis tidak dilindungi dengan peralatan lengkap, bagaimana dokter bisa menangani pasien secara maksimal? Dokter dan perawat juga manusia yang tidak kebal dari serangan virus. Silahkan cek di setiap rumah sakit, apakah sudah lengkap alat-alat pelindung. Jika belum ada, segera lengkapi. Jangan terhenti hanya terkendala keterbatasan anggaran,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Pemprovsu menurut dia, bisa menggunakan anggaran pendahuluan yang nantinya akan dialokasikan di P-APBD 2020. “Kalau untuk menyelamatkan rakyat, tidak masalah diambil anggaran pendahuluan. Karena situasi sudah gawat darurat dan dewan siap mendukung anggaran tersebut pada pembahasan P-APBD 2020,” katanya.

loading...