Melawan Pandemi Corona, Binjai 185 ODP, 3 Dikarantina

Sumatera Utara
FASILITAS: Rumah Sementara di Gedung MTQ Binjai Timur memiliki fasilitas bed untuk pasien terpapar Corona.
FASILITAS: Rumah Sementara di Gedung MTQ Binjai Timur memiliki fasilitas bed untuk pasien terpapar Corona.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Jumlah Orang Dalam Pemantauan Covid-19 di Kota Binjai terus bertambah. Hingga Rabu (25/3) pukul 16.46 WIB, sudah 185 orang yang termasuk dalam ODP. Dan 3 orang menjalani karantina di rumah sementara di Gedung MTQ Binjai Timur.

Adanya peningkatan dari sehari sebelumnya, yakni 162 orang. Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Binjai, Ahmad Yani, jumlah ODP yang bertambah semakin baik. Sebab, masyarakat proaktif melaporkan kepada pemerintah setempat. “Yang buruk itu kalau PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Ini ada yang salah pemahamannya di masyarakat. Kalau ODP ini baru pulang dari daerah terjangkit dipantau dan terdata, dan selesai akan dicabut ODP. Kalau ODP sedikit atau gak ada berarti pemerintah gak kerja, artinya semakin banyak terdata ODP, ya bagus,” kata Yani.


Tim Penanggulangan Covid-19 Binjai sudah membuka Posko di Dinas Kesehatan. Tim gabungan dari sejumlah instansi bersama medis terus melakukan koordinasi, mendata warga Binjai yang terdampak virus Corona. “Terakhir yang dikarantinakan adalah warga Binjai Utara yang baru berpulang dari daerah Ibu Kota Jakarta,” tambah dia.

Sementara, BPBD, Dishub dan Satpol PP Binjai terus keliling Kota Rambutan unsur TNI-Polri melakukan sweeping Selasa malam ke cafe-cafe, Pasar Kaget bahkan pesta undangan yang dibubarkan. Seorang pedagang warung mengaku dilema dengan keadaan ini. Pasalnya, sudah dua pekan jualannya sepi. Namun kini, ada kebijakan pembubaran aktivitas orang berkumpul, dan semakin diperparah lantaran pemerintah tidak mberikan solusi.

“Kalau kamu tidak bisa jualan kami makan apa? Sudah dua minggu begini sepi, sekarang main bubarkan. Orang itu enak lah digaji negara, yang pedagang ini uang buat makan dari mana? Kasih solusi lah atas keadaan darurat,” kata pedagang Pasar Kaget. Tak hanya pedagang, di Binjai para pengemudi ojek online juga sudah sangat merasakan dampak corona. Mereka merasakan sepi order baik penumpang mau pun yang memesan makanan. “Sepi kali sekarang order, beli minum rokok pun payah. Kami berharap pemerintah setempat kasih solusi untuk masyarakat,” tukas Sampang, Pengemudi Ojek Online. (ted/han)

loading...