Persiapan Libur Lebaran 2020, Tol Tetap Dibuka, Puncak 21-22 Mei

Berita Foto2 Headlines Sumatera Utara
PELAYANAN: Petugas JNT mendapat pengarahan tentang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, selama libur Lebaran di masa pandemi Covid-19, Jumat (15/5).
PELAYANAN: Petugas JNT mendapat pengarahan tentang memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, selama libur Lebaran di masa pandemi Covid-19, Jumat (15/5).

SUMUTPOS.CO – Libur Lebaran sudah di depan mata. Meski mudik dilarang, ruas jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT) dan Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) tetap dibuka untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan. Namun sejumlah protokol kesehatan diberlakukan untuk mencegah Covid-19.

“JALAN TOL tetap dibuka seperti biasa, tapi mengikuti protokol kesehatan. Kita mengimbau agar pengemudi memastikan kondisi kesehatannya, kondisi kenderaan, pastikan e-money cukup dengan tujuan pintu keluar, kecepatan 80 KM per jam, jaga jarak,” tutur Operation Dept. Head Regional Jasamarga Nusantara Tollroad (JNT), Mariance Napitupulu, dalam keterangan pers virtual melalui aplikasi Zoom, Jumat (15/5).


JNT yang masuk kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk itu memprediksi, puncak kendaraan bermotor melintas di ruas jalan tol dengan jumlah besar terjadi pada tanggal 21 dan 22 Mei 2020. Kemudian arus kembali pada 25 Mei 2020. Untuk itu, JNT tetap mengikuti ketentuan operasional di tengah pandemi Covid-19 melalui sosial distancing dan physical distancing di jalan tol Belmera dan tol MKTT, selama melayani masyarakat.

“Petugas operasional Jasa Marga dilengkapi alat pelindung diri. Selalu dilakukan pengecekan suhu tubuh. Kemudian konsumsi vitamin untuk menjaga kondisi diri dan kesehatan,” kata Mariance.

Regional JNT Division Head, Teddy Rosady, mengatakan pihaknya memastikan pelayanan jalan tol di tengah pandemi Covid-19 tetap dioptimalkan, demi memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen jalan tol.

“JNT menyiapkan strategi menghadapi arus libur Lebaran, dengan memberi perhatian besar terhadap aspek keselamatan pengemudi, optimalisasi kapasitas Gerbang Tol (GT), dan kenyamanan di tempat istirahat khususnya bagi para pengguna jalan tol yang melalui ruas Jalan Tol MKTT dan Belmera,” sebut Teddy.

Pihaknya memberikan pelayanan terbaru kepada masyarakat untuk mempermudah transaksi saat masuk dan keluar melalui gerbang tol ada, khusus di Tebing Tinggi. “Kami menyediakan 3 lajur khusus layanan top up tunai di GT Tebing Tinggi, percepatan transaksi di GT dengan mobile reader, penempatan petugas untuk membantu tapping uang elektronik, dan memastikan ketersediaan uang elektronik,” jelas Teddy.

Sementara di Bidang Pelayanan Lalu Lintas, upaya yang dilakukan berupa penyebaran volume lalu lintas, peningkatan aspek keselamatan jalan, percepatan penanganan gangguan, penambahan petugas operasional dan rekayasa lalu lintas sebagai antisipasi kemacetan panjang.

“Kami menyiapkan kendaraan operasional pelayanan lalu-lintas, yang terdiri dari 7 unit kendaraan patroli, 4 unit kendaraan ambulans, 2 unit kendaraan rescue, 5 unit kendaraan PJR, dan 7 unit kendaraan derek. Seluruhnya tersebar di ruas jalan tol MKTT dan Belmera,” jelas Teddy.

JNT juga memastikan pengerasan jalan, sarana pelengkap jalan seperti marka, guide rail, dan perambuan, baik di ruas jalan tol MKTT maupun Belmera, tetap terpenuhi sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Untuk mempercepat distribusi informasi, JNT menyiapkan posko terpadu yang terintegrasi dengan 19 unit Variable Message Sign (VMS) yang terpasang di gerbang tol, 5 unit VMS berada di mainroad, 8 unit VMS di akses tol, 18 unit CCTV terpasang di gerbang tol dan 228 unit CCTV yang berada di lajur ruas jalan tol.

Keberadaan dan kesiapan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area di sepanjang ruas Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi juga mendapat perhatian untuk dioptimalkan saat Lebaran. “Dengan fasilitas memiliki masjid, toilet, lokasi parkir dan SPBU,” ungkap Kepala Wilayah VI Medan PT Jasamarga Related Business (JMRB), Yudiana.

Di tengah pandemi Covid-19, JNT memastikan pelaksanaan kegiatan operasi Jalan Tol MKTT dan Belmera sesuai dengan ketentuan Surat Edaran Kementerian PUPR Nomor: 07/SE/M/2020 tanggal 2 April 2020 tentang Protokol Pencegahan Penularan dan Penanggulangan Covid-19 di Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Jalan Tol serta Transaksi di Gerbang Tol.

Yudiana mengatakan, rest area yang berada di KM 65A dan KM 65B dipastikan siap melayani pengguna jalan pada arus libur Lebaran 2020. Namun pelayanan seperti parkir akan dibatasi dengan hingga kapasitas 50 persen. Sehingga tidak terjadi mobilitas masyarakat dengan jumlah besar nantinya.

“Di rest area telah dilakukan pembersihan dan penyemprotan dengan cairan disinfektan secara berkala. Selain itu, pengelola rest area akan memberlakukan beberapa pengaturan diantaranya screening suhu dan kewajiban pemakaian masker bagi pengunjung serta petugas rest area, penambahan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer. Penyediaan menu take away oleh tenant untuk meminimalisir transaksi, serta pemberlakuan parking distancing,” jelasnya.

Ia mengatakan di tol MKTT mengalami penurunan aktivitas lalulintas akibat penyebaran virus corona atau Covid-19. Hal ini, juga terlihat dari kunjungan rest area juga menurun selama bulan ramadan ini. “Kami juga menyiagakan ruang isolasi. Bila mana ada warga terpapar. Kami juga bekerjasama dengan rumah sakit terdekat untuk melakukan penganan pasien Covid-19,” tutur Yudiana.

JNT juga menjalin kerjasama dengan pihak Kepolisian, TNI dan Dinas Perhubungan serta Perangkat Desa untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan kelancaran pengguna jalan tol.

“Pengguna jalan tol dapat menghubungi Contact Service 14080 untuk wilayah nasional, 08116285555 untuk Jalan Tol MKTT dan (061) 6611701 untuk Jalan Tol Belmera,” pungkasnya.

1.000-an Kendaraan Diputar Balik

Sementara itu, memasuki hari ke-21 Operasi Ketupat Toba 2020, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dan Polres jajaran, terus gencar melaksanakan tertib lalu lintas, sebagai upaya memutus mata rantai wabah virus Corona (Covid-19).

Dalam operasi Ketupat Toba 2020, tercatat 14 kasus lalulintas dan 32 kasus kriminal. Tidak hanya itu, sejumlah pemudik juga dilakukan tindakan putar balik. Hampir 1.000-an kendaraan disuruh putar balik.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, dari hasil operasi Ketupat Toba 2020, ada berbagai kasus terjadi. Dari data Kamseltibcar Lantas untuk jajaran, total ada 14 kasus, dengan luka ringan berjumlah 9 orang, luka berat 6 orang dan meninggal dunia 3 orang. “Seluruhnya diperkirakan kerugian materi sebesar Rp12,5 juta,” ujarnya, Jumat (15/5).

Adapun perincian 14 kasus lalulintas yang berhasil dihimpun yakni, di wilayah hukum Polrestabes Medan ada lima kasus kecelakaan lalulintas. Korban berjumlah enam orang, dengan perincian satu orang luka ringan, tiga luka berat dan dua meninggal dunia serta kerugian materi diperkirakan Rp6,4 juta.

Di wilayah hukum Polres Tebingtinggi, ada satu kasus kecelakaan lalulintas, dengan satu orang korban luka ringan dan kerugian materi Rp500 ribu.

Di wilayah hukum Polres Langkat, ada dua kasus kecelakaan lalulintas, dengan dua orang luka berat dan satu luka rinGan dan kerugian materi Rp4 juta.

Di wilayah hukum Polres Deliserdang, ada dua kasus kecelakaan lalulintas, dengan empat orang luka ringan dan kerugian materi Rp500 ribu.

Sedangkan, di wilayah hukum Polres Dairi, ada satu kasus kecelakaan lalulintas, dengan satu orang meninggal dunia dan kerugian materi Rp500 ribu.

Di wilayah hukum Polres Nias, ada satu kasus kecelakaan lalulintas, dengan satu orang luka berat dan kerugian materi Rp100 ribu.

Kemudian, di wilayah hukum Polres Batubara, ada dua kasus kecelakaan lalulintas, dengan dua orang luka ringan dan kerugian materi Rp500 ribu.

Kemudian, lanjutnya untuk gelar razia lantas ada 331 perkara dengan tindakan tidak ada perkara tilang, 331 berupa teguran.

Adapun data kasus kriminal yang terjadi selama operasi Ketupat Toba 2020 di wilayah hukum Polda Sumut dan jajaran berjumlah 32 Kasus. Rinciannya: aniaya berat dua kasus, kekerasan terhadap orang secara bersama-sama berjumlah tiga kasus. Akibatkan orang luka, satu kasus, pencurian tiga kasus, curhat lima kasus, curanmor roda dua 10 kasus curanmor roda empat satu kasus. Penggelapan ada dua kasus, penipuan ada dua kasus, KDRT ada satu kasus lainnya satu orang.

AKBP MP Nainggolan menambahkan, pihaknya juga melakukan pelarangan mudik di wilayah hukum Polda Sumut dan jajarannya. “Pelarangan mudik yang dikembalikan untuk roda dua sebanyak 14 kali, roda empat 22 kali, bus 6 kali. Untuk total kendaraan yang dikembalikan sebanyak 42 unit,” pungkasnya. (gus/mag-1)

loading...