THR PSMS Dibayar Pekan Depan

Ayam Kinantan
DIBAYAR: Rahmat Hidayat dkk bakal menerima THR yang mulai ditransfer Senin (18/5) mendatang. triadi wibowo/sumut pos
DIBAYAR: Rahmat Hidayat dkk bakal menerima THR yang mulai ditransfer Senin (18/5) mendatang. triadi wibowo/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manajemen PSMS Medan dipastikan akan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri kepada pemain dan pelatih. Rencananya, THR tersebut akan ditransfer ke rekening mulai Senin (18/5) pekan depan.

“THR pasti kita berikan. Rencananya THR akan ditransfer ke rekening pemain dan pelatih mulai Senin (18/5),” ujar Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos, kemarin.


Raja belum bisa memastikan jumlah THR yang diberikan kepada pemain dan pelatih. Pasalnya, pihaknya belum memastikan berapa dana yang tersedia.

“Kalau jumlahnya belum bisa ditentukan. Nanti kita lihat berapa dana yang ada. Yang pasti kita beraharap jumlah THR yang diberikan minimal 25 persen dari jumlah gaji,” ungkapnya.

Pria yang akrab dipanggil King tersebut menambahkan, THR bukanlah kewajiban untuk diberikan. Pasalnya dalam SK PSSI kemarin, tidak ada disinggung soal THR. Namun, PSMS tetap memberikan, meski jumlahnya belum bisa dipastikan.

“Masih lumayan kita memberikan THR kepada pemain dan pelatih. Klub Liga 2 lainnya, jangankan THR, malah masih ada yang belum membayar gaji pemain. Alasannya mereka kesulitan keuangan,” ungkapnya.

King enggan menyebutkan klub-klub yang menunggak gaji pemain tersebut. Dia hanya memberikan gambaran bahwa klub tersebut sebagian besar yang belum bertanding pada Liga 2 kemarin.

“Keuangan klub itu memang sulit. Mereka mengharapkan subsidi. Menang hingga saat ini masih ada klub yang belum menerima subsidi dari PT LIB. Beruntung kita sudah menerima pada termin pertama,” ungkapnya.

Untuk itu, King berharap Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LIB yang bakal digelar Senin (18/5), diharapkan bisa menghasilkan titik terang soal subsidi. Saat ini, belum semua klub Liga 2 menerima subsidi termin pertama. Begitu juga dengan subsidi termin kedua, belum ada kepastian.

“Kita ingin RUPS menghasilkan keputusan dan kepastian soal pembayaran subsidi termin kedua. Sebab, dengan kondisi pendemi sekarang ini, kita sangat mengharapkan subsidi itu,” paparnya.

Pria yang akrab dipanggil King itu bercerita, situasi saat ini sangat menjerat klub. Pasalnya klub tidak memiliki pemasukan dan wajib membayar gaji pemain, meski sebesar 25 persen.

“Klub lagi susah. Selain gaji, kita juga harus membayarkan THR kepada pemain dan pelatih. Memang tidak ada aturan atau instruksi dari PSSI soal THR itu. Namun, tidak enak juga kalau tidak diberikan THR,” pungkasnya. (dek)

loading...