4 Positif Covid-19 di Langkat, Satu Balita Meninggal

Headlines Sumatera Utara
POSITIF: Jubir Satgas Covid-19 Langkat, dr Arifin Sinaga, memberi keterangan terkait warga Langkat yang positif Covid-19, Jumat (29/5). ilyas/sumut pos
POSITIF: Jubir Satgas Covid-19 Langkat, dr Arifin Sinaga, memberi keterangan terkait warga Langkat yang positif Covid-19, Jumat (29/5). ilyas/sumut pos

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Jumlah warga Kabupaten Langkat yang positif terpapar Covid-19 saat ini sebanyak 4 orang. Salahsatunya balita (bawah lima tahun), dan telah meninggal dunia.

“Warga yang positif yakni seorang PNS wanita berinisial ST (54), warga Kecamatan Secanggang, diketahui positif pada Rabu (27/5). Kedua, seorang ibu rumah tangga berinisial SP (64), warga Kecamatan Stabat diketahui positif pada Selasa (26/5). Ketiga, SH (37), warga Kecamatan Stabat, diketahui positif pada Selasa (12/5). Dan keempat, SS (3) balita wanita, diketahui positif pada 11 Mei, dan meninggal pada Minggu dinihari pada 17 Mei,” kata juru bicara Satgas Covid-19 Langkat, dr Arifin Sinaga, kepada Sumut Pos, kemarin.


Sebelumnya, ST hanya memiliki sakit perut. Pada 11 Mei, ia pun memeriksakan diri ke RS Asia Medika. Lalu berpindah ke RS Putri Bidadari dan dirawat mulai 12-15 Mei.

Karena merasa tidak ada perubahan, ST pindah berobat ke RS Murni Teguh pada 18 Mei. Di sana ST mengalami keluhan sakit perut, sesak nafas, dan demam. Ia pun dinyatakan berstatus sebagai PDP (Pasien Dalam Pengawasan) pada 20 Mei.

Setelah 6 hari dirawat sebagai PDP, ST dinyatakan positif pada 27 Mei lewat test swab. “Saat ini ST menjalani isolasi di RS Murni Teguh,” sebutnya.

Ditanya kabar adanya 2 warga Langkat lainnya yang juga positif Covid-19, dr Arifin membantah. Menurutnya, pasien berinisial WW (27) wanita, alamat KTP-nya memang di Kecamatan Selesai-Langkat. Namun ia berdomisili di Jalan Kemuning Setia Budi, Medan. Jadi ia tercatat sebagai Kota warga Medan.

Sedangkan pasien berinisial MFR (19), pria, berdomisili dan beralamat KTP di Jalan Brigjen Katamso Kel. Kampung Baru Kecamatan Nedan Maimun. “Benar mereka dinyatakan positif pada Selasa 26 Mei. Namun mereka berdua adalah warga Medan,” katanya.

Adapun data hingga Kamis (28/5), jumlah ODP di Langkat tercatat 2 orang , PDP 1 orang, positif 3 orang, dan pasien meninggal 1 orang.

ASN Sergai Positif

Di Kabupaten Serdang Bedagai, seorang ASN Pemkab Sergai berinisial LA (50), dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani test PCR. Namun ia bukan warga Sergai, melainkan berdomisili di Kota Medan.

“Sebelumnya LA ditugaskan mengambil kebutuhan logistik di kantornya, sekaligus melakukan tes swab secara mandiri pada Jumat (22/5). Sesuai hasil PCR test yang disampaikan Dinkes Sumut hari ini, yang bersangkutan dinyatakan positif terjangkit Covid-19,” kata Juru Bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Sergai, Drs Akmal MSi, lewat konferensi pers di posko GTPP, Jumat (29/5).

Setelah menerima hasil test, tim GTPP Covid-19 Sergai segera melaksanakan prosedur penanganan dan aksi preventif, mengingat LA tetap beraktivitas di beberapa lokasi selama rentang waktu pengambilan sampel swab hingga hasil tes dirilis.

Sejak awal pengambilan sampel pada 22-28 Mei, LA tetap beraktivitas seperti biasa di kediamannya maupun di Dinas Kesehatan Sergai. LA juga diketahui pernah mengikuti rapat di kantornya.

“Karena itu, sebanyak 30 orang yang menjalin kontak dengan korban (LA) ditetapkan berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG). Dan wajib menjalani rapid test, ungkap Akmal. Yang bereaksi akan akan test swab.

Selanjutnya, tim GTPP Covid menjalankan prosedur disinfeksi dengan menyemprotkan cairan disinfektan di kantor dinas dan sekitaran lingkungan tempatnya bekerja.

Tim juga melakukan edukasi melalui corong informasi kepada masing-masing OPD, untuk memerintahkan ASN membersihkan tempat kerja masing masing. “Kami terus berjuang mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Keseriusan masyarakat sangat menentukan keberhasilan memerangi virus Covid-19,” kata Akmal. (yas/sur)

loading...