Nego Ulang Kontrak, PSMS Dukung Kompetisi Dilanjutkan

Ayam Kinantan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan berharap agar kompetisi Liga 2 musim 2020 tetap dilanjutkan. Namun, mereka juga mengusulkan agar dilakukan negoisasi ulang kontrak pemain dan pelatih.

NEGOISASI ulang kontrak pemain dan pelatih itu menjadi salah satu usulan PSMS saat melakukan rapat virtual dengan PSSI, Jumat (29/5) sore. Rapat virtual tersebut diikuti 22 dari 24 tim peserta Liga 2 musim ini.


Dari 22 tim yang ikut, 11 tim mengusulkan agar kompetisi dihentikan atau distop. Kemudian tujuh menyerahkan keputusan kepada PSSI. Lalu tiga tim berharap kompetisi dilanjutkan dengan beberapa persyaratan.

Tiga tim yang mengusulkan kompetisi tetap dilanjutkan adalah PSMS Medan, PSIM Yogyakarta dan Badak Lampung. Ketiganya mengusulkan Liga 2 tetap dijalankan dengan berbagai persyaratan.

“Salah satu usulan kita adalah agar kontrak pemain dan pelatih dinegoisasi ulang. Sebab dengan kondisi sekarang ini, sulit bagi kami untuk membayar gaji pemain sesuai dengan kontrak sebelumnya,” ujar Manajer PSMS Mulyadi Simatupang kepada Sumut Pos, Jumat (29/5) malam.

Diakui, jika kompetisi digelar tanpa penonton, maka satu-satunya pemasukan utama tim adalah sponsor. Kondisi ini tentu sangat memberatkan bagi keuangan klub. “Untuk itu, kita ingin kontrak pemain dan pelatih dibahas ulang,” paparnya.

Selain itu, PSMS juga mengusulkan agar kompetisi harus sesuai prosedur kesehatan. Dengan kata lain, kompetisi harus mendapat izin dari pemerintah. “Harus ada rekomendasi atau izin dari pemerintah, sehingga sesuai dengan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Usulan lainnya, PSMS berharap agar subsidi ditingkatkan. Sebab, subsidi merupakan salah satu sumber pemasukan tim selain sponsor. “Itulah tiga usulan PSMS jika kompetisi dilanjutkan. Usulan itu nanti dibahas dalam rapat exco PSSI,” tambahnya.

Hal sama juga dikatakan Sekretaris Umum PSMS Julius Raja. Menurut Julius Raja persoalan anggarann atau keuangan memang menjadi keluhan semua tim Liga 2 pada rapat virtual tersebut. Untuk itu, PSMS mengusulkan agar kontrak pemain dan pelatih dinegoisasi ulang.

“Kalau berdasarkan kontrak sebelum masa Pendemi Covid-19 ini, kita tentu tidak sanggup. Untuk itu, kita berharap agar PSSI membuat satu keputusan soal besaran gaji jika kompetisi dilanjutkan,” ujar Julius Raja.

Pria yang akrab dipanggil King ini mengakui, jika kompetisi dilanjutkan maka kemungkinan tanpa penonton. Ini tentu mengurangi pemasukan tim. “Kalau hanya mengandalkan sponsor dan subsidi, kita tidak akan sanggup membayar gaji pemain sesuai yang normal,” pungkasnya. (dek)

loading...