Akibat Fokus Covid-19, Vaksin Campak dan Polio Terbengkalai

Metropolis
EDUKASI: Petugas kesehatan saat mengedukasi penyakit polio di saah satu puskesmas, beberapa waktu lalu.
EDUKASI: Petugas kesehatan saat mengedukasi penyakit polio di saah satu puskesmas, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Program vaksin campak dan polio di Puskesmas yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatera Utara (Sumut) terbengkalai. Hal itu akibat terfokus penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan mengakui, program vaksin kedua penyakit tersebut terganggu karena persoalan virus corona ini.


Bahkan, tak hanya itu program kesehatan lainnya juga demikian. “Memang terbengkalai karena pandemi Covid-19 ini dan semua sektor juga begitu terdampak semua,” ujar Alwi, baru-baru ini.

Alwi juga mengaku, meski terbengkalai tetapi program vaksin campak dan polio di Puskesmas tak terhenti melainkan masih berjalan. Hanya saja, saat ini lagi lagi fokus semua dengan masalah Covid-19 sehingga tersendat. “Program itu tetap harus jalan,” akunya.

Oleh sebab itu, kata dia, nantinya akan didorong lagi program vaksin tersebut serta program kesehatan lainnya. “Ini kan sudah berakhir (masa tanggap darurat Covid-19 di Sumut), jadi akan dibenahi dan dilanjutkan kembali berbagai program yang sudah dijadwalkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 80 juta bayi di dunia terancam campak dan polio akibat terhentinya program vaksinasi rutin di tengah pandemi Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut, program vaksinasi pada 68 negara harus terhenti akibat pandemi corona. Sebanyak 80 juta bayi yang tinggal di negara-negara tersebut hidup dengan ancaman penyakit menular seperti campak dan polio.

“Gangguan program imunisasi ini menimbulkan ancaman penyakit-penyakit menular yang sebetulnya bisa dicegah dengan vaksin, seperti campak,” ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

WHO menemukan, ketakutan masyarakat untuk mendatangi fasilitas layanan kesehatan menjadi salah satu masalah besar yang membuat program vaksinasi terhenti. Keengganan tersebut muncul karena rasa takut akan tertular Covid-19. (ris/ila)

loading...