Telan Anggaran RP400 Juta per Bulan

Dokter & Perawat Tak Lagi di Hotel

Headlines Metropolis Sumatera Utara
WISMA ATLET: Wagubsu, Musa Rajekshah meninjau kesiapan Wisma Atlet milik Pemprov Sumut di Jalan Willem Iskandar, Deliserdang, Sabtu (30/5). Wisma ini akan digunakan untuk penginapan tenaga medis yang menangani Covid-19 di RS rujukan.
WISMA ATLET: Wagubsu, Musa Rajekshah meninjau kesiapan Wisma Atlet milik Pemprov Sumut di Jalan Willem Iskandar, Deliserdang, Sabtu (30/5). Wisma ini akan digunakan untuk penginapan tenaga medis yang menangani Covid-19 di RS rujukan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selama ini, dokter dan perawat yang bertugas di rumah sakit rujukan Covid-19, yakni RS GL Tobing dan Martha Friska, diinapkan pemerintah di hotel yang dekat ke rumah sakit bersangkutan. Namun menginap di hotel selama berbulan-bulan ternyata menelan anggaran cukup besar, mencapai Rp400 juta per bulan. Demi efisiensi anggaran, para tenaga medis itu rencananya akan dipindah dari hotel.

“ADA BEBERAPA aset Pemprov yang bisa digunakan untuk tempat tinggal tenaga medis penanganan Covid-19. Selama ini kita menggunakan jasa hotel. Dengan ini kita bisa mengefisiensikan anggaran,” kata Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajekshah, usai meninjau kesiapan Wisma Atlet milik Pemprov Sumut di Jalan Willem Iskandar, Deliserdang yang akan digunakan untuk penginapan tenaga medis, Sabtu (30/5).


Di Wisma Atlet, ada 102 kamar setara hotel yang siap digunakan. Saat ini, semua persiapan tengah dilakukan dan sesegera mungkin tenaga medis akan dipindahkan ke Wisma Atlet.

Selain kamar wisma, Pemprov juga menyiapkan transportasi untuk antar jemput tenaga medis dari rumah sakit ke tempat penginapan. “Mungkin dalam beberapa hari ini, dokter dan perawat yang bertugas itu sudah bisa dipindahkan. Satu kamar satu orang,” kata Wagub.

Selain itu, guna mencegah penyebaran Covid-19 di Wisma Atlet, akan diterapkan protokol kesehatan di tempat penginapan. Pekerja Wisma Atlet akan diberi arahan agar tetap sehat.

“Pastinya akan ada pengarahan bagi pekerja yang ada di Wisma Atlet untuk menjaga kesehatan mereka, sebelum masuknya juru rawat dan dokter,” ujar Wagub.

Usai meninjau Wisma Atlet, Wagub juga meninjau gedung asrama peserta Diklat BPSDM Pemprov Sumut di Jalan Ngalengko, Medan. Gedung asrama BPSDM memiliki 76 kamar yang bisa digunakan. Dengan rincian gedung lama 36 kamar, gedung baru 40 kamar. Namun untuk tahap awal, diputuskan akan digunakan Wisma Atlet terlebih dahulu.

Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis, mengatakan selama ini anggaran yang digunakan untuk menyewa kamar hotel menghabiskan kurang lebih Rp400 juta setiap bulan. Namun dengan digunakannya aset Pemprov Sumut, anggaran bisa diefisiensikan.

“Untuk efisiensi anggaran, ternyata kita punya aset yang sangat layak. Setelah tenaga medis pindah, nanti kita hanya bayar biaya konsumsi dan pelayanan, seperti cleaning service dan laundry. Karena Wisma Atlet sangat layak, insyaallah mereka dipindahkan minggu depan,” kata Riadil.

Turut hadir Asisten Administrasi Umum dan Aset M Fitriyus, Plt Kepala BPKAD Sumut Ismael P Sinaga, Kepala Dinas Kesehatan Alwi Mujahit, Kadispora Sumut Baharudin Siagian, Kepala BPSDM Kaiman Turnip dan Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut Hendra Dermawan Siregar.(*)

loading...