Tebingtinggi Tak Mau Refund Dana Haji

Sumatera Utara

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Dari 8.328 calon jamaah haji (calhaj) Sumatera Utara yang gagal berangkat ke tanah suci, sebanyak 116 orang di antaranya adalah calhaj asal Kota Tebingtinggi.

“Informasi tentang penundaan keberangkatan calhaj pada musim haji tahun ini sudah disebar melalui WhatsApp (WA) group Calhaj 2020 Kota Tebingtinggi. Rasa sedih dan kecewa memang ada, karena panggilan haji ke baitullah pada musim haji tahun ini harus tertunda akibat pandemi Covid-19,” kata Kakan Kemenag Kota Tebingtinggi, melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Dra Hj Afnizar, Kamis (4/6).


Alhamdulillah, seluruh calon haji menyatakan ikhlas dan sabar dengan kondisi tersebut. “Mungkin ini yang terbaik. Mereka juga mengatakan tidak ingin mengambil kembali dananya, dan memilih sabar menunggu hingga pemberangkatan tahun depan,” jelasnya.

Seluruh jamaah yang batal berangkat haji tahun ini akan menerima nilai manfaat atau kompensasi dari dana setor lunasnya. Manfaat akan diberikan BPKH kepada jamaah, paling lambat 30 hari sebelum pemberangkatan kloter 1 tahun di tahun depan.

Jumlah calon haji asal Kota Tebingtinggi yang sudah melunasi ongkos, tapi ditunda berangkat berdasarkan keputusan Menteri Agama RI sebanyak 116 orang. Jamaah mutasi keluar ada 3 orang masing-masing ke Aceh, Labuhanbatu dan Batubara. Sedangkan mutasi masuk ada 2 orang, dari Pekanbaru dan Labuhanbatu.

“Semua jamaah calon haji asal Tebingtinggi sudah melunasi biaya haji, bahkan semuanya sudah memiliki paspor. Tinggal suntik vaksin meningitis yang belum dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan karena masih menunggu surat dari Kemenkes dengan keluarnya keputusan Mentri Agama soal pembatalan keberangkatan haji maka suntik vaksin tersebut tidak dilaksanakan,” tandasnya.(*)

loading...