Jika Tergabung di ‘Grup Neraka’, PSMS Tak Gentar

Ayam Kinantan
KUASAI BOLA: Pemain PSMS Medan Yohanis Nabar, saat dibayang-bayangi pemain Tiga Naga, Riau, pada laga perdana Liga 2 2020 di Stadion Teladan Medan, sebelum jeda kompetisi akibat pandemi virus corona, beberapa waktu lalu. triadi wibowo/sumut POS.
KUASAI BOLA: Pemain PSMS Medan Yohanis Nabar, saat dibayang-bayangi pemain Tiga Naga, Riau, pada laga perdana Liga 2 2020 di Stadion Teladan Medan, sebelum jeda kompetisi akibat pandemi virus corona, beberapa waktu lalu. triadi wibowo/sumut POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pada rapat virtual yang digelar PSSI dengan klub Liga 2 beberapa waktu lalu, Manajer PSMS Medan, Mulyadi Simatupang mengaku sempat memberikan saran agar pembagian grup diundi secara netral. Hal ini dimaksudkan supaya klub asal Pulau Sumatera tidak menumpuk di satu grup, dan bisa disisip dengan klub asal Pulau Jawa.

Namun, Mulyadi sangat menyayangkan skema pembagian grup Liga 2 pada Grup 1. Menurutnya, hal tersebut tak sesuai dengan rapat virtual yang digelar itu.


“Waktu rapat virtual lalu (dengan PSSI), kami menyarankan pembagian grup itu diundi. Artinya, diundi tetap memperhatikan wilayah barat, tapi jangan semua tim-tim Sumatera menumpuk di satu grup, seperti bocoran yang kami ketahui saat ini. Minimal ada tim-tim Jawa dari wilayah barat yang masuk di grup ini,” harap Mulyadi, Minggu (28/6).

Namun, jika skema pembagian grup itu tetap digunakan, menurut Mulyadi, PSMS bakal tergabung dalam grup neraka. Selain diisi tim-tim tangguh seperti Sriwijaya FC, Semen Padang, dan PSPS Riau, ada 2 klub yang tidak bisa dianggap remeh, yakni Muba Babel United dan Tiga Naga.

Begitupun, Mulyadi menegaskan, jika skuad Ayam Kinantan masuk dalam grup neraka, mereka tak akan gentar. PSMS siap bertarung untuk menempati posisi 2 besar grup, agar lolos ke Babak 8 Besar. Dan dia sangat berharap, tidak ada settingan pada kompetisi Liga 2 ini.

“Bukan artinya kami takut dengan lawan-lawan yang lain. Kami sama sekali tak gentar. Kami siap, siapa pun lawan yang akan dihadapi. Tapi dari awal kami mau agar home tournament ini tidak ada settingan, dan benar-benar fair,” jelasnya.

“Kami sangat berharap tidak ada mafia-mafia lagi di sini. Dan dapat dimulai dari pembagian grup yang lebih fair, yang kami sarankan dilakukan secara acak. Jika dimulai dari hal-hal yang netral, itu tentu lebih menunjukkan nilai-nilai yang lebih sportif dan baik,” pungkas Mulyadi. (tnc/saz)

loading...