Dimasa Pandemi Covid-19, Pasangan Usia Subur Diminta Tunda Kehamilan

Sumatera Utara
TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan meninjau pelaksanaan pelayanan sejuta KB akseptor di Puskesmas Satria, Kota Tebingtinggi. sopian/sumut pos.
TINJAU: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan meninjau pelaksanaan pelayanan sejuta KB akseptor di Puskesmas Satria, Kota Tebingtinggi. sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan meminta pasangan usia subur untuk menunda kehamilan di tengah masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Umar Zunaidi saat melakukan peninjauan pelayanan KB sejuta akspertor di Puskesmas Satria, Jalan Imam Bonjol Kota Tebingtinggi, Selasa (30/6). “Saya minta untuk menunda terlebih dahulu kehamilan di masa pandemi Covid-19 ini. Melalui pelayanan KB ini, masyarakat Kota Tebingtinggi dapat terpenuhi pelayanan KB-nya, terutama warga masyarakat pasangan usia subur,”pintanya.


Didampingi Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, Dinas PPAPPKB Nina Zahara, Wali Kota Umar Zunaidi Hasibuan meminta jajaran Dinas PPAPPKB untuk terus memantau angka kelahiran di Kota Tebingtinggi agar tidak mengalami kenaikan di masa pandemi Covid-19.

Dalam pelayanan KB kepada masyarakat, tetap menerapkan protokol kesehatan. Seluruh calon akseptor dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan wajib cuci tangan pakai sabun serta menggunakan masker.

Sedangkan Kepala Dinas PPAPPKB Kota Tebingtinggi, Nina Zahara mengatakan, kegiatan pelayanan KB sejuta akseptor ini adalah puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 sekaligus momentum TNI KB kesehatan yang di rangkai dengan pencapaian rekor muri sejuta akseptor.

Nina menambahkan, BKBN Provinsi Sumut memberikan target sebanyak 330 akseptor dalam pelayanan di semua fasilitas kesehatan di 5 kecamatan di Kota Tebingtinggi. Dan telah tercapai sebanyak 472 (mic kontrasepsi) akseptor. (ian/han)

loading...