5 Juli Medan Zoo Dibuka, Balita & Lansia Dilarang Masuk

Headlines Metropolis Wisata
TUNGGANGI GAJAH: Pengunjung menunggangi gajah saat mengunjungi Medan Zoo sebelum pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu.
TUNGGANGI GAJAH: Pengunjung menunggangi gajah saat mengunjungi Medan Zoo sebelum pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki awal bulan Juli, Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan selaku pihak pengelola kebun binatang Medan atau Medan Zoo akan membuka kembali taman marga satwa atau kebun binatang milik Pemko Medan 5 Juli mendatang.

PD Pembangunan Kota Medan pun memastikan akan menerapkan protokol kesehatan di Kawasan Medan Zoo yang telah ditutup sejak 23 Maret 2020 akibat pandemi Covid-19 tersebut.


Dirut PD Pembangunan Kota Medan, Putrama Alkhairi mengatakan, dibukanya kembali Medan Zoo di tengah aturan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diterapkan Pemko Medan dipastikan akan melalui pengawasan yang baik.

“Semua wajib mengikuti protokol kesehatan. Aturan itu wajib dilaksanakan bagi pegawai maupun pengunjung Putrama,” ucap Putrama Alkhairi kepada Sumut Pos, Selasa (2/7). Dikatakan Putrama, selain penerapan protokol kesehatan di area Medan Zoo berupa wajib pakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak, pihaknya juga menerapkan sistem penyaringan pengunjung. Sebab, pada usia-usia tertentu dampak penyebaran Covid-19 dinilai lebih rentan. “Pengunjung lanjut usia 60 tahun (lansia) ke atas dan balita (bayi di bawah lima tahun, Red) tidak kita perkenakan untuk masuk,” ujarnya.

Untuk itu, kata Putrama, pihaknya juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung penerapan protokol kesehatan. Di antaranya sarana tempat mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang disediakan di beberapa titik. Selain itu, setiap pengunjung akan diukur suhu tubuhnya dengan thermo gun oleh petugas di pintu masuk.

“Kursi panjang yang disiapkan dekat pintu masuk yang telah diberi tali menyilang, itu tidak bisa diduduki untuk menjaga sosial distancing. Lalu, petugas juga akan membubarkan kerumunan pengunjung di lingkungan Medan Zoo,” katanya.

Dijelaskan Putrama, sebelum dibuka kembali secara resmi di tanggal 5 Juli, saat adaptasi kenormalan baru, PD Pembangunan melakukan uji coba selama empat hari, yaitu mulai 1 Juli hingga 4 Juli 2020. Selama masa uji coba itu, pengunjung tidak dipungut biaya atau gratis masuk Medan Zoo.

Namun selama masa uji coba, Putrama menyebutkan bahwa pihaknya telah mulai menerapkan aturan tegas terkait protokol kesehatan tersebut. Sebab, Medan Zoo memiliki area yang sangat luas, yakni sekitar 30 hektare. Sedangkan pada akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu, pengunjung bisa mencapai 2.000 hingga 2.500 pengunjung.

“Selama empat hari uji coba ini, kita akan evaluasi, apakah nanti akan ada pembatasan jumlah pengunjung atau tidak. Evaluasi secara bertahap,” terangnya.

Sedangkan untuk jam operasional, Putrama mengatakan akan mengikuti jam operasional seperti semula, yakni mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Terpisah, kepada Sumut Pos, Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, M Afri Rizki Lubis meminta agar PD Pembangunan segera memperbaiki semua sarana dan pra sarana yang ada di dalam kawasan Medan Zoo. Sebab Rizki menilai, saat ini berbagai sarana yang ada di kawasan Medan Zoo sangat tidak layak untuk diberikan kepada para pengunjung yang hadir ke Medan Zoo.

“Tanggal 17 Juni yang lalu saya kesana untuk meninjau kondisi Medan Zoo dan para satwa disana, saat iti Medan Zoo tidak beroperasi sejak Maret. Saya menilai kondisinya cukup memprihatinkan,” kata Rizki kepada Sumut Pos, Kamis (2/7).

Dijelaskan Rizki, di antaranya seperti kondisi jalan di dalam areal Medan Zoo yang becek dan relatif kotor. Rumput-rumput di kawasan itu juga terlihat panjang, kondisi kandang satwa yang jorok dan bau, serta penerangan yang dinilai kurang baik.

“Apakah kondisi itu yang mau diperlihatkan kepada masyarakat? Kami meminta agar kondisi itu bisa diperbaiki secepatnya sebelum dibuka secara resmi di tanggal 5 Juli. Kami juga meminta, agar Pemko Medan turut memperhatikan kondisi Medan Zoo saat ini, kami tidak mau Covid-19 terus dijadikan alasan oleh Pemko Medan maupun PD Pembangunan untuk tidak maksimal dalam bekerja,” jelasnya.

Tak cuma itu, Rizki juga meminta agar PD Pembangunan betul-betul menerapkan protokol kesehatan di areal Medan Zoo, Rizki meminta agar pengawasannya yang ketat tak hanya sekadar wacana.

“Masyarakat sudah lama tidak ke mal, sekali mal dibuka, masyarakat langsung berbondong-bondong ke mal. Medan Zoo juga bisa demikian, setelah lama tak dibuka, masyarakat bisa langsung menyerbu Medan Zoo di akhir pekan. Kalau pengawasan protokol kesehatannya tidak maksimal, tentu ini tidak baik. AKB harus betul-betul diterapkan, pengawasannya harus maksimal, dan yang paling penting benahi dulu sarana yang ada di dalam Medan Zoo,” pungkasnya.(map/azw)

loading...