Berkah Pandemi Covid-19 bagi Pedagang Sepeda, Omzet Terus Naik, Stok Masih Terbatas

Ekonomi Metropolis
BENAHI SEPEDA:  Seorang pedagang sepeda membenahi sepeda yang hendak dijual di Jalan AR Hakim Medan, Jumat (3/7).
BENAHI SEPEDA: Seorang pedagang sepeda membenahi sepeda yang hendak dijual di Jalan AR Hakim Medan, Jumat (3/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat kini tengah hobi bersepeda guna menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Perubahan itu menjadi berkah bagi pedagang sepeda di Jalan AR Hakim, Kota Medan.

Pedagang sepeda di Jalan AR Hakim Medan, Yuli mengakui sudah berjualan sepeda selama tiga tahun belakangan ini. Permintaan meningkatkan sejak usai Hari Idul Fitri, lalu.


“Sejak habis lebaran itu permintaan terus naik. Khususnya sepeda gunung dan sepeda lipat. Permintaan ada aja setiap hari. Harga juga naik karena modal naik. Bisa modal di bawah satu juta sekarang di atas satu juta,” ucap Yuli kepada wartawan, Jumat (3/7).

Yuli mengaku selama pandemi Covid-19 konsumen terus berdatangan mencari sepeda. Baik sepeda baru maupun sepeda bekas. Sedangkan, pada hari sebelum ada Virus Corona, penjualan sepeda baru dan bekas biasa-biasa saja. “Tapi sayang barangnya (sepeda) saat ini terbatas. Kita ambil barang dari China tapi sampai saat ini orderan kita gak pernah ada, kosong terus. Kemungkinan karena pandemi ini, makanya biasa banyak yang kita gantung di toko ini, sekarang sudah kosong,” jelas Yuli.

Untuk harga sepeda gunung dan sepeda lipat, Yuli mengatakan menjualnya dari harga Rp1,7 juta hingga Rp3,2 juta. Sedangkan sepeda anak-anak masih biasa di harga Rp 300 ribuan.

Sementara itu, pedagang sepeda lainnya, Suhada Mahmuda mengungkapkan toko sepedanya dapat menjual sepeda hingga 5 unit per hari. Untuk penjualan di luar pandemi Covid-19, satu sepeda terjual per hari susah. “Jadi permintaan itu meningkat selepas lebaran saat ini mulai menurun. Kalau bisanya jual 5 sampai 10 sepeda per hari kini bisa jual 30 sampai 40 sepeda per hari,” kata Suhada.

Untuk harga sendiri, diungkapkannya memang ada kenaikan dari distributor. Kenaikan modal 30 sampai 50 persen dalam sebulan. Sebab dalam seminggu naik terus. Ditambah lagi, stok kosong dan harus menunggu persedian dikirim untuk memberapa hari kedepan.

“Paling laris itu merek pasifik, fastron, pederal, dan lainnya. Paling banyak laku itu jenis sepeda lipat dan sepeda gunung. Bahkan untuk sepeda lipat saja kita kehabisan stok ini. Habis barangnya sejak seminggu lalu. Jadi tinggal jual barang yang ready aja dan palingan order dari toko lain makanya mahal,” jelas Suhada.

Suhada menjelaskan untuk saat ini permintaan mulai menurun. Bahkan dia memprediksi dalam satu bulan hingga dua bulan ini permintaan akan kembali seperti biasa atau sepi.

“Kita juga ada rakit sepeda sendiri. Kalau untuk harga sepeda gunung mulai dari Rp1,8 juta sampai Rp4,5 juta. Sedangkan harga sepeda lipat kemarin masih ada di harga Rp1,5 juta namun sudah habis barangnya dan sekarang tinggal harga Rp4 juta ke atas,” pungkasnya.(gus/azw)

loading...