Mantan Buruh Pabrik Tuntut Keadilan, Obati 4 Jari Terpotong dengan Biaya Sendiri

Sumatera Utara
BERSAMA: Gustri Imelda (berjilbab) bersama kekasihnya Ilham Ramadhan Lubis saat ditemui Sumut Pos. Jari Gustri yang terpotong. (foto kecil).


DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Tak terima hak-haknya sebagai buruh ‘dikebiri’, Gustri Imelda (21) menuntut keadilan dari perusahaan tempatnya bekerja. Selain tidak mendapat pesangon, biaya kecelakaan kerja yang dialaminya ditanggung sendiri.

Diceritakan Gustri, hak-haknya dikebiri oleh perusahaan tempatnya bekerja yakni Pabrik Roti MM Bakery di Jalan Jadi Raya Gang Masjid, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, berawal saat mengalami kecelakaan kerja pada 7 Juli 2020 lalu.


Empat jari tangan kirinya terpotong oleh mesin pemotong bawang. Meski mengalami kecelakaan kerja, pihak perusahaan tempatnya bekerja lepas tanggung jawab dengan biaya perobatan.

Karena tidak ada perjanjian kontrak kerja dan fasilitas BPJS dari perusahaan, biaya perobatan Gustri harus membayar sendiri uang pengobatan di rumah sakit sebesar Rp250.000. “Kejadiannya pagi hari, pas lagi kerja memotong bawang,” ujar Gustri kepada Sumut Pos, Minggu (26/7).

Usai dirawat, lanjut Gustri, Ia pun memilih mengundurkan diri. Pun begitu, sebelumnya sempat meminta biaya perobatannya kepada pihak manajemen tempatnya bekerja. Namun oleh pihak perusahaan, biaya perobatannya dibebankan kepada Ilham, (pacar Gustri), yang juga rekan kerjanya, dengan cara gaji dipotong. Karena merasa dilibatkan, Ilham pun memilih mundur dari perusahaan tersebut. “Saya tidak terima, karena dianggap tidak adil. Pabrik seakan-akan lepas tanggung jawab,”timpal Ilham yang ikut mendampingi kekasihnya Gustri.

Selama ini, jelas Ilham, ia dan Gustri juga mengalami ketidakadilan selama bekerja di pabrik roti tersebut. Meski sudah bekerja 3 tahun, dan Gustri 4 tahun, gaji yang mereka peroleh tidak sesuai Upah Minimum Kerja (UMK) Deliserdang. Gaji yang mereka terima hanya Rp1,7 juta.

“Cuti tahunan dan upah lembur juga tidak pernah diberikan oleh pihak perusahaan. Sekarang malah gaji saya mau dipotong untuk biaya pengobatan pacar saya Gustri,” tuturnya.

Akhirnya, Gustri dan Ilham melapor ke empat instansi sekaligus, dengan didampingi kuasa hukum dari Law Firm Kota Medan, Yudi Irsandi, SH dan Rekan.

Mèlalui kuasa hukumnya, mereka mengadu ke DPRD Deliserdang, dan memohon perlindungan hukum kepada Dinas Ketenagakerjaan Sumut (Disnaker Sumut) dan Disnaker Deliserdang dan Kepolisian Daerah Sumut (Poldasu) terkait kecelakaan kerja. “Belum dapat jawaban, karena baru kami layangkan surat pengaduannya,”kata Gustri.

Sebelumnya, pihak kuasa hukum Ilham dan Gustri telah mengajukan somasi ke Pabrik Roti MM Bakery. Namun setelah mendapat surat somasi, pihak manajemen MM Bakery, Juliana mengirimkan surat panggilan agar Ilham kembali bekerja. Tetapi Ilham menolak, sebab masih adanya surat perjanjian yang telah ditandatanganinya terkait pemotongan gaji sebesar Rp250.000 untuk biaya pengobatan Gustri.

“Semoga pihak MM Bakery menyadari akan kesalahannya, dan dapat mempekerjakan karyawannya dengan baik sesuai dengan UU Ketenagakerjaan,” kata Yudi Irsandi. (mag-1/han)

loading...