11 Hari Diisolasi di Rumah Sakit, Pasien Covid-19 Lompat dari Lantai 12

Headlines Metropolis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pasien terkonfirmasi atau positif Covid-19, ditemukan tewas di lantai 6 di Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima, Jalan Ayahanda, Kelurahan Sei Putih Tengah, Medan Petisah, Rabu (5/8) siang. Pasien bernama Maria Artati br Hutabarat tersebut tewas setelah melompat dari lantai 12.

Informasi diperoleh, pasien perempuan berusia 39 tahun warga Jalan Jalan Pelita III Medan tersebut ditemukan sekira pukul 12.12 WIB oleh salahseorang perawat di lantai 6, saat sedang makan siang.


Saat itu, perawat tersebut ada mendengar suara benda jatuh lalu melihat keluar jendela dan menemukan korban sudah tergeletak di lantai 6 dekat jendela. Selanjutnya, ia memberitahukan kejadian itu kepada security, yang kemudian melaporkan ke Polsek Medan Baru. Tak berapa lama, petugas Polsek Medan Baru bersama Satreskrim Polrestabes Medan mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban.

Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing, membenarkan ada pasien positif Covid-19 yang melompat dari lantai 12 Rumah Sakit Royal Prima. “Seorang perempuan,” ujarnya.

Diutarakan dia, dalam proses evakuasi jasad korban, petugas sempat terkendala karena lokasi mayat korban harus melalui ruangan isolasi Covid-19. Karena itu, petugas menempuh risiko sehingga menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. “Untuk identifikasi, evakuasi dan olah TKP kita juga dibantu oleh pihak rumah sakit,” pungkasnya.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah juga membenarkan adanya pasien positif Covid-19 yang meninggal karena melompat di rumah sakit. Dikatakannya, korban seorang perempuan paruh baya berusia antara 30-40 tahun dan meloncat dari kamar isolasinya di lantai 12.

Disebutkan Aris, korban sudah 11 hari dirawat di rumah sakit tersebut. “Pasien dirawat di dalam kamar yang memiliki jendela. Dari jendela tersebut korban meloncat,” sebutnya.

Disinggung apakah korban memiliki gejala Covid-19 yang berat, Aris menduga tidak. “Saya kira tidaklah kalau berat. Bagaimana orang sakit (berat) bisa buka jendela dan melompat?” pungkas dia.

Bertambah 130 Kasus

Sementara itu, perkembangan terbaru data kasus Covid-19 di Sumut masih belum menunjukkan penurunan. Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB menyampaikan, kasus konfirmasi Covid-19 bertambah 130 orang menjadi 4.391 orang dari hari sebelumnya 4.261 orang.

“Peningkatan juga terjadi pada kasus meninggal akibat Covid-19 sebanyak 2 orang, sehingga saat ini jumlahnya menjadi 212 orang dari sebelumnya 210 orang. Selain itu, kasus suspek 17 orang dengan jumlah saat ini 532 orang,” ungkap Whiko.

Meski begitu, sambung dia, peningkatan juga terjadi pada kasus sembuh dari Covid-19 sebanyak 74 orang yang menjadi 1.790 orang dari 1.716 orang sebelumnya. “Untuk jumlah spesimen juga bertambah 534 sampel, dan kini jumlahnya mencapai 24.123 sampel,” tandasnya. (ris)

loading...