Lapas Binjai Diusul Raih Predikat WBK dan WBBM

Sumatera Utara
IKUTI: Kalapas Binjai, Maju Amintas Siburian (dua dari kiri) bersama KPLP, Rinaldo Tarigan mengikuti kegiatan penguatan pemenuhan data dukung dan rekomendasi perbaikan TPI melalui zoom meeting.

BINJAI, SUMUTPOS-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Binjai, salah satu dari 19 satuan kerja lainnya yang ada di Sumatera Utara diusulkan Tim Penilai Nasional untuk meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

 Ini diketahui dari kegiatan penguatan pemenuhan data dukung dan rekomendasi perbaikan TPI menuju WBK, baru-baru ini. Kegiatan diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumut, Sutrisno bersama Tim Sekretariat ZI.


 Pada kesempatan ini, Tim Sekretariat ZI Kanwil Kemenkumham Sumut juga mengundang Staf Ahli Bidang Sosial Menteri Hukum dan HAM, Mien Usihen untuk memberikan penguatan. Kegiatan ini diikuti oleh pejabat struktural dan tim pokja wbk/wbbm pada masing-masing satuan kerja.

 Mengawali arahannya, Sutrisno didampingi Kepala Divisi Administrasi Betni Humiras Purba dan Kepala Divisi Imigrasi Silvester Sili Laba menyampaikan, kepada seluruh Tim Pokja Pembanguan Zona Integritas WBK/WBBM untuk tetap semangat dan menyatukan tekad dalam mempersiapkan pembangunan Zona Integritas menuju satker Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

“Saya tegaskan agar memperhatikan sarana layanan publik. Salah satunya tidak ada lagi pungutan biaya parkir, WBK tidak ada itu. Namun tetap diatur parkirnya,” tegas Sutrisno.

 Sementara, Mien Usihen mengingatkan agar Tim Pokja Pembanguan Zona Integritas WBK/WBBM untuk segera memenuhi data dukung yang terbaru, apabila masih ada kekurangan dengan memanfaatkan waktu yang ada. Juga menjelaskan terkait pemahaman ZI, kemudian memberikan arahan terkait upload atau pemenuhan kembali data dukung di ERB agar data dukung yang di upload sesuai dengan ketentuan yang berlaku.  Terkait dengan persiapan penilaian agar menonjolkan area perubahan yang dilakukan, dan dilakukannya publikasi terkait dengan inovasi-inovasi yang ada melalui media sosial.

“Ini ada tenggang waktu yaitu tanggal 21 Juli 2020 kemarin sampai 31 Juli 2020, untuk memenuhi data dukung yang terbaru. Maka dari itu segera lengkapi dan perbaharui semua data dukung dan dokumen yang masih kurang, dan perhatikan juga data dukung yang diupload sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan jangan lupa publikasikan kepada masyarakat, agar tau inovasi yang telah di buat dengan memanfaatkan media sosial yang ada,”pungkasnya. (ted/han)

loading...