Merdeka Mengajar Selama Pandemi dengan Buku Pintar

Headlines Pendidikan
Guru menjelaskan materi pembelajaran melalui aplikasi zoom meeting dengan memperhatikan langkah kegiatan MIKiR. 
Guru menjelaskan materi pembelajaran melalui aplikasi zoom meeting dengan memperhatikan langkah kegiatan MIKiR. 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penerapan praktik baik jarak jauh dengan disain pembelajaran terintegrasi dan menyenangkan dapat menghasilkan produk belajar yang menarik.

Buku Pintar adalah buku yang dibuat dan dihias sendiri oleh peserta didik menggunakan bahan-bahan tidak terpakai di lingkungan tempat tinggal.


Hal inilah yang dilakukan Kiki Fazrina, guru SMP Swasta Al-Amjad Medan, bersama guru-guru lainnya, mengembangkan kurikulum sekolah dan mendiskusikan konten pembelajaran agar buku yang diciptakan siswa tetap berkaitan dengan materi pembelajaran yang sedang berjalan.

“Kami menyebut metode pembelajaran ini dengan buku pintar siswa. Di dalam buku terangkum seluruh mata pelajaran di bawah tema yang sama. Di awal, guru-guru telah memetakan Kompetensi Dasar, menyederhanakan indikator tiap materi pelajaran agar sesuai tema pembelajaran, dan menyederhanakan jadwal materi pembelajaran menjadi 1 kali pertemuan dalam 1 pekan,” ungkapnya.

Buku Pintar berisi materi semua mata pelajaran yang sedang berjalan dan hasil karya siswa. Dengan demikian, di dalamnya terdapat beragam materi dan Lembar Kerja yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi serta produk belajar yang dihasilkan siswa.

Proses Pembelajaran 

Rangkaian pembelajaran tetap dijalankan dengan proses kombinasi daring-luring. Guru menjelaskan materi pembelajaran melalui aplikasi zoom meeting dengan memperhatikan langkah kegiatan MIKiR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, Refleksi).

“Materi yang terdapat dalam buku Pintar ini mencakup banyak topik sesuai mata pelajaran seperti prakarya dan seni budaya, IPA dimana antara lain siswa menyajikan analisis perbedaan tingkat polusi udara, menganalisis perbedaan SWAB Test dan Rapid Test, sejarah virus Corona dan peta persebaran Corona di Indonesia untuk IPS, Tulisan siswa dalam teks prosedur “cara mencuci tangan yang baik menurut WHO”, dan beberapa mata pelajaran lainnya,” jelas Kiki.

Penjelasan materi dilakukan guru secara langsung melalui aplikasi dengan mengikutsertakan tampilan-tampilan video atau slide presentasi yang menarik. Kemudian guru dan peserta didik melakukan tanya jawab seputar hal-hal yang telah dijelaskan. Peserta didik juga diberi kesempatan untuk menunjuk rekan belajar lain menjawab pertanyaan yang mereka buat sendiri. Setelah proses tersebut peserta didik diarahkan untuk mengerjakan Lembar Kerja dan dikirimkan melalui whatsapp group.

“Mata pelajaran Prakarya dan Seni Budaya dijadwalkan berada di awal karena diharapkan dapat membimbing peserta didik mengenal dan menghasilkan sebuah buku pintar siswa yang menarik buku ini juga memiliki lembaran-lembaran kosong yang jumlahnya telah disesuaikan dengan kebutuhan,” jelasnya.

Pembelajaran Bermakna

Setelah menyelesaikan proses pembelajaran, guru mengarahkan peserta didik mempresentasikan hasil karya dengan cara menarik antara lain melalui rekaman video kemudian diunggah melalui akun media sosial pribadi dan grup belajar whatsapp. Tiap peserta didik wajib mengirimkan komentar terhadap video yang dikirimkan oleh temannya.

“Praktik baik pembelajaran ini kami peroleh melalui pelatihan-pelatihan dari Tanoto Foundation melalui Program Pintar dan ternyata tampak nilai efektifnya saat diberlakukan pada pembelajaran jarak jauh di SMP Al-Amjad ini,” jelasnya.

Buku Pintar yang dihasilkan tidak hanya berguna bagi ketuntasan materi pembelajaran melainkan juga untuk bekal kecakapan hidup peserta didik menghadapi Covid-19. Pada akhir pembelajaran, guru akan melakukan refleksi untuk memastikan pembelajaran berlangsung efektif dan bermanfaat bagi peserta didik. Hasil refleksi tersebut akan diteruskan menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan pembelajaran pekan berikutnya.(rel)

loading...