GTPP Gencarkan Swab PCR Covid-19, Orang Tanpa Gejala akan Diisolasi 10 Hari

Metropolis
UPDATE DATA: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Whiko Irwan, mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memberikan keterangan pers update data Covid-19 di Sumut, Senin (24/8).
UPDATE DATA: Jubir GTPP Covid-19 Sumut, Whiko Irwan, mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memberikan keterangan pers update data Covid-19 di Sumut, Senin (24/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) memperkuat pendeteksian penderita Covid-19 tanpa gejala. Penguatan itu dilakukan karena penderita Covid-19 tanpa gejala (konfirmasi asimptomatik) berpotensi besar menyebarkan virus Corona di tengah-tengah masyarakat.

“Untuk mendeteksi penderita Covid-19 tanpa gejala, GTPP Covid-19 Sumut melaksanakan pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR) massal di beberapa kabupaten/kota yang telah ditentukan sejak awal Agustus. Kegiatan swab massal ini akan dilakukan beberapa waktu ke depan. GTPP Covid-19 Sumut mendapat bantuan 10.000 paket swab PCR untuk memperlancar langkah ini,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melalui Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut Whiko Irwan, saat live streaming update Covid-19 Sumut di Media Center GTPP Covid-19 Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Senin (24/8).


Selain itu, GTPP Covid-19 Sumut juga mengisolasi orang-orang yang dicurigai sebagai penderita Covid-19 asimptomatik selama 10 hari, sejak pengambilan sampel untuk swab PCR. Hal ini sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Revisi ke-5 dari Kementerian Kesehatan RI.

“Penderita tanpa gejala ini bahkan tidak menyadari dia terpapar Covid-19, karena itu sangat berpotensi besar menularkan ke orang lain. Karena itu kita isolasi selama 10 hari sejak pengambilan sampel orang-orang yang dicurigai,” tambah Whiko.

Berdasarkan keterangan Whiko, dalam satu minggu terakhir terdapat penurunan kasus Covid-19 baru di Sumut menurun. Sejak tanggal 18 hingga 24 Agustus total kasus konfirmasi sebanyak 476, pekan sebelumnya kasus konfirmasi mencapai 742 dan pekan pertama bulan Agustus sebanyak 755 kasus.

Walau ada penurunan kasus baru, Whiko meminta masyarakat tetap disiplin melakukan protokol kesehatan karena potensi penularan masih terjadi di Sumut. Menurutnya protokol harus dilakukan seluruh masyarakat untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Walau ada penurunan potensi penyebaran masih ada di wilayah kita. Untuk memutus mata rantai penyebarannya harus dilakukan bersama-sama, tidak bisa hanya sebagian masyarakat saja. Penularan diputus oleh orang-orang yang disiplin protokol kesehatan, tetapi diperluas orang yang mengabaikan protokol kesehatan,” tegas Whiko.

Tanggal 24 Agustus 2020 penurunan kasus konfirmasi memang cukup terlihat, hanya ada penambahan 37 kasus konfirmasi, suspek bertambah 3 orang dan meninggal 6 orang. Angka kesembuhan juga semakin menunjukkan tren yang baik, kali ini meningkat 65 orang.

Namun Whiko mengingatkan, kasus Covid-19 di Sumut sangat dinamis sehingga masyarakat tidak boleh abai. Whiko meminta masyarakat, instansi, pelaku usaha tetap menerapkan protokol kesehatan agar tren positif ini terus berlanjut. “Wajib menggunakan masker pelindung, jaga jarak dan hindari kerumunan. Itu tidak bisa ditawar lagi,” pungkas Whiko.

Pasien Sembuh RSUP HAM Meningkat

Terpisah, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik mengatakan, angka kesembuhan pasien yang mereka rawat jauh lebih tinggi bahkan hampir 3 kali lipat perbandingannya, dibanding jumlah pasien yang meninggal. Data itu diperoleh sejak kasus pasien pertama yang dirawat pada Maret lalu, hingga kemarin.

“Hingga Minggu (23/8), terdapat 103 orang pasien Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh. Sedangkan pasien yang meninggal hanya 36 orang saja. Data ini merupakan pasien yang terbukti positif atau konfirmasi Covid-19. Yang belum keluar hasil swabnya tidak dimasukkan,” ujar Kasubbag Humas RSUP H Adam Malik, Rosario Dorothy Simanjuntak, Senin (24/8).

Diutarakan dia, hingga kini pihaknya masih merawat 42 orang pasien Covid-19. Semuanya, merupakan pasien dengan kasus konfirmasi.

Koordinator Covid-19 Tim PINERE RSUP H Adam Malik, dr Ade Rahmaini SpP menuturkan, peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang sembuh tidak sepenuhnya bisa menjadi angin segar. Sebab angka ini masih diikuti dengan peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Untuk itu, diminta kepada masyarakat agar jangan memandang remeh Covid-19. Protokol kesehatan yang telah ditetapkan harus tetap dilaksanakan secara disiplin. “Sekarang banyak terkena orang-orang yang memiliki komorbid (penyakit penyerta),” tukasnya.

Data Covid-19 Sumut

Sementara itu, Jubir GTPP Covid-19 Sumut yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, dr Aris Yudhariansyah mengatakan, kasus konfirmasi Covid-19 di Sumut belum juga menunjukkan tren penurunan. Hingga Senin (24/8) sore, jumlah kasusnya masih terus bertambah.

“Saat ini jumlah kasus konfirmasi Covid-19 sudah mencapai 6.166 orang (bertambah 37 kasus dari hari sebelumnya, red),” ujar Aris.

Meski begitu, sambungnya, pasien sembuh jumlahnya juga setiap hari terus meningkat. Saat ini, sudah terdapat 3.204 orang atau bertambah 65 kasus baru dari hari sebelumnya dengan angka kesembuhan 3.139 orang.

Namun demikian, masih didapatkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Jumlahnya, bertambah 6 kasus menjadi 286 orang dari sebelumnya 280 orang. “Untuk angka suspek bertambah 3 kasus dari 603 orang menjadi 606 orang,” tandasnya. (prn/ris)

loading...