Terima 1.800 Paket Sembako, 1.132 Penyintas Erupsi Sinabung Belum Kebagian

Sumatera Utara
BANTUAN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana foto bersama warga, saat penyaluran bantuan paket sembako kepada warga terdampak korban erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (22/8).
BANTUAN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana foto bersama warga, saat penyaluran bantuan paket sembako kepada warga terdampak korban erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (22/8).

KARO, SUMUTPOS.CO – Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada kehidupan warga yang bermukim dekat dengan gunung yang kembali erupsi sejak awal Agustus lalu. Sebagai bentuk kepedulian, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah, dan Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin, telah menyerahkan 1.800 paket bantuan sembako.

“Warga berterima kasih atas bantuan sembako yang mereka terima. Sebanyak 1,800 warga penyintas erupsi Gunung Sinabung telah mendapatkan bantuan. Namun jumlah itu ternyata belum cukup. Sekitar 1.132 penyintas yang bermukim dekat Gunung Sinabung belum kebagian,” kata warga melalui Camat Naman Teran, Dwi Kora Sitepu, saat menyampaikan laporan penyaluran bantuan paket sembako di hadapan Bupati Karo, Terkelin Brahmana, Sabtu (22/8) di Koramil Simpang Empat.


Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan kedua, dan telah mengajukan bantuan sembako sebanyak 1.132 paket lagi ke Posko Erupsi Gunung Sinabung.

“Masyarakat Naman Teran menyampaikan salam dan terima kasih atas kepedulian pemerintah provinsi, Gubsu, Pangdam, Kapolda, begitu juga pemerintah daerah yang telah menyalurkan sembako. Ini sangat membantu di masa sulit pandemi Covid-19 dan erupsi Gunung Sinabung,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Karo Terkelin Brahmana meminta agar bantuan sembako benar-benar disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. “Sesuai data yang tercatat di posko,” ujarnya.

Soal kekurangan paket sembako, menurut Terkelin, hal itu tidak baik. Apalagi menyangkut bencana alam. “Sistem aparatur pemerintah sudah ada dalam tata kelola manajemen dan administrasi dalam menyampaikan informasi kepada pimpinan,” katanya.

Menurutnya, pemberian bantuan kepada warga terdampak merupakan tugas pemerintah. “Pemerintah hadir ketika warga mengalami kesulitan, kesusahan. Namun demikian tetaplah waspada dan tenang. Selalu pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan. Ini solusi ampuh mencegah penularan Covid-19, dan penyakit ISPA akibat semburan abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung,” pungkasnya.

Pembersihan Jalan

Sementara itu, pasca diterjang banjir lahar dingin Sinabung pada Sabtu (22/8) lalu, tim gabungan BPBD Karo, TNI-Polri masih melakukan pembersihan jalan tiga kecamatan dari material lumpur, batu, kayu, dan pasir, Senin (24/8).

Saat ini, jalur menuju ke Kecamatan Payung, Tiganderket, dan Kutabuluh yang sempat terputus, sudah bisa dilalui. (deo)

loading...